Hai teman, mau tanya nih, kalian penasaran gak dengan blogger blogger yang sering banget menang lomba ? menangnya itu sering banget loh, jika di hitung, penghasilannya bisa sampai 10 juta perbulan. Entah apa rahasianya.

Yang bikin heran itu karena setiap tulisan yang di lombakan selalu menang. Salah satu usaha yang mereka lakukan adalah dengan menulis secara maksimal. Riset maksimal agar tema semakin sesuai. Edit maksimal agar kualitas tulisan semakin logis dan menarik. Edit gambar maksimal agar hasilnya lebih relevan dengan isi tulisan. Engagement tinggi dengan share sosmed atau cari komentar sebanyak banyaknya, adalah beberapa usaha yang mereka lakukan agar kemungkinan menang semakin besar.

Nah, bersama ini saya juga akan berbagi 4 Tips menang lomba blog ala kangamir.com yang semoga saja bermanfaat. Berikut tipsnya.

Baca juga : Info Lomba Blog Bulan ini dan Bulan-bulan depan

1. Niat dan serius mengerjakannya. Jangan setengah-setengah

Belakangan ini saya sering kalah dalam lomba blog. Penyebab utamanya adalah karena setengah-setengah dalam mengerjakannya. Dan itu sangat mengecewakan. Entah apa yang ada di benak saya sehingga saya tidak maksimal.

Seringkali saat saya memenangkan lomba, itu karena memang saya serius dalam mengerjakannya. Mengerahkan seluruh tenaga dan pikiran dengan maskimal. Sehingga hasilnya pun memuaskan walaupun hanya di berada di mimbar favorit.

Tentu kita sudah familiar dengan istilah usaha tidak akan menghianati hasil. Jika kita bekerja lebih keras, hasilnya pun mengikuti. Tapi jika kita asal-asalan, hasilnya pun mengikuti. Sedangkan kalau kita asal-asalan, hanya buang waktu saja.

Dalam sebuah lomba blog ada menang kalah. Kalau pengen menang ya berusaha keras semaksimal mungkin. Buat konten semaksimal mungkin. Kalau kamu asal-asalan, diluar sana banyak kontestan yang usahanya lebih giat daripada kamu. Aliasnya jika kamu asal-asalan, mending ngaso dulu kumpulkan energi dan niat untuk bekal lomba berikutnya.

2. Pahami tema

Dalam setiap lomba blog, kita itu harus memahami tema yang diberikan oleh penyelenggara. Baca baik baik tema-nya sampai benar benar mengerti. Biasanya saya membaca sampai 10 kali atau bahkan lebih. Karena jika hanya membaca sekali dua kali, makna yang terkandung dalam sebuah tema kurang bisa dipahami secara mendalam.

Mungkin kalimat ini bisa menjadi patokan saat menulis artikel, “Menulis lomba itu harus tersurat, bukan tersirat”. Tersurat itu maksudnya harus sesuai dengan tema, sedangkan tersirat itu hanya menyerambang atau hanya menyinggung tema.

Jadi temanya harus dapat dan ketara, gak boleh menyerambang atau hanya menyinggung saja. Mengapa ? Karena bisa saja terjadi, karena keasikan nulis, tanpa sadar ternyata tulisan kita keluar dari tema, itu yang sering saya lakukan.

Padahal di peraturanya sudah jelas tertulis bahwa artikel harus sesuai dengan tema. Tulisan sebagus apapun jika sudah keluar dari tema, tentu sulit menang.

Baca juga :  23 Blogger Terbaik Berbagi Tips Menang Lomba Blog

 Cara yang saya lakukan agar tema bisa dapet adalah dengan riset mendalam. Semisal dengan mempelajari website penyelenggara, sosial mendia penyelenggara, dan juga artikel lawan sampa mendapatkan benang merahnya. Kemudian barulah saya menulis. 

3. Taati semua syarat dan ketentuannya

Yang tidak boleh terlewatkan dari setiap lomba yaitu mentaati semua syarat dan ketentuan lomba. Seperti peletakan link, pasang banner, follos dan subscribe sosial media milikinya, dan lain sebagainya. Dan yang terpenting adalah akusn sosial media kita jangan di privat.

Saya pernah mendapatkan pengalaman pahit terkait hal ini. Yaitu karena saya sering kalah gara-gara akun facebook saya ternyata terpirvat tanpa pengetahuan saya. Rasanya jadi gemes sendiri. Gara-garanya karena ada yang nyinyirin postingan saya. Kemudian saya privat agar hanya orang-rang tertentu saja yang bisa melihatnya. 

Dan ternyata mention dan tag saya untuk sosmed penyelenggara, banyak yang tidak terlihat dan membuat saya jadi kering kalah. Sedih deh karena usaha saya sia-saia hiks. 

Dan beruntunglah karena di suatu lomba yang saya ikuti, penyelenggara mengingatkan untuk tidak memprivat sosmed saya, saat proses penjurian yang hanya tinggal sekali lagi saja. Dan ternyata sang penyelenggara berbaik hari mengabari saya untuk tidak meprivate akun facebook saya karena mention saya tidak terlihat di sosmednya. Dan saya pun melakukannya. Dan di akhir cerita, saya menjadi pemenangnya. Dari situ saya sadar bahwa selama itu ternyata saya memprivate akun sosmed saya. Duh

 

4. Tiga paragraf pertama harus nendang

Dulu saya pernah ngobrol ngobrol dengan seorang juri saat saya memenangkan sebuah lomba. Menurut penuturanya, juri itu suka dengan tulisan yang paragaraf utamanya begitu nendang, sehingga semakin penasaran bagi pembacanya. Minimal 3 paragraf utama. Dengan begitu juri jadi ingin terus membaca seperti apa sih kelanjutan dari tulisan tersebut, karena di awal paragarafnya saja sudah menarik.

Dan tentunya pembaca pun demikian. Jika di awal terlihat menarik dan penuh konflik, pembaca pun akan penasaran untuk membaca kelanjutannya. Dan hal ini pun juga di lakukan oleh Adhi Nugroho. Ia rela menghabiskan banyak waktu untuk point ini. Maka tak heran jika hampir setiap tulisannya mendapatkan gelar juara. 

5. Gunakan foto dan infografis berkualitas

Saya pernah membaca sebuah artikel yang menjadi juara 2 dalam lomba bertema pariwisata yang ternyata memiliki nilai lebih karena adanya foto foto air terjun yang sangat bagus.

Mungkin jika kita menebak karena ini adalah lomba blog bertema pariwsata, foto foto indah yang ditampilkan begitu memikat pembaca untuk datang ke air terjun tersebut, sehingga juri memberikan predikat juara pada blog tersebut. Dan menurut saya hal itu masuk akal juga, secara kan pariwisata didatangi karena keindahanya walaupun lewat perantara dalam sebuah foto.

6. Upload gambar atau foto berkualitas di instagram

Kalian pasti tahu bahwa instagram adalah sosial media favorit di banding facebook, twitter, ataupun yang lainya. Kalian pasti akan eman-eman (menyayangkan) kalau instagram kalian hanya berisi foto/gambar yang tidak menarik.

Ya ! karena instagram adalah sosial media yang cukup berpengaruh. Tak heran jika nama sosmed instagram juga menjadi bagian nama profesi, yaitu selebgram. Dan influencer lebih identik dengan instgram.

Kalau kalian lihat feed instagram milik Adhi Nugrho, ia selalu mengupload gambar atau foto-foto yang sangat menarik. Konten atau caption dalam gambar/fotonya pun cukup berbobot dan hanya yang penting-penting saja. Jumlah gambarnya pun semaksimal mungkin, bahkan hingga 10 gambar sesuai aturan yang berlaku di sosmed tersebut.

Foto atau gambar berkualitas tentu sangat berpengaruh dalam sebuah bisnis. Dan tentunya penyelenggara mana yang tidak merasa terhormat dengan promosi seprofessional itu.

Sebelum membuat gambar atau infografis, ada baiknya mengatur ukuran kanvas terlebih dahulu dalambentuk persegi, sesuai bingkai persegi di instagram. Karena jika tidak, maka gambar bisa terptong sehingga konten atau caption penting dalam gambar tidak terbaca.

Untuk ukuran kanvas instagram yaitu 640x640 piksel. Namun asal sudah persegi juga tidak apa. Tapi ada baiknya menggunakan ukuran tersebut agar hasilnya pas, tidak kebesaran atau kekecilan, sehingga terlihat blur.

7. Menghindari kalimat negatif atau yang merujuk ke SARA karena story telling atau terbawa hawa nafsu

Terkadang karena terbawa emosi atas kejadian yang pernah menimpa kita, membuat kita tak sengaja menyinggung atau menuliskan hal bernada negatif. Padahal dalam setiap lomba, kalimat yang mengandung SARA sangat dilarang. Hal ini pun seringkali saya lakukan. Namun karena selalu saya edit ulang, kalimat tersebut saya hilangkan. Sebisa mungkin jangan pernah menyinggung sara atau sentimen negatif biarpun hanya sedikit sekali. Gunakan kalimat yang sopan dan positif. Jangan ngomongin orang. Karena ini lomba, agar kesempatan kita untuk menang lebih besar.

8. Membaca ulang artikel kita baik saat kalah ataupun menang dan bandingkan dengan semua pemenang dari urutan terbawah hingga teratas

Beberapa waktu lalu saya tak sengaja menangkap pesan penting dari seorang jawara lomba. Bahwa ia selalu membaca artikelnya di saat ia kalah. Dan saya pun seperti mendapat angin segar karena dapat ilmu baru darinya.

Dari situ saya jadi terpikir untuk membaca ulang kembali artikel saya saat kalah. Sehingga dapat menyimpulkan dengan jelas tingkat kualitas setiap pemenangnya.

Namun, dari artikel tersebut saya juga jadi terpikir bahwa saya juga harus membaca kembali artikel pemenang biarpun saya berada di urutan pertama juara. Dengan begitu saya bisa tahu betul seperti apa kriteria tulisan yang di inginkan juri. Dan ini tentu bermanfaat jika adal lomba lain yang sejenis.

—-

Nah, itulah 6 tips menang lomba blog yang semoga saja bermanfaat. Kedepan saya ingin menulis lebih banyak lagi tips lainya. Sampai jumpa 🙂

 

Share This