Resolusi 2019 – Belajar Desain Grafis dan SEO bersama Dumet School

Kesalahan bertubi tubi yang dulu pernah saya lakukan membuat saya jadi makin semangat untuk menggapai resolusi dan impian di tahun 2019 ini. Ibarat mendaki sebuah gunung, saya pernah terperosok ke jurang paling dalam, kemudian naik lagi dan terperosok lagi, naik lagi dan terperosok lagi.

Hingga pada akhirnya saya menemukan sebuah lubang cahaya di ujung perjalanan yang semoga saja merupakan jalan keluar terbaik dari pengalaman ini..

Hai teman, bersama tulisan ini saya ingin berbagi pengalaman pahitku selama bertahun tahun ngeblog, terutama dalam mengikuti lomba blog. Pengalaman ini saya tulis karena saya telah melakukan banyak kesalahan dalam mempelajari suatu aplikasi pendukung konten blog, yang membuat saya harus jatuh bangun karena dalam proses belajar yang saya lakukan, saya hanya berjalan sendirian, tidak ada “teman” yang membimbing sehingga harus menemui kesalahan disana sini.

Jadi, sebenarnya yang dari dulu seharusnya saya pelajari untuk konten blog adalah desain grafis dan SEO. Namun karena saya belajar otodidak dan tidak ada yang mengarahkan, saya banyak salah jalan yang membuat saya harus bluncat sana bluncat sini mencari cara yang benar. Dan resolusi saya di tahun 2019 ini yaitu belajar desain grafis dan juga SEO. Dan berikut adalah pembahasanya.

Desain Grafis

Semenjak hobi mengikuti lomba blog tahun 2015 lalu, sejatinya yang saya butuhkan yaitu konten visual seperti konten grafis agar artikel blogku semakin menarik. Namun karena saya ngeblog dengan ilmu otodidak alias belajar sendiri, alhasil proses belajarnya pun tidak karu karuan, bluncat sana bluncat sini tanpa arah yang jelas. Saya tidak tau mana yang paling dibutuhkan dan harus dipelajari dulu dan mana yang belakangan.

Saat itu saya sudah mengenal Photoshop. Dan sebelumnya saya sudah banyak mengenal blogger blogger yang sering menang lomba dimana konten visual yang dibuatnya menggunakan photoshop.

Sayapun pernah bertanya kepada seorang blogger pro yang dulu sering menang lomba, tentang software apa yang sering dipakai untuk membuat konten visualnya ? Dan ternyata dia menggunakan photoshop.

Kemudian saya pun menginstal photoshop untuk di pelajari. Namun karena kurangnya arahan, saya hanya setengah setengah dalam belajar aplikasi ini.

Seharusnya saya belajar secara konsisten mengenai software ini. Karena sejatinya yang paling saya butuhkan dalam lomba blog yaitu konten visual, bukan yang lainya. Karena proses belajar yang tidak terarah. di kesempatan berikut saya juga melakukan kesalahan lagi, yaitu karena setelahnya saya malah belajar coding, sementara photoshop saya abaikan. Waktu itu saya mempelajari CSS.

Motivasi saya belajar CSS karena melihat postingan seorang blogger lomba di selipi background unik di setiap artikelnya, dimana background tersebut diedit menggunakan CSS. Kemudian saya termotivasi untuk bisa sepertinya. Setelahnya sayapun belajar CSS sampai sekitar 6 bulan. Ada lebih dari 500 halaman dan saya sudah habis 250 halaman lebih.

Pikir saya dengan saya bisa desain blog, kesempatan menangpun lebih besar. Tapi setelah proses belajar berjalan, saya amati dan saya merasa bahwa keahlian coding ini tidak terlalu dibutuhkan dalam sebuah lomba blog. 

Sama seperti sebelumnya, karena saya pikir yang saya lakukan kurang tepat dan lagi lagi salah, maka sayapun berhenti belajar. Sampai disini saya sudah gagal fokus 3 kali. Yaitu photoshop, CSS dan juga edit video. Dan itu sudah memakan waktu dan tenaga.

Kemudian karena saya pikir yang saya lakukan lagi lagi salah, sayapun beralih lagi belajar aplikasi lainya, yaitu edit video. Motivasi saya belajar edit video yaitu juga karena melihat postingan seorang teman blogger lainya yang sering menang lomba karena kontenya sering dibubuhkan video. Kemudian sayapun belajar edit video secara otodidak sampai 1.5 tahun dan lumayan bisa. Software yang saya pelajari yaitu after effects. Namun ternyata yang saya lakukan ini salah dan sayapun berhenti belajar. Sampai dititik ini, saya sempat bingung karena yang saya lakukan selalu saja salah.

Karena sudah banyak melakukan kesahalan, maka saya pun ingin coba berhenti di satu software dan di tekuni. Sayapun terus berpikir “sebenarnya yang saya butuhkan itu seperti apa ? kenapa yang saya lakukan selalu saja salah?” pikir sayadalam hati.

Dan terhitung mulai 12 Desember kemarin, saya memantapkan diri untuk belajar desain grafis menggunakan software gratis dari InkScape. Setelah sesaat menikmati belajar grafis InkScape, saya begitu plong dan rasanya sudah seperti ketemu jodoh bahwasanya yang saya butuhkan dari awal adalah belajar infografis. Bukan video apalagi CSS.

Kedepan selama 2019 ini, saya ingin belajar desain grafis dan saya sudah sangat yakin. Agar saya bisa konsisten, saya pun membuat jadwalnya yaitu setiap hari senin, rabu dan sabtu, yang masing masing berdurasi 60 menit.

Kertas jadwal belajar grafis yang saya pasang di depan meja laptop. Dokpri

Dan saya harus berusaha konsisten biarpun kadang pas hari belajar saya malah tidak belajar. Tapi ndak apalah yang penting saya tidak gagal fokus dengan mempelajari aplikasi atau software lainya.

Saat belajar grafis, saya merasakan ada kenikmatan tersendiri. Mungkin karena saya pernah melakukan banyak kesalahan di waktu sebelumnya. Hingga saat ini, saya sudah belajar sampai di video ke 13 yang saya pelajari secara otodidak lewat youtube dan sudah lumayan bisa. Bahkan konten grafis di artikel ini saya buat dengan software ini.

Yang bikin saya semakin semangat belajar adalah karena software ini support Bahasa Indonesia, sehingga dipelajari lebih mudah. Nantinya jika saya sudah paham grafis, saya baru akan meneruskan belajar edit video after effects. Secara, ngeblog itu bukan hanya tentang menulis dan menggambar. Tapi konten video juga tak kalah penting. Nggak heran jika sekarang semakin banyak saja youtuber youtuber baru bermunculan.

Dari banyak kesalahan yang saya lakukan, saya banyak mendapat pelajaran berharga bahwa untuk meraih sesuatu kita harus berani berkorban dan menanggung resiko. Seperti yang saya alami diatas. Dan saya juga tau bahwa ada hikmah dibalik semua semua yang kita lakukan.

Kumpulan video tutorial belajar grafis di laptopku. Dokpri

Seandainya dari dulu saya tau kalau ternyata yang saya butuhkan adalah desain grafis, mungkin sekarang saya sudah mahir grafis menggunakan software terkait seperti coreldraw ataupun adobe illustrator. Sehingga konten blog pun jadi lebih menarik. Tapi namanya juga belajar otodidak, banyak mengalami kesalahan adalah hal yang wajar dan lumrah.

2] Belajar SEO (Search Engine Optimization)

Seringkali saya tertegun mana kala tulisan blogku yang jumlahnya hampir 500 artikel namun pengunjungnya justru lebih sedikit, hanya seratusan saja. Padahal rutin nulis dan umur blog sudah 9 tahun. 

Saya merasa seperti sangat sia sia sekali menulis walaupun ada yang bilang bahwa setiap tulisan bakal ada pembacanya sendiri. Iya sih, tapi kalau mereka berkunjung sebulan sekali ke sebuah artikel kan seperti bohongan. Capek capek nulis tapi gak ada yang baca. Kan seperti kurang bermanfaat. Secara kan kita menulis biar bisa di baca orang.

Beberapa waktu lalu saya juga sempet belajar ilmu seo sedikit dari seorang teman blogger. Dan setelah saya dikasih arahan olehnya, ternyata dari cara saya menulis, potensi artikel saya untuk di baca sangatlah sedikit.

“Kalo dilihat dari cara kamu menulis, itu seperti tidak ada yang membaca tulisanmu. Masa kamu mau ngandelin visitor dari komunitas doang ?” ungkap dia.

Dari situ saya berpikir kalau tulisan saya begini terus kapan majunya ? Lagian visitor itu penting untuk menaikan popularitas blog kita di mata google agar DA (Domain Authority) blog kita naik. Karena semakin tinggi DA maka upah atau tarif endors pun semakin tinggi. Apa gunanya coba, sudah nulis banyak sekali tapi yang berkunjung sangat sedikit. Rasanya kan seperti sia sia, iya enggak ?

#1 Jumlah artikel yang mencapai 500. Dokpri

#2 Biarpun artiel banyak namun pengunjungnya sangat sedikit. Tidak sampai 200 perharinya. Dokpri

Nah, di 2019 ini saya ingin sekali belajar SEOagar tulisan blogku semakin banyak yang membaca. Bagi mereka para blogger urban yang tinggal di kota besar seperti Jabodetabek, ada banyak komunitas blogger yang sering membahas tentang ini dalam sebuah kopdar.

Namun apa daya bagi blogger daerah seperti saya. Mereka harus berjuang sendiri, secara blogger daerah itu jumlahnya sedikit. Kalau di tempat saya malah gak ada. Paling 1 atau 2 orang saja. Itupun jika mereka mau di ajak belajar bersama.

Tentunya saya hanya belajar otodidak lewat artikel artikel di internet. Harapanya dengan dengan saya bisa SEO, visitor blog saya akan terus naik, sehingga upah ngeblog pun mengikuti.

Ada banyak tutorial di internet, seperti dari blognya Mas Sugeng, panduan IM, saung SEO, mastah SEO, dan banyak lagi yang lainya. Saya akan belajar dari yang termudah dahulu, kemudian jika sudah lumayan barulah beranjak ke level berikutnya.

Manfaat SEOuntuk sebuah blog adalah blog atau tulisan kita bisa berada diurutan teratas pencarian saat kata kunci diketikan. Semisal kita menulis artikel dengan kata kunci “sepatu Bandung”. Jika artikel kita SEOnya bagus, maka artikel blog kita bisa nampang di nomor urut 1 di halaman pertama google. Dengan begitu pengunjung blog kita pun akan naik drastis.

Satu artikel bisa nampang di nomor urut 1 page one google saja itu sudah bagus banget, apalagi semuanya. Minimal 30 persenya saja lah, pasti pengunjung blog kita akan sangat banyak. Biarpun jumlah katanya tidak terlalu banyak, namun karena SEOnya bagus, maka pengunjungnya pun mengikuti.

Berbicara soal desain grafis dan SEO, DUMET School adalah tempatnya kursus berbagai macam ilmu IT seperti desain grafis dan juga SEO.

Untuk desain grafis, software yang di gunakan disini yaitu seperti Adobe Photoshop, Adobe Ilustrator, Adobe Indesign dan Adobe Animate.

Adobe Photoshop untuk untuk mengedit gambar, seperti untuk mencerahkan gambar, membuat efek masking, merubah warna rambut, mengganti background, ataupun efek efek dramatis lainya. 

Sedangkan Adobe Ilustrator untuk membuat objek grafis berbentuk vector. Membuat gambar grafis di photoshop memang bisa sih, tapi lebih sulit dan hasilnya kurang maksimal karena photoshop lebih di khususkan untuk edit foto.

Untuk Adobe indesign biasanya dipakai untuk membuat desain majalah dan cover buku, dan Adobe Animate untuk membuat video animasi interaktif.

Untuk belajar SEO, di DUMET School ada kelas Digital Marketing. Namun bukan hanya SEO, tapi kita juga akan belajar WordPress, Facebook Ads & Instagram Ads, Adwords Search, Youtube Ads, Email Marketing, dan Landing Page.

Dan mengapa sih kita harus belajar di DUMET School ?

Karena DUMET School merupakan lembaga kursus IT terpercaya yang sudah meluluskan lebih dari 8000 murid. Mereka bukan hanya datang dari Indonesia saja, tapi dari luar negeripun banyak. Latar belakang para muridnya pun berbeda-beda, mulai dari pelajar, mahasiswa, guru, dosen, karyawan, pebisnis, professional dan banyak lagi yang lainya

Oiya, yang mau coba free trial belajar di DUMET School pun bisa lho. Dan biayanya pun sangat sesuai dengan apa yang akan dapatkan. Terlebih karena saat ini ada diskon menarik. Jadi biaya belajar pun jadi lebih ringan.

Akhirnya, itulah cerita tentang resolusi saya di tahun 2019 ini. Dan semua itu berawal dari kesalahan terdahulu yang pernah saya lakukan.

Cerita ini bukan hanya sekedar angan angan, namun saya benar benar ingin membuktikanya agar karir saya sebagai blogger daerah semakin beranjak naik. Siapa tau bisa memotivasi banyak orang untuk terus berkarya. 

Share This