Pilih Laman

Resolusiku di Tahun 2018. Tidak ingin Batuk Selama Setahun

Higlight
Rumah sakit adalah tempat yang paling mengerikan yang pernah saya kunjungi
Bau obat adalah salah satu bau yang paling tidak saya sukai dari segala macam bau yang ada di dunia ini.
Dan sakit batuk juga merupakan sakit yang paling saya takutkan dalam hidup saya.

Latar Belakang Permasalahan

Dari highlight di atas, saya yakin jika salah satu di antaranya juga ada hal yang paling tidak kalian sukai. Dan jika boleh saya tebak yaitu nomor 1 hehehe… Bagi saya sendiri, sehat itu kebutuhan. Dengan sehat, kita bisa melakukan banyak hal. Karena kalau kita sakit, ngapain aja gak enak. Jalan jalan gak enak. Kerja gak enak, makan gak enak, pokonya semuanya gak enak.

Dan kalau kita sedang dirumah sakit, seindah dan sebagus apapun gaya arsitektur atau bangunan rumah sakit, tetap saja rumah sakit. Dan disitu bersemayam orang orang sakit. Mulai dari sakit biasa sampai sakit berbahaya. Disitu banyak raut wajah wajah muram dan sedih karena sakit yang di deritanya. Dan hal itu yang membuat saya takut dan ogah sekali pergi ke rumah sakit. Karena jika ke rumah sakit, biasanya karena saya sedang sakit. Ah pokonya saya trauma sekali ke rumah sakit.

Tahun 2017 lalu, saya banyak berkunjung ke dokter dan puskesmas. Jika di hitung, mungkin sampai 10 kali saya berobat dalam kurun waktu 3 bulanan. Bahkan pernah sebulan sampai 4 kali. Jenis sakit yang saya derita yaitu seperti panas, flu, pilek, deman, dan batuk. Dan penyakit yang paling saya takutkan dari kesemua itu yaitu batuk.

Pernah waktu itu dalam 2 minggu, saya bolak balik berkunjung ke puskesmas untuk berobat karena batuk. Kalo sudah batuk, rasanya jadi takuuutttt sekali. Itu karena dulu saya pernah memiliki riwayat sakit batuk yang membuat saya harus istirahat total dirumah selama berbulan bulan. Namun beruntung karena sekarang sudah sembuh total.

Batuk memang terlihat sepele. Tapi sangat mengganggu karena membuat saya tidak bisa tidur. Saat sedang lelap lelapnya tidur di tengah malam, tiba tiba batuk muncul seperti petir menyambar, dan otomatis saya jadi terbangun. Jegerrr jegerrr jegerrr. Sampai sampai saya tidurnya sambil duduk, karena jika rebahan, pasti batuk langsung keluar, dan itu sangat menyiksa.

Sedang asik asiknya tidur malah batuk. Sangat menyiksa

Dan karena batuk, saya jadi sering kurang tidur. Karena sering kurang tidur, tubuh pun jadi kurang istirahat. Karena kurang istirahat, badan jadi lemas, kepala jadi pusing, sulit untuk berfikir, dan yang bikin parah lagi adalah, tensi darah jadi naik sampai 160 mm/hg hiks hiks hiks…

waktu ke puskesma untuk periksa kesehatan. Tensi darah pernah sampai 160 mm/hg

Waktu itu saya pernah di dera sakit batuk selama kurang lebih 2 minggu lebih. Di pengobatan pertama di puskesmas, saya di kasih obat yang habis di minum selama 5 harian. Tapi karena belum sembuh, kemudian sayapun pergi ke puskesmas lagi. Tapi ternyata belum sembuh juga. Dan sayapun kembali lagi ke puskesmas. Dan beruntunglah karena di pengobatan yang ketiga Alhamdulillah sembuh.

Kalo sudah batuk, badan jadi kurus dan lemas. Dan kalau jalan jadi agak sempoyongan. Dada juga sakit. Kalau sudah begini, rasanya sedih sekali, tapi apa daya karena itu yang saya alami, dan saya harus terima karena ini ujian.

Sakit batuk itu menyiksa, saya takut sekali kena batuk. 

Keseringan, batuk yang saya alami terjadi saat musim kemarau. Karena pas musim kemarau itu banyak sekali debu debu berterbangan dan masuk ke tubuh melalui hidung atau mulut. Apalagi karena setiap hari saya selalu ada dijalan, kesana kemari mengitari kota untuk mencari nafkah.

Dan karena saya takut terkena batuk terutama saat musim kemarau, kemana mana saya jadi harus pake masker dan helm. Saya punya 3 buah masker dirumah dan selalu saya cuci bersih. Percuma kan pake masker untuk menghidari batuk, tapi maskernya kotor penuh debu. Sama saja.

 

3 masker yang sudah saya persiapkan agar terhindar dari batuk

Selain itu, kamar juga selalu saya bersihkan agar debu debunya pada hilang. Dan bahkan seringkali saat tidur, saya menggunakan masker juga agar debu debu yang berterbangan tidak masuk ke hidung. Karena selama kita tidur malam antara 7-8 jam, jika di kamar kita banyak debu berterbangan tapi tidak pake masker, berarti selama itu pula kita menghirup debu dong, wah penyakit itu.

Tidur pun pakai masker biar gak kena debu.

Selain menggunakan masker, saya juga mengurangi makan makanan berminyak seperti gorengan, ataupun makanan makanan pemicu batuk lainya seperti es contohnya. Karena keseringan setiap kali saya minum es, batuk lansung menyerang.

Gorengann dan Es penyebab batuk

Sebenarnya bukan hanya tahun 2017 kemaren saja. Tahun 2016 lalu, saya juga sudah takut sekali jika terkena batuk. Makanya kalau batuk, sangat jadi sangat over protective terhadap diri saya. Bahkan untuk makan pun, piringnya harus saya cuci sendiri agar benar benar bersih. Dan dirumah pun, dalam keseharianya saya selalu pakai masker saat batuk. Khawatirnya akan menulari orang lain walau cuma batuk biasa. Apalagi saya punya adik bayi, kasian sekali jika sampe terkena batuk.

Selain itu, saya juga menjadi sangat sigap saat terkena batuk walaupun batuk biasa. Yaitu langsung ke dokter begitu batu batuk menyerang, tak perlu menunggu lama pokonya. Saat batuk, saya nggak berani menggendong adik bayi saya yang sedang lucu lucunya. Paling saya cuma meledek dari kejauhan, padahal sangat ingin sekali menciumnya. Sakit batuk memang sangat menyiksa.

Solusi Permasalahan

Karena saya sangat takut terkena sakit batuk, maka resolusiku di 2018 ini adalah saya tidak inngin batuk selama setahun dan seterusnya, sehingga saya tak perlu ke dokter atau puskesmas. Caranya yaitu dengan benar benar menjaga kesehatan dan di temani Obida agar saya bia terhindar dari sakit batuk.

Cara lainya yaitu dengan istirahat cukup. Saya ini kalau tidur terlalu malam, saat pagi rasanya jadi lesu tak bertenaga. Dan mulai tahun ini, saya itu kalau udah jam 9 malam pasti buru buru tidur biar bangun pagi lebih seger. Dengan badan seger, maka tubuh saya lebih kebal terhadap penyakit, seperti batuk contohnya.

Dengan saya sehat dan terhindar dari batuk, saya bisa lebih produktif dalam bekerja. Saya ini seorang blogger yang di tuntut untuk bekerja dan berpikir keras untuk membuat artikel. Makanya otak dan badan harus fresh agar berpikir juga jadi lebih mudah. Sehat bagiku adalah kebutuhan. Dengan saya sehat dan terhindar dari batuk, saya bisa melakukan banyak hal.

 

Dengan saya sehat, saya bisa terus menulis blog, jalan jalan, wisata kuliner (walau paling cuma jajan seblak hehehe), pergi memancing ikan karena saya hobi mancing, membantu orang tua, dan lain sebagainya.

Dengan saya sehat dan terhindar dari batuk, saya juga bisa bermain main dengan adik kecil kesayangan yang sedang lucu lucunya. Sebenernya bukan adik saya, melainkan keponakan saya. Dan Ibu saya alias neneknya, sangat sayang sekali dengan cucu laki laki yang satu ini.

Ada kebiasaan unik yang di lakukan setiap pagi oleh keponakan kecil saya yang satu ini, yaitu menggedor nggedor pintu kamar Ibu saya untuk minta jajan. Padahal Ibu saya masih tidur. Kemudian Ibu saya pun bangun dan sudah mempersiapkan biskuit untuknya. Setelah itu Ibu saya langsung menimang nimangnya sambil melantunkan langgan Jawa. Dan moment ini sangat membahagiakan bagi kami sekeluarga.

Kalau saya sakit, saya tak bisa membantu Ibu saya kepasar untuk mencari nafkah menghidupi keluarga. Dan keharmonisan keluarga juga akan berkurang jika saya sakit, walaupun cuma sakit batuk. Dengan saya sehat, saya juga sangat ingin mewujudkan resolusiku yang lain di tahun 2018 ini, yaitu menikah. Dengan menikah, lengkaplah hidup saya. Tenanglah hati saya dan bahagia lah keluarga saya, karena saya akan menjadi “orang” yang sebenarnya. Dan agar kita semua sehat dan terhindar dari batuk, ini lah tips yang saya lakukan yang barangkali bermanfaat untuk kita semua.

[1] Selalu gunakan masker saat sedang berpegian karena dijalan banyak debu berterbangan, terutama di musim kemarau. Gunakan masker juga saat berkunjung ke rumah sakit.
[2] Kurangi makan makanan pemicu batuk seperti gorengan atau es.
[3] Menutup mulut saat ada orang bersin atau batuk.
[4] Perbanyak minum air putih, kalau bisa air hangat. Menurut yang saya rasakan, kalau minum air hangat itu, dada terasa lebih plong daripada minum air dingin. Saat batuk, minum air hangat juga sedikit meredakan batuk daripada minum air dingin.
[5] Kurangi makan makanan siap saji yang banyak tersebar di pinggir jalan karena kurang jelas kebersihanya. Kita tidak tahu jika piring yang kita pakai saat makan di warung makan, habis dipakai orang yang terkena batuk.
[6] Biasakan bergaya hidup bersih dan sehat dan menjaga lingkungan agar tetap bersih.
[7] Hindari merokok atau atau asap rokok bagi yang tak merokok. Atau kalau bisa jangan merokok. Saya juga tak merokok.
[8] Minum Obat Batuk Cap Ibu dan Anak

Obida, menjadi teman saya menggapai resolusi 2018

Nah, untuk poin yang ke 7 ini, jika kalian sudah terlanjur terserang batuk, segera atasi dengan Obida atau Obat Batuk Cap Ibu dan Anak. Ramuan Pei Pa Koa asli ini memiliki khasiat mampu menghilangkan batuk, dahak, dan juga meredakan sakit tenggorokan.

Secara bersamaan, ramuan ini dapat memelihara paru paru, mengurangi panas tubuh dan memperbaiki warna dan kekenyalan kulit. Ramuan ini dapat di minum oleh anak anak usia 3 tahun ke atas dengan aturan minumnya seperti dibawah ini :

Untuk dewasa : 1 sendok makan (15 ml) 3 kali sehari

Anak anak usia 7-12 tahun : 2/3 sendok makan (10ml) 3 kali sehari.

Anak anak usia 3-6 tahun : 1/3 sendok makan (5ml) 3 kali sehari

Bagi anak anak yang mungkin enggak minum secara langsung, bisa juga di larutkan dengan air hangat dan minum perlahan lahan. Atau ikuti saran Dokter.

Ukuran yang tersedia yaitu 75ml, 150ml, 300ml. Obat batuk ini bisa di dapatkan di Apotik atau toko obat terdekat. Kalau kemaren saya belinya di Apotik, harganya Rp 23.500,-

Dengan Obat Batuk Cap Ibu dan Anak ini, saya tak perlu khawatir terserang batuk. Obida obat batuk ini selalu saya sediakan di atas meja kerja saya. Jika nanti saya batuk, saya akan meminum obat ini, sehingga bisa menjaga saya dalam mewujudkan keinginan atau resolusi saya di tahun 2018 ini. Yaitu tidak batuk selama setahun dan seterusnya, dan juga nikah.

Namun karena sekarang saya dalam kondisi sehat dan belum membutuhkan obat, maka saya tak meminumnya. Cuma saya jadikan persediaan saja jika suatu saat saya batuk. Nah, itulah cerita tentang resolusi saya di tahun 2018 ini, dan Obida ini akan selalu menemani saya dalam mewujudkan resolusi saya.

Untuk info lebih lanjut tentang Obida ini, kunjungi websitenya di http://www2.ninjiom.com/id/