Batik Petungkriyono sebagai Bentuk Promosi Wisata Alam Petungkriyono

Beberapa hari yang lalu saya berkunjung ke rumah batik milik Bapak Ahmad Failasuf di Pekalongan Jawa Tengah. Disini ada banyak sekali batik karya Beliau. Dan pada hari itu, tepatnya hari minggu tanggal 6 Agustus 2017, Bapak Ahmad Failasuf meluncurkan batik terbarunya dengan nama Batik Petungkriyono.

Peluncuran batik ini juga di hadiri oleh Bupati Pekalongan yaitu Bapak Asip Kholbihi SH. MSi dan dihadiri oleh peserta ANPE (Amazing Petung National Explore) dari kalangan, wartawan, fotografer, blogger dan dronner. Dalam galerinya, ada banyak sekali batik yang di hasilkan dengan berbagai corak yang menarik.

Disini kami juga di beri kesempatan untuk melihat lihat karya batik miliknya. Ternyata pembuatan batik itu memiliki banyak tahap, seperti menggambar pola, memberi warna dengan canting, penjemuran dan lain sebagainya. Selain itu di sini juga menghadirkan model cantik finalis puteri Indonesia yang kalau tidak salah namanya Mbak Puteri beserta ketiga rekannya.

Kembali lagi ke soal batik petungkriyono. Jadi, batik petungkriyono ini memiliki filosofi tentang karifan local yang ada di dalamnya. Seperti keramah penduduknya, kelestarian alamnya, dan lain sebagainya. Dalam kain batiknya, terdapat gambar gambar tentang alam petungkriyono, seperti pemandangan hutan, sawah, gunung, kera owa jawa, dan gambaran tentang keseharian masyarakatnya.

Khusus untuk owa jawa, binatang tersebut merupakan symbol kelestarian hutan Petungkriyono. Ide pembuatan batik petungkriyono ini juga sekaligus sebagai promosi wisata bahwa ternyata di petungkriyono pekalongan, terdapat hutan yang masih sangat alami nomor 2 setelah hutan gunung salak yang ada di Bogor Jawa Barat.

Griya batik ini waktu kemarin saya berkunjung, ada 2 tempat, yaitu satu tempat sebagai produksi, dan satu tempat sebagai pemajang hasil karya. Bagi Anda yang ingin belajar membatik, disini Anda juga bisa belajar membatik.

Bapak Ahmad Failasuf dulunya adalah seorang anak pedagang batik juga. Walaupun basic pendidikanya adalah akuntansi, namun beliau lebih memilih batik sebagai passion dalam hidupnya. Bahkan saat kuliah dulu, beliau nyambi berjualan batik untuk mencukupi kebutuhan hidupnya.

Setelah lulus, ia tidak ingin bekerja namun ingin menekuni karirnya di bidang batik. Ia lebih memanfaatkan illmu manajemennya untuk berdagang batik. Karena keuletan dan ketekunanya lah, akhirnya cita cita beliau pun tercapai.

Kehadiran peserta APNE yang di undang oleh pemerintah kabupaten Pekalongan, dimaksudkan untuk mempromosikan wisata alam kota pekalongan beserta kain batiknya hingga ke seluruh dunia. Dan sebagai pemimpin kabupaten, Pak Asip Kholbihi pun akan membelinya untuk di berikan kepada (kalau tidak salah ke Sekjen PBB) agar batik petungkriyono atau wisata petungkriyono semakin di kenal masyarakat dunia karena bulan depan Beliau akan berkunjung Amerika sana.

Untuk di ketahui, Pekalongan adalah kota batik, jantungnya kota batik. Menurut penuturan Bapak Asip Kholbihi, batik batik yang ada di berbagai kota di Indonesia, sumbernya dari Pekalongan. Kemarin Beliau juga sempat bercerita tentang batik yang ada di kota Banyuwangi.

Jadi saat itu seniman batik asal kota tersebut sedang membutuhkan pekerja batik untuk meneruskan usahanya, dan akhirnya Pak Asip Kholbihi mengirim 8 desainer batik untuknya. Itu artinya, batik yang ada di Banyuwangi juga masih berbau bau khasnya batik pekalongan. Bukan hanya Banyuwangi, beberpa seniman batik di Pulau Jawa pun merekrut desainer batik dari kota pekalongan.

Di museum batik ini kalian juga bisa membaca cerita cerita sejarah tentang batik yang ada di berbagai kota di Jawa, seperti Kebumen, Cirebon, Tasikmalaya dan kota kota lainya.

Nah, itulah hasil peliputan saya saat berada di griya batik milik Bapak Ahmad Failasuf di Pekalongan, semoga bermanfaat.