“Permisi Dok saya mau periksa lagi” sapa saya ke Dokternya

“Masih sakit Mas ?” jawab Dokternya

“Masih Pak” Jawab saya

“Usus buntu, operasi” jawab dokternya lagi

Deg ! Saya langsung mrebes mili (keluar air mata) membayangkan perutku akan di sayat-sayat.

“Oh Tuhan saya takut sekali hiks hiks” batin saya kala itu dengan penuh rasa kecamuk. Pasien yang melihat saya, pun memandang dengan penuh tanya. 

“Memangnya harus di operasi ya Dok ?” tanya saya penasaran.

“Kalo ndak di potong usus buntu yang bengkak, nanti menjalar ke usus besar dan pembedahannya akan lebih lebar, sampe kesini-sini nih” Jawab dokternya lagi sambil menunjuk ke arah perutnya.

Mendengar hal itu saya pun ketakutan.

Setibanya dirumah seluruh anggota keluarga saya kalang kabut, terutama sang Ibu. Beliau sampai tergeletak di lantai mendengar kabar buruk menimpa saya. Maklum karena saya sangat dekat dengan Ibu. Melihat respon Beliau yang demikian, kesedihan saya semakin mendalam.

Karena tak ingin berlama-lama sakit, maka berangkatlah saya menuju rumah sakit sesuai anjuran dokter. Saat menunggu antrian periksa, rasa hati sangat berkecamuk tidak karuan karena seumur umur baru sekali menginap di umah apik ini kalau kata Ibu saya.

Setelah melalui proses pemeriksaan yang cukup lama, gelang bertuliskan nama saya pun diberikan oleh petugas. Saat mengenakan gelang tersebut, rasanya seperti orang termalang di dunia. Kemudian saya beserta rombongan pasien lain diantarkan menuju kamar masing-masing.

Sesampainya di kamar, saya yang badanya sehat bugar harus di suntik infus. Dan itu sakit sekali. Terlebih saat selang infus sering tersumbat darah karena saya memang harus gerak. Seperti ke kamar mandi ataupun saat sholat dan wudhu. 

Tangan saya di infus padahal tubuh masih sehat bugar. Dokpri

Saat itu saya memilih kamar kelas 3 karena lebih murah. Namun udaranya sangat panas seperti di ungkeb. Saya tak pernah bisa tidur nyenyak karena panasnya luar biasa. Keringat selalu bercucuran dan baju selalu basah kuyup. Bayangkan, 7 hari lamanya harus mandi keringat siang malam, kayak apa coba ?

Hari berikutnya saya harus menjalani ronsen. Sebelum pemeriksaan ronsen, dokter memberikan saya obat dan mengharuskan saya untuk puasa serta menahan pipis sampai waktunya tiba.

Akhirnya tibalah saatnya pemeriksaan. Dan dibawalah saya ke ruang ronsen dengan kursi roda. Rasanya itu lho, menyedihkan sekali, karena seumur-umur baru kali itu saya di dorong-dorong pake kursi roda. Disitu, Ibu selalu setia menemani saya.

Dan ternyata setelah hasil ronsen keluar, penyakit belum terlihat.

Berlanjutlah di hari berikutnya. Saya disuruh minum bubuk putih untuk pemeriksaan USG dan sinar X. Dan saya juga kembali disuruh puasa dan menahan BAB dari jam 12 malam hingga waktunya pemeriksaan. Setelah pemeriksaan dilakukan dan hasilnya didapat, ternyata memang benar jika saya positif usus buntu.

Saya mengira jika ini hanya sakit biasa dan berharap hasilnya negatif. Namun ternyata dugaan saya salah. Mengetahui saya positif usus buntu, pihak rumah sakit meminta persetujuan tanda tangan tindakan operasi dari keluarga saya. Kemudian Ibu saya pun maju untuk menandatanganinya.

Mengetahui saya akan di operasi, rasanya sangat “mendung”. Hati berkecamuk akan esok hari. Dalam hati saya terus berdo’a agar semua berjalan lancar.

Dan, tibalah waktunya tindakan operasi dimulai. Ibu saya tak berani mengantar ke ruang operasi karena tidak tega melihat saya.

Dan kalian tau rasanya di operasi ? Tubuh saya kejang-kejang karena ruangan operasi yang sangat dingin. Selain itu juga karena efek obat bius yang di suntikan, yang hingga berbulan-bulan masih terasa.

Singkat cerita, operasi berjalan lancar dan saya harus membayar biaya rumah sakit yang cukup menguras kantong karena saya pasien umum. Tidak mengapa sih karena saya sehat kembali. Namun karena saat itu saya juga sedang merencanakan pernikahan dan butuh biaya banyak, dana persiapan nikah pun jadi berkurang. 

Ya ! seketika kondisi keuanganku goyah. Bahkan Ibuku harus menomboki biaya rumah sakit. Saat proses pemulihan, tentu saja saya belum bisa bekerja. Padahal saya harus mengeluarkan biaya untuk jasa perawat yang datang kerumah. Kemudian biaya berobat dokter karena saya harus berobat kembali. Dan biaya lainya yang membuat dana makin berkurang.

Karena hal tersebut, Ibu saya selalu khawatir dan sering melamun karena takut biayanya akan sangat mahal. Bahkan beliau sempet mengatakan jika pernikahan di undur saja karena saya belum terlalu pulih. Untung saja saya belum sempat mengatakannya ke calon istri saya saat itu. Kalau sampai saya mengatakannya, entahlah ! Karena sebelumnya jadwal juga sudah di undur. Namun beruntunglah karena akhirnya pernikahanku berjalan lancar

Oh seandainya saja waktu itu saya memiliki Asuransi Kesehatan Sequis, tentu kondisi keuanganku jauh lebih baik karena biaya rumah sakit tercover oleh asuransi kesehatan tersebut.

8. Memiliki banyak jenis pembuatan website

Hai Millenial, lindungi masa depanmu

dengan Asuransi Kesehatan dari Sequis

Created by Amir Mahmud

Asuransi Kesehatan & Rawat Inap

Proteksi Penyakit Kritis

Proteksi Kesehatan Wanita

Group Critical Illness Protection

Group Health

Produk

Ya ! Semua yang saya alami karena kebiasaan tidak sehat yang sering saya lakukan. Jajan sembarangan, jarang berolahraga, dan gaya hidup tidak sehat lainnya membuat saya harus menerima itu semua. Jangan di tiru, ya !

Nah, berkaitan dengan hal ini, saya ingin menuliskan 9 kebiasaan tidak sehat para millenial yang beresiko terhadap kesehatannya. 

Dan berikut penjelasan dari infografis diatas

Semenjak akses internet semakin mudah didapatkan, profesi baru banyak sekali bermunculan. Misal seperti blogger, youtuber, selebgram, desain grafis, jasa web designer, dan banyak lagi yang lainya. Cara kerja mereka pun sangat fleksibel karena bisa di kerjakan kapan dan dimana saja. Entah itu pagi, siang, sore, malam, ataupun dini hari.

Untuk saya sendiri yang seorang fulltimer blogger, saya bisa bekerja kapan saja yang saya mau. Entah itu pagi, siang, sore, malam, bahkan dini hari.

Dulu saya seringkali memulai kerja pukul 7 pagi dan baru selesai pukul 11 malam. Dan itu saya lakukan hampir setiap hari. Karena kesibukan yang melanda, sayapun tidak sempat berolahraga. Bagaimana mau berolahraga karena badan saja sudah lelah. Tentu lebih baik istirahat karena istirahat lebih dulu dibutuhkan tubuh ketimbang olahraga.

Produktif memang penting. Tapi jika sampai berlebihan tidak baik untuk kesehatan. Karena tentunya segala sesuatu akan terasa lebih nikmat jika tubuh kita sehat. Iya enggak ?

Sayangnya banyak millenial yang bekerja tanpa kenal waktu. Dari pagi hingga malam sibuk dengan kerjaan. Makan tidak teratur dan kurang istirahat cukup millenial rentan terkena penyakit.

Survey di Amerika Serikat yang dilakukan oleh BankRate mengatakan. Dari 1003 reponden, 54% diantaranya hobi makan diluar. Dan setidaknya mereka membeli kopi 3 kali dalam seminggu. Dan bukan hanya di Amerika, di Indonesia pun sama.

Ditempat saya, banyak anak-anak muda millenial yang hobi makan diluar tanpa memperhatikan apakah makanan tersebut sehat atau tidak? Dari pagi sampai malam banyak kafe dan warung pinggir jalan ramai dipenuhi anak muda. 

Padahal jenis makanan yang di jual merupakan makanan kurang sehat karena banyak mengandung bahan pengawet. Contohnya seperti seblak, bakso, mie ayam, dan banyak lagi yang lainnya. Beberapa kali saya juga mendapati seorang remaja menderita tumor dan harus di operasi. Saat di tanya kenapa, jawabnya karena terlalu sering makan diluar, terutama bakso.

Karena kesibukan yang teramat padat, aktivitas kebugaran seperti olahraga pun di lupakan. Deadline yang menjelang mengharuskan seorang millenial harus mengirimkan laporan hasil kerja secepat mungkin. Jika tidak maka akan mendapat teguran dari atasan. Atau jika dia seorang freelancer, maka akan terkendala soal  pembayaran.

Padahal olahraga sangat penting mengingat rutinitas pekerjaan setiap hari yang mengharuskan untuk duduk berlama-lama didepan komputer. Jarang berolahraga akan membuat tubuh terasa kaku. Punggung dan pundak terasa pegal karena terlalu lama duduk. Penyakit seperti diabetes, jantung, ataupun gangguan ginjal, pun sangat beresiko jika terlalu sering duduk.

Di kutip dari lama website doktersehat.com, ahli kesehatan bernama Andam Dewi mengatakan. 9 orang dari 10 millenial menggunakan waktunya untuk bekerja dengan posisi duduk dari mulai 6 sampai 13 jam perharinya. Nah, tuh kan ? 

Manajemen waktu yang buruk seringkali membuat millenial merasa capek sendiri. Distraksi saat bekerja membuatnya hanya membuang-buang waktu. Sehingga deadline yang harusnya di kirim hari itu juga menjadi telat. Jika sudah begitu, waktu istirahat pun tersita. Banyak kerjaan yang tidak di selesaikan tepat waktu karena main-main saat kerja.

Sosial media adalah salah satu penyebabnya. Kalau untuk pengalaman pribadi, biasanya saya sering mainin youtube dan instagram di sela-sela kerja. Dan ini membuat saya tidak produktif dan hanya membuang-buang waktu saja. Alhasil, kerjaan tidak selesai dan harus lembur sampai malam, bahkan hingga pagi.

Berdasarkan penelitian yang di lakukan oleh Gallup-Healthways terhadap lebih dari 2 juta orang pada 2016 lalu di Amerika membuktikan. Ternyata kaum millenial memiliki pola makan yang tidak teratur. Walaupun secara ekonomi cukup baik dan paham tekhnologi, tapi ternyata mereka kurang peduli dengan kesehatan. Penelitian tersebut juga membuktikan bahwa kaum millenial lebih suka makanan cepat saji yang kurang bergizi.

Dan memang benar sih ya. Karena saking sibuknya, seringkali saya telat makan. Sarapan pagi yang baiknya di lakukan sebelum jam 9, justru kadang di lewatkan atau terkadang di gabung dengan makan siang. Padahal sarapan pagi penting untuk nutrisi otak dan tenaga.

Bisa Anda lihat sendiri betapa banyak perokok di sekitar kita. Tak terkecuali dari kalangan millenial itu sendiri. Bahkan saat ini banyak remaja usia SMP yang sudah merokok. Dari sekian banyak orang di sektiar kita, yang tidak merokok bisa dihitung dengan jari.

Merokok memang berbahaya bagi kesehatan. Namun hal tersebut menjadi umum karena jumlah perokok yang semakin banyak. Padahal dalam bungkus rokok itu sendiri terdapat pesan bahaya akibat rokok.

Hal yang menyebabkan seorang merokok bermacam-macam. Misal karena terbawa pergaulan atau sekedar mencoba-coba hingga akhirnya ketagihan.

Menurut riset yang yang di lakukan The Tobaco Atlas di tahun 2015 membuktikan, 217.400 jiwa lebih masyarakat Indonesia meninggal karena rokok. Dalam 10 lenjer (batang) rokok yang di hisap selama sehari, harapan hidup seseorang turun sekitar 5 tahun. Hal itu di karenakan rokok memiliki resiko 20 kali lebih besar terhadap kanker paru-paru. Jadi, masihkah mau merokok ?

Minum kopi saat ini mulai menjadi gaya hidup. Bukan hanya di kota-kota besar saja, tapi juga merambah sampai ke kota-kota kecil. Mereka para millenial yang tinggal di kota-kota besar rela menghabiskan ratusan bahkan jutaan rupiah hanya untuk ngopi.

Sebuah riset yang dilakukan tim moneysmart membuktikan bahwa anak muda Jakarta rela menghabiskan dana untuk ngopi hingga 500 ribu perbulannya.

Oiya, kopi yang dimaksud bukan kopi biasa ya. Tapi kopi yang di olah secara istimewa sehingga citarasanya pun lebih nikmat. Tapi tetap saja kopi yang berasal dari biji kopi. Jika terlalu banyak tentu tidak baik untuk kesehatan.

Tentang efek negative dari kopi, saya sendiri juga sudah merasakannya.

Dulu saya memang suka minum kopi. Tapi sekarang tidak lagi. Karena minum kopi, jantung terasa berdebar-debar. Perasaan juga jadi was-was dan gelisah. Susah tidur pun iya. Perut juga terasa mual setelah minum kopi karena kopi dapat memicu asam lambung naik, bahkan sampai muntah. Kepala juga terasa pusing akibat minum kopi.

Keberadaan gadget seperti smartphone saat ini memang sangat membantu kehidupan sehari-hari. Namun penggunaan yang salah dapat menimbulkan masalah kesehatan. Seperti mata terasa perih, sakit punggung, sampai gangguan kejiwaan. Seperti yang kemarin viral di sosial media. Gara-gara kecanduan game, seorang pemuda mengalami gangguan kejiwaan.

Namun sayangnya fenomena kecanduan gadget sudah semakin merebak di kalangan anak muda. Kita bisa lihat sendiri, banyak anak muda nongkrong di wifi corner untuk bermain game berjam-jam lamanya, bahkan lembur sampai pagi. Dan tentunya ini tidak baik untuk kesehatan karena angin malam dapat menimbulkan berbagai macam penyakit.

Bagi mereka yang hobi mengakses sosial media. Platform ini banyak mengandung ujaran kebencian yang berpengaruh terhadap kesehatan mental anak-anak millenial. Jika tidak hati-hati, jari kita akan menjadi boomerang bagi diri kita sendiri. Kita pasti sering lihat betapa banyak kasus bullying di sosial media. Bahkan banyak juga yang berakhir di jeruji besi.

Kebiasaan ngemil juga gemar dilakukan oleh kalangan millenial. Ngemil sambil bekerja memang terasa nikmat karena lebih praktis dibanding harus makan makanan berat. Namun terlalu banyak ngemil, terutama jika cemilan yang dimakan tidak sehat, juga dapat menimbulkan efek negatif, misalnya kegemukan.

Contohnya saya sendiri. Saya memang suka sekali ngemil. Karena cemilan yang saya makan kurang bernutrisi, alhasil berat badan jadi naik dan perut menjadi buncit.

—–

Nah, itulah 9 kebiasaan tidak sehat millenial yang sering dilakukan. Mungkin untuk saat ini belum terasa efeknya karena memang jangka panjang. Keluhan baru akan terasa setelah sekian waktu lamanya, mungkin 10-15 tahun kedepan.

Dan ternyata perilaku diatas sama dengan yang saya lakukan. Hanya saja saya tidak merokok dan minum kopi. Akibatnya saya harus terbaring di rumah sakit dan menghabiskan banyak biaya. Maka dari itu, antisipasi penting diakukan agar kesehatan tetap terjamin. Salah satu cara terbaik adalah dengan asuransi kesehatan.

Bicara soal asuransi, Asuransi Kesehatan Sequis Life bisa menjadi pilihan tepat untuk generasi millenial saat ini.

Asuransi kesehatan ini memiliki banyak produk perlindungan yang bisa millenial pilih. Di antaranya seperti Asuransi Kesehatan Rawat inap yang terdiri dari Sequis Q Infinite Medcare Rider, kemudian Sequis Q Health Platinum Plus Rider, dan Q Health Easy Insurance. Asuransi kesehatan ini sangat cocok untuk para millenial jika semisal suatu saat mengalami sakit dan harus mondok di rumah sakit.

Untuk produk Sequis Q Infinite Medcare Rider, pelanggan akan mendapatkan  :

1] Perlindungan kesehatan sampai 90 M (milliar) pertahun.

2] Mendapatkan fasilitas terbaik VIP dan VVIP di seluruh dunia.

3] Fasilitas cashless di 500 lebih rumahsakit yang ada di Indonesia dan 50 lebih rumah sakit di Negara Malaysia juga Singapura. Dan banyak lagi yang lainnya.

Untuk produk Sequis Q Health Platinum Plus Rider, pelanggan akan mendapatkan layanan seperti : 

1] Perlindungan kesehatan sampai 85 tahun.

2] Terdapat manfaat tambahan untuk sakit kanker dan serangan jantung.

3] Terdapat manfaat jika terjadi kematian yang di sebabkan oleh kecelakaan. Dan banyak lagi yang lainnya.

Sedangkan untuk produk Q Health Easy Insurance, pelanggan akan mendapatkan fasilitas seperti :

1] Pengembalian premi 50% dari yang sudah di bayarkan dengan nilai terjamin setelah masa perlindungan asuransi berakhir.

2] Terdapat diskon yang bervariasi jika mengikutkan anggota keluarga. Dan banyak lagi yang lainnya. 

Memangnya, kenapa sih harus memilih Sequis Life  ? Oke berikut 5 alasannya :

Dan berikut penjelasan dari infografis diatas

1. Rekanan rumah sakit tersebar di seluruh Indonesia dan luar negeri

Jumlah rumah sakit rekanan Asuransi Sequis ada banyak sekali. Menurut data dari website Sequis, ada 2252 rumah sakit di seluruh Indonesia. Selain itu ada juga rekanan rumah sakit yang berada di luar negeri, yaitu di Singapura dan Malaysia. Jadi, bagi kalian yang tinggal di negara tersebut, klaim asurasi juga bisa di lakukan di rumah sakit negara tersebut.

2. Terpercaya

Hingga akhir 2018 Asuransi Sequis Life telah memiliki aset dengan jumlah total Rp 18, 4 triliun dari 410 ribu polis, dan dukungan 15.000 tenaga proffesional dalam bidang pemasaran.

Oiya, asuransi Sequis juga telah terdaftar di awasi OJK atau Otoritas Jasa Keuangan dengan nomor ijin usaha yaitu Kep-106/KM.13/1992. Fungsi dari OJK sendiri yaitu mengatur dan mengawasi jasa keuangan pada berbagai sektor dan lembaga, tak terkecuali untuk sektor perasuransian.

3. Proses klaim yang mudah

Mungkin bagi calon nasabah yang akan menggunakan layanan dari asuransi, ada yang berpikir proses klaimnya akan sulit. Tapi tidak untuk Sequis. Hal ini di buktikan dari testimoni dari Pak Budi Darmawan Hartono pada point 5 pada video pertama dibawah. Dimana ia mengklaim asuransi senilai total 561 juta. Beliau menuturkan bahwa pelayanan dari Asuransi Sequis cukup proffesional sejak ia berlangganan dari 2013 lalu.

4. Telah menerima banyak penghargaan 

Untuk penghargaan, Sequis Life telah meraih banyak penghargaan (22 penghargaan untuk sequis life dan 5 penghargaan untuk sequis financial) karena pelayanan dan dedikasi terbaik yang di berikan kepada para nasabahnya. Hal itu tentu membuktikan jika nasabah Sequis Life puas menggunakan produk-produknya, sehingga banyak penghargaan pun berhasil di raihnya. 

5. Testimoni dari para nasabah

Alasan umum mengapa seseorang menggunakan suatu jasa atau produk adalah karena testimoni yang di berikannya. Dan hal itu pun juga bisa Anda temui disini. Dalam video dibawah ada 3 video testimoni. Silahkan tonton sampai habis sebelum menggunakan jasa ini.

Usia muda memang masa-masa yang paling membahagiakan. Terutama buat para millenial yang sudah sukses dengan karirnya masing-masing. Entah mereka yang bekerja ataupun yang memiliki usaha sendiri. Namun ada satu hal yang paling penting, yaitu kesehatan. Kesehatan adalah nomor satu. Dengan kita sehat, kita bisa melakukan banyak hal yang kita mau. 

Mungkin kita pernah mendengar ucapan semua akan indah pada waktunya. Namun hal itu tidak selalu benar. Bagaimana jika saat moment tersebut tiba, saat itu juga tubuh kalian sedang di dera sakit, pasti bikin nyesek. Maka dari itu menyiapkan proteksi diri sedini mungkin merupakan pilihan cerdas agar apa yang kita rencanakan berjalan sempurna.

Sumber referensi artikel

1. https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20161016173020-255-165870/bekerja-13-jam-sehari-millennial-sampai-lupa-berolahraga

2. https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4284524/makin-banyak-perokok-muda-riskesdas-2018-sebut-angkanya-91-persen

3. https://lifestyle.kompas.com/read/2016/08/09/130600923/Generasi.Millenial.Perlu.Memperbaiki.Pola.Makan

4. https://www.moneysmart.id/konsumtif-dan-boros-jadi-gaya-hidup-milenial-jakarta/

5. https://food.detik.com/info-kuliner/d-3442925/survei-92-persen-kaum-millennial-lebih-sering-ngemil-dibandingkan-makan

6. https://www.brilio.net/life/kurangi-kebiasaan-makan-tidak-sehat-dengan-bermain-game-online–150730d.html

7. https://food.detik.com/info-kuliner/d-3547357/survei-buktikan-anak-millennial-makan-di-luar-5-kali-tiap-minggu

8. https://www.merdeka.com/infeed/5-kebiasaan-kaum-millennial-yang-tanpa-disadari-picu-stress-0222.html

9. https://hardrockfm.com/kebiasaan-yang-ternyata-membuat-kaum-millennial-stres/

10. https://kumparan.com/redaksiportalmadura/5-hal-yang-bisa-rusak-kesehatan-generasi-millenial-1538531966179595873

11. https://lifestyle.okezone.com/read/2017/09/05/481/1769940/217-400-penduduk-indonesia-meninggal-dunia-akibat-merokok

12. https://lifestyle.kompas.com/read/2019/01/05/193354120/meski-nikmat-waspadai-7-efek-samping-minum-kopi-berlebihan?page=all

13. https://food.detik.com/info-kuliner/d-3547357/survei-buktikan-anak-millennial-makan-di-luar-5-kali-tiap-minggu

14. https://doktersehat.com/penelitian-terlalu-sibuk-bekerja-generasi-milennial-semakin-jarang-berolahraga/ 

15. https://id.wikipedia.org/wiki/Otoritas_Jasa_Keuangan

Share This