Pilih Laman

Sehat Alami dengan Cara Alami

Hai teman teman terutama para ibu rumah tangga yang tinggal di perkotaan dan sering berbelanja, saya ingin tanya sesuatu nih. Saat akan membeli tempe, kalian memilih yang di bungkus dengan daun pisang atau plastik ?

Hmmmm.. saya yakin, pasti kebanyakanya lebih memilih yang alami pakai daun pisang. Iya enggak ?

Tahukah teman, terutama warga perkotaan, bahwa makanan yang di konsumsi setiap hari itu tak pernah luput dari kandungan bahan kimia. Beras yang kalian konsumsi juga mengandung bahan kimia karena pupuknya menggunakan bahan kimia seperti urea dan poska.

Jarang sekali ada petani padi yang menggunakan pupuk kandang atau pupuk organik untuk menyuburkan tanaman mereka. Karena proses pertumbuhanya lebih lama dibanding pupuk berbahan kimia.

Setelah urea dan poska yang kadang di taburkan hingga 2 kali sampai masa panen, petani juga selalu menambah pupuk semprot berbahan kimia lainya saat padi mulai mratak (beranak) agar hama tidak merusak padi yang akan mengakibatkan gagal panen.

Bukan hanya itu, sering juga pas akan panen kurang seminggu, petani pun masih menyemprot kembali padi mereka karena biasanya pada saat itu walang sangit sangat banyak.

Nah, dari seringnya membubuhkan bahan kimia ke tanaman padi oleh petani, beras yang dimakan pun mengandung banyak bahan kimia.

Btw tau darimana sih ?

Tau dong karena saya sendiri juga petani yang sering melakukan hal tersebut hehehe ^_^

Itu dari berasnya saja, untuk sayuran dan buah buahanya pun sama. Seperti, wortel, kubis, kentang, dan lain sebagainya, yang hampir semuanya menggunakan penyubur tanaman berbahan kimia. Kalo ndak pake bahan kimia entar gak panen.

Belum bumbu masaknya yang semakin beragam. Sehingga mau tak mau dari semua bahan makanan yang ada, kita terpaksa mengkonsumsinya karena memang itulah adanya. Terutama bagi warga kota dimana lahan pertanian begitu minim.

Proses menyemprot padi dengan pupuk semprot. Dokpri

Urea tablet. Dokpri

Menebar urea tablet ke tanaman padi. Dokpri

Menyemprot tanaman kentang dengan bahan kimia. Dok. Uje Hartono/detikcom

Menyemprot tanaman kol dengan bahan kimia. Dok. http://akucintaindonesia11.blogspot.com

menyemprot tanaman cabai dengan bahan kimia. Dok. ANTARA FOTO/Irfan Anshori/zk/Spt/15

Tapi bukan berarti bagi mereka yang tingal di desa yang notabene masih terdapat banyak lahan pertanian, bisa terhindar dari konsumsi bahan kimia. Karena baik di kota ataupun desa, sejatinya kita tak pernah luput dari konsumsi makanan berbahan kimia.

Maaf saya tidak sedang menakut nakuti Anda, karena tentu kita sudah tau bahwa hampir semua bahan makanan yang kita konsumsi mengandung bahan kimia. Kalau ndak pake bahan kimia, buat apa pupuk urea dibuat ? selain itu tanpa pupuk bahan kimia, panen jadi kurang banyak dan kurang melimpah.

Nah maka dari itu, gaya hidup sehat secara alami sangat penting di terapkan agar tubuh selalu sehat. Cara yang kita lakukan yaitu dengan menjalankan pola hidup sehat seperti mencuci bersih bahan makanan dengan air mengalir.

Cara hidup sehat juga bisa di lakukan dengan mengkonsumsi sari sari tanaman dari alam. Dan berikut adalah aksi sehat alami yang bisa kita lakukan agar selalu sehat tanpa bahan kimia. Caranya bisa dengan memanfaatkan kebaikan alami dari alam seperti Temulawak, Jahe, dan Lidah Buaya.

Khasiat temu lawak

Temulawak memiliki khasiat yang sangat banyak untuk kesehatan. Salah satunya menambah nafsu makan. Namun selain itu, temulawak pun bisa mengobati penyakit rematik dan liver.

Ceritanya begini. Jadi Ibu saya itu termasuk orang jaman dahulu yang seringkali memanfaatkan bahan alami untuk mengatasi keluhan berbagai macam penyakit, salah satunya reumatik seperti yang sekarang ia alami.

Cara penggunaanya yaitu dengan merebus daun sirsak kira kira 20 lembar, sereh 5 ruas, daun salam 20 lembar, kayu manis 1 batang, dan gula batu 1 biji.

Semua bahan di rajang halus kemudian di rebus sampai mendidih, tambahkan gula batu. Rebusanya di peras dan di saring kemudian masukan kedalam gelas untuk di diminum. Efek dari ramuan alami ini terbukti bermanfaat menurunkan kadar asam urat Ibu saya.

Oiya, saya juga ada cerita unik nih tentang temulawak ini. Jadi ada seorang pelanggan ibu saya di pasar yang anaknya menderitak sakit liver (hati). Dulunya, anaknya kerja di perantauan namun keluar dan pulang karena sakit yang dideritanya. Sudah berobat kemana mana tapi belum sembuh.

Sampai pada akhirnya pelanggan tersebut bertanya ke Ibu saya “Bu, obat sakit liver apa ya, anak saya sakit gak sembuh sembuh?” ungkapnya.

Kemudian Ibu saya pun memberikan resep yang berasal dari nenek saya yang sudah lama meninggal, yaitu menggunakan temulawak. Sekepal temulawak di kupas, cuci bersih, kemudian di parut dan dicampur dengan air matang kira kira 1 gelas belimbing, saring airnya kemudian diminum.

Temulawak. Dokpri

Dan resep tersebut pun di terapkan olehnya. Si anak tersebut menjadikan ramuan ini untuk minuman dalam keseharianya. Dan memang benar, setelah sering minum ramuan ini, lama lama anak tersebut doyan makan dari yang sebelumnya tidak mau makan. Badanya yang tadinya sakit pun lama lama pulih.

Karena ada perubahan, pelanggan tersebut pun jadi sering membeli temulawak ke Ibu saya dalam jumlah banyak. Hingga pada akhirnya, anak tersebut sembuh dan bisa kembali merantau untuk bekerja. Semua berkat Sari Temulawak ini. 

Jahe Wulung. Dokpri

Khasiat jahe

Selain menghangatkan badan, jahe juga sering di manfaatkan oleh Ibu saya untuk meredakan reumatik. Ibu saya menggunakan jahe wulung, yaitu salah satu jenis jahe yang ukuranya besar dan warnanya merah.

Jahe di bakar kemudian di peprek. Masukan kedalam gelas dan tambahkan gula jawa, aduk dan diminum. Dengan minuman Sari Jahe ini, kadar reumatik Ibu saya pun berkurang.

Dan ternyata khasiat jahe untuk reumatik memang benar. Hal ini merujuk pada penelitian yang di lakukan oleh Dr. Krishna C. Srivastava yang juga di dukung oleh hasil penelitian di Odense University, Denmark, yang juga telah melakukan penelitian efek anti nyeri pada jahe.

Dalam penelitianya, Dr. Srivastava memberikan jahe pada pasien reumatik dalam potongan kecil kecil setiap hari selama 3 bulan. Hasilnya, pasien yang teratur mengkonsumsi jahe mengalami perbaikan kesehatan untuk rasa sakit, bengkat, dan rasa kaku.

Lidah Buaya

Lidah Buaya terkenal akan manfaatnya untuk kesuburan rambut. Hal ini juga di buktikan oleh Kakak saya. Jadi keponakan saya yang masih balita, sering di cukur gundul. Lalu agar rambutnya cepat tumbuh subur, Kakak saya sering memanfaatkan Lidah Buaya dengan mengoleskan ke kepalanya daging Lidah Buaya. Dan terbukti, rambut pun jadi cepat tumbuh subur.

Tapi selain lidah menyuburkan rambut, Lidah Buaya juga memiliki khasiat melancarkan pencernaan. Lidah Buaya kaya akan vitamin A, asam amino essensial dan enzim yang membantu melancarkan pencernaan.

Sifat anti inflamasi pada Lidah Buaya juga melawan gangguan pencernaan dan rasa begah. Sifat pencaharnya juga ideal untuk perbaikan usus dalam hal sembelit. Sedangkan sifat antiviral dan antibakterinya membantu mengurangi resiko menderita infeksi usus. Jadi, Lidah Buaya ini sangat penting untuk memperlancar pencernaan.

Lidah Buaya. Dokpri

Memanfaatkan Khasiat Sari Temu Lawak, Sari Jahe dan Lidah Buaya dengan Mudah dan Praktis

Di atas kita sudah tahu akan kebaikan alami dari tiga tanaman tersebut. Namun untuk mendapatkan khasiatnya kita tak perlu capek capek mencarinya ke hutan atau membelinya di pasar. Karena kita bisa mengkonsumsinya dalam bentuk sachet bernama Herbadrink Sari Temulawak, Sari Jahe dan Lidah Buaya dengan harga 2000 rupiah per sachetnya. Di apotik atau minimarket banyak ko.

Karena ini adalah produk alami, khasiat yang dirasakan tidak langsung terasa seperti iklan di TV. Saya sendiri juga sudah merasakan kebaikan alami dari Herbadrink.

Pertama saya mencoba yang Sari Temulawak. Dalam kemasanya tertulis berkhasiat menjaga kesehatan hati (berarti emang benar ya temulawak bisa mengobati sakit liver/hati). Namun karena efek paling utama adalah menambah nafsu makan, setelah minum sari temulawak, nafsu makan saya bertambah.

Percobaan ini saya rasakan setelah 4 hari dengan meminumnya sebanyak 3 kali sehari, pagi, siang, dan sore hari menggunakan air dingin.

Di hari pertama, efeknya belum kerasa dan masih biasa biasa saja karena nafsu makan belum bertambah.

Di hari kedua, saya mulai merasakan rasa ingin makan, tidak seperti hari sebelumnya yang biasa biasa saja.

Di hari ketiga, nafsu makan bertambah lagi dan seperti meningkat selevel dari hari sebelumnya.

Dan di hari ke empat, nasfu makan juga meningkat lagi di banding hari sebelumnya.

Karena nafsu makan meningkat, saya pun bisa menghindarkan tubuh saya yang terkena sakit maag karena perut selalu terisi.

Dan untuk efek kesehatan hati, mungkin begini, karena fungsi hati didalam tubuh saya berjalan lebih baik setelah minum Herbadrink, nafsu makan saya jadi bertambah.

Dan itu berarti, Herbadrink Sari Temulawak ini cocok sekali buat mereka yang kurang nafsu makan. Namun tidak di anjurkan bagi wanita hamil, menyusui, dan anak di bawah 10 tahun. Dan rasanya segar sekali.

Untuk yang Sari Jahe, rasa jahenya sangat terasa, saya baru sekali mencobanya dengan air hangat, rasanya seger dan bikin anget di badan, terutama jika di minum dengan air hangat.

Sementara untuk Herbadrink Lidah Buaya, rasanya juga segar dan cocok diminum baik dengan air hangat, air dingin, atau air es.

Herbadrink Sari Temulawak. Dokpri

Herbadrink Sari Jahe. Dokpri

Herbadrink Lidah Buaya. Dokpri

Minum Herbadrink saat aktivitas di luar rumah. Dokpri

Minum Herbadrink saat ngeblog. Dokpri

Nah, itulah cerita tentang kebaikan alami yang saya rasakan dalam hidup saya bersama Herbadrink. Kesimpulanya, kita hidup di jaman serba bahan kimia dan kita tidak sepenuhnya bisa luput dari konsumsi bahan bahan kimia dalam keseharian kita. Maka dari itu, cara hidup alami perlu kita lakukan supaya tubuh tetap sehat agar kita bisa menyaksikan seperti apa anak cucu kita di masa depan.

Referensi
  1. https://hellosehat.com/hidup-sehat/fakta-unik/manfaat-jahe-mengurangi-rasa-sakit/
  2. https://lifestyle.okezone.com/read/2015/02/18/481/1107475/khasiat-lidah-buaya-untuk-lancarkan-pencernaan