Salah satu ketakutan terbesar dari orang tua adalah kejadian-kejadian yang buruk menimpa anaknya. Bayangkan, ketika tengah sibuk bekerja, seorang ayah mendengar kabar bahwa anaknya kecelakaan di jalan raya dan dirawat di rumah sakit. Atau seorang ibu yang hanya bisa melihat anaknya tengah terbaring sakit, jiwa seorang ibu mana yang tidak tersentuh dan iba.

Bagi orang tua, perlindungan terhadap anak bukanlah hal yang sepele. Orang tua perlu mengontrol lingkungan anaknya, baik itu di rumah, sekolah, dan lingkungan sekitar. Tujuannya agar si anak aman dari berbagai gangguan kesehatan, kecelakaan, dan lainnya yang dapat mengancam buah hati.

Kalau di luar negeri, awareness terhadap jaminan kesehatan keluarga sudah lama diterapkan. Sementera di Indonesia, baru beberapa tahun belakangan mulai digalakkan. Namun tidak sedikit yang masih belum menyadari arti penting dari jaminan kesehatan untuk keluarga dan anak.

Saat ini, memilih asuransi sudah jauh lebih mudah jika dibandingkan beberapa tahun lalu. Kita tidak perlu lagi repot-repot mencari info tentang asuransi. Karena kini sudah banyak asuransi yang bisa diakses di dunia maya. Kita bisa melihat berbagai jenis asuransi dengan pilihan premi dan benefit yang akan didapat.

Lantas, bagi orang tua yang ingin memilih asuransi untuk keluarga dan buah hati, seperti apa caranya? Yuk kita lihat.

1. Periksa Kondisi Keuangan

Sebelum memilih jenis asuransi yang diinginkan, alangkah baiknya kita melakukan assessment terhadap kondisi keuangan. Di sini, akan terlihat neraca keuangan kita yang meliputi cash flow dan anggaran tak terduga yang tersedia. Selanjutnya lebih mudah mendapatkan gambaran berapa dana yang akan dianggarkan untuk asuransi kesehatan.

Pemeriksaan ini nantinya akan berkaitan dengan langkah-langkah selanjutnya dalam memilih jaminan kesehatan. Jangan sampai nanti justru mengganggu kebutuhan dasar lainnya.

2. Pemilihan Fasilitas Asuransi yang Diinginkan

Setelah selesai melakukan assessment, kita akan dihadapkan dengan banyaknya pilihan jenis asuransi dari berbagai perusahaan. Selain itu, dalam satu perusahaan juga ada berbagai jenis dan tingkatan lagi yang ditawarkan. Masing-masing penawaran memiliki plus minus yang berbeda bagi setiap orang.

Pemilihan ini juga nantinya berkaitan dengan kelas perawatan. Perlu diingat jika ingin melakukan upgrade kelas perawatan, biasanya akan dikenai charge yang lebih mahal dari biasanya. Namun jika turun kelas, biasanya tidak ada pengembalian uang. Untuk pemilihan ini disesuaikan dengan kebutuhan dan preferensi masing-masing.

3. Berikan Jaminan Kesehatan Sedini Mungkin

Semakin cepat kita memberikan jaminan kesehatan untuk keluarga, maka akan semakin baik. Kenapa? Karena kondisi darurat dapat terjadi kapan saja dan harus ditangani sesegera mungkin. Bahkan pengeluarannya dapat lebih besar dibandingkan dengan premi asuransi. Untuk itu, sangat tidak baik untuk menunda-nunda jaminan kesehatan untuk keluarga.

Hal ini juga harus menjadi perhatian jika ada penyakit turunan dalam riwayat keluarga. Karena risiko terkena penyakit akan lebih besar dari biasanya.

4. Jujur dan Teliti Dalam Mengisi Aplikasi

Nah, dalam mengisi aplikasi, calon peserta harus memperhatikan betul syarat dan ketentuan yang disampaikan. Seluruh bagian harus dibaca dengan teliti agar tidak terjadi kesalahpahaman, maupun hal-hal yang tidak diinginkan.

Mulai dari durasi asuransi, tata cara klaim, serta syarat-syarat mengajukan harus dipahami dengan baik. Jika diperlukan, tanyakan langsung dengan pihak asuransi agar tidak terjadi kekeliruan.

Selain itu, dalam mengisi formulir asuransi juga harus jujur dan sesuai dengan kondisi yang sebenarnya. Misalnya tentang riwayat penyakit yang pernah diderita, alergi, penyakit turunan, dan lainnya. Sehingga ke depannya, proses klaim dapat berlangsung dengan lebih mudah dan manfaat akan lebih maksimal.

5. Perhatikan Kebiasaan dan Aktivitas Keluarga/Anak

Aktivitas dan kegiatan anggota keluarga juga harus diperhatikan dalam memilih jenis asuransi. Bagi anak yang menjalankan pendidikan home schooling, tentu memiliki risiko yang lebih kecil dalam hal kecelakaan lalu lintas dibandingkan sekolah biasa. Selain itu, aktivitas dan hobi anak yang banyak di luar ruangan juga tentu akan berpengaruh.

Demikian juga halnya dengan orang tua. Orang tua yang bekerja di kantor memiliki risiko yang lebih sedikit dibandingkan pekerja di luar kantor. Pekerja kantoran biasanya juga sudah di-cover oleh perusahaan tempatnya bekerja.

Jadi, tunggu apa lagi?

 

Share This