Sebelum mulai bercerita, saya ingin bertanya pada kalian semua. Adakah salah salah satu dari kalian yang rumahnya tidak menggunakan listrik ? atau adakah dari kalian yang tidak memiliki kendaraan bermotor ? Saya yakin jika 99% dari kalian sudah memiliki kedua benda tersebut, Iya kan ?

Seperti yang telah ketahui bersama bahwa sebagian besar bumi kita terdiri dari lautan. Dan di kutub utara sana, gunung es semakin lama semakin mencair karena produksi panas yang di hasilkan penduduk bumi semakin meningkat.

 

Produksi panas itu sendiri bisa berasal dari asap knalpot kendaraan bermotor yang sehari hari kita pakai. Juga dari panas yang di timbulkan oleh listrik, gas buang industri, dan lain sebagainya. Selain karena hal tersebut, penebangan hutan secara liar juga merupakan salah satu penyebab global warming.

Dan jika hal itu terus terjadi, maka panas bumi semakin lama akan semakin naik. Dan pastinya kehidupan manusia juga akan terganggu, iya nggak ? Saya juga pernah membaca sebuah artikel bahwa salah satu Pulau di Bali sana, pada tahun 2030 akan tenggelam, benarkah ?

Hmmm sepertinya memang benar sih. Soalnya laut selatan yang ada ditempat saya kalau saya perhatikan, semakin kesini tingginya semakin menjorok ke daratan. Itu artinya peningkatan pencairan es di kutub utara memang terus terjadi.

Lalu, apa hubunganya dengan Wisata Alam Taman Nasional Petungkriyono, kayaknya kamu gak nyambung banget deh ?

Eits, tunggu dulu. Tadi kan sudah saya sebutkan sebuah kalimat “wisata alam” atau Ecowisata, yang artinya adalah kegiatan pariwisata yang berwawasan lingkungan dengan mengutamakan aspek konservasi alam, aspek pemberdayaan sosial budaya ekonomi masyarakat lokal serta aspek pembelajaran dan pendidikan tentang alam (Wikipedia). Dan di Wisata Alam Taman Nasional Petungkriyono ini hal tersebut sudah diterapkan.

Dan itu artinya jika kita berwisata ke sini, kita bukan hanya akan mendapatkan kegembiraan saat berwisata saja, tapi kita juga sedang mendukung aksi penghijauan agar bumi agar tetap lestari sehingga dapat meminimalisir dampak global warming, iya enggak ?

Iya betul juga yah……hehehe…

Dan untuk soal kemakmuran warga pekalongan. Saya juga ingin bertanya pada kalian semua. Tetangga kalian, teman kalian, atau saudara kalian, pasti salah satunya ada yang merantau, iya kan ? kalau enggak berarti saudara kalian tersebut memang orang yang beruntung karena punya pekerjaan atau usaha di kota sendiri tanpa perlu merantau.

Tapi bagaimana caranya agar warga pekalongan, terutama untuk kawula muda-nya tak perlu merantau namun tetap bisa produktif dan berpenghasilan tanpa perlu merantau ke kota ? Yups, benar sekali, jawabanya yaitu dengan kita berwisata ke Pekalongan dong, terutama ke Taman Nasional Petungkriyono.

Ah lebay kamu….

Hehehehe…tapi ada benernya juga sih. Karena dari pengunjung yang datang untuk berwisata, ekonomi warganya akan terangkat. Iya enggak ? Mereka bisa jualan, menyewakan kamar, jasa antar jemput dan lain sebagainya, sehingga jika dirumah sendiri sudah ada pekerjaan, ngapain merantau. Dan itu berarti bisa mengurangi angka pengangguran. Begitu yang dikatakan Bapak Bupati Asip Kholbihi SH, MSi di sela sela acara pembukaan festival ANPE 2017 kemarin (5/8/17 )di Sahid Mandarin Hotel Pekalongan.

Lagian, dengan tetap berada di kota sendiri, warga pekalongan bisa tetap mempertahankan budaya daerah yang masih menjaga nilai nilai luhur, iya enggak ? Karena seperti kita tahu, biasanya kalau orang sudah tersentuh budaya kota besar, cara dan gaya hidupnya sudah beda. Saat pulang kampung, ayam ayam pun pada kaget lalu teriak teriak “petok petok petok”. Mungkin si ayam sedang berkata “aduh duh duh kenapa celananya tinggi banget, ada mahkotanya juga kayak saya” wkkwkwkwk (tahu kan maksudnya). Dan seperti apa sih keindahan alam yang ada Wisata Alam Taman Nasional Petungkriyono ? Berikut penjelasan yang saya jabarkan dalam ungkapan keindahannya dari A – Z

 

A : Alami. Untuk di ketahui, bahwa hutan alam satu satunya di Jawa Tengah yang masih tersisa dan terjaga kelestarianya terletak di Petungkriyono Pekalongan Jawa Tengah. Saya benar benar takjub saat masuk di pintu gerbangnya, karena disambut oleh elang yang meliuk liuk terbang di udara. Jarang sekali lho ada elang hidup bebas di Pulau Jawa.

Udara disini pun sangat sejuk. Tidak heran jika hutan disini di jadikan laboratorium alam oleh pihak terkait, karena bukan hanya cocok untuk dijadikan tempat penelitian, tapi wisata dan religi.

Yang menarik lagi adalah karena masyrakatnya begitu sadar akan kelestarian hutan dengan menjaganya dengan baik, seperti tidak di perbolehkan menebang pohon, perburuan hewan dan lain sebagainya. Ada banyak sekali pohon pohon besar dengan akar akarnya yang menggantung, yang menandakan bahwa hutan ini benar benar alami.

B : Bersih. Yang paling menjadi dilema banyak orang saat berada di sebuah tempat wisata biasanya adalah karena banyaknya sampah yang berserakan dimana mana. Padahal tujuan dari sebuah acara wisata adalah membombongkan (menyegarkan) pikiran dari rutinitas harian yang padat. Namun karena tempat wisata yang di kunjungi kondisi lingkunganya kurang bersih, menikmati liburan pun menjadi kurang menyenangkan.

Tapi hal itu tidak terjadi di Taman Nasional Petungkriyono. Dari semua tempat wisata yang saya kunjungi, suasana lingkunganya cukup bersih. Tempat sampah pun tersedia dimana mana. Toilet pun juga sudah di sediakan, sehingga acara liburan pun menjadi lebih menyenangkan. Apalagi di curug bajing, tempatnya bersih, kamar mandinya pun bersih dan gratis. Namun walaupun gratis, kita tetap harus menjaganya ya, oke?

C : Curugnya banyak dan keren keren
Di Taman Nasional Petungkriyono ini banyak terdapat curug atau air terjunnya. Dan penjabaranya akan saya terangkan dalam poin poin berikut ini

1.Curug bajing
Curug curug di sini itu keren keren, tapi yang paling membuat saya takjub yaitu curug bajing. Kenapa ? itu karena air terjunya tinggi banget sampai 50 meteran. Sudah gitu curugnya berundak undak dan ada jembatanya. Jika kalian menoleh ke arah timurnya (timur atau barat ya saya kurang paham) kalian bisa melihat view rumah rumah penduduk dari ketinggian, keren banget pokonya. Dan airnya itu jernih banget.

Buat yang suka selfie, disini juga ada love lovean buat selfie. Buat yang pengin istirahat, disini ada gazebo juga. Dan rencana kedepan, bakal ada wahana permainan seperti flying fox, dan wahana pendidikan pertanian bagi anak anak. Untuk warung makan banyak ko, dan murah sangat oy. Gorengan aja cuma gope alias 500 an. Teh manis cuma 1500. Udah pemandangnya keren, makananya murah, cocok dah pokonya.

Dan saya juga punya cerita unik tentang curug bajing yang juga akan membuat kalian akan lebih takjub lagi, apa itu ? jangan kemana mana, baca terus ya, oke ?

2. Curug Sibedug. Curug sibedug ini letaknya persis di pinggir jalan. Makanya banyak orang berhenti untuk sekedar berfoto atau bersantai. Air terjunya ada 2. Dan pas saya masuk, airnya sangat jernih dan jernih. Dan yang pasti lingkunganya bersih. Toilet di sini juga sudah disediakan. Warung pun ada di sampingnya jika missal lapar atau ingin minum kopi.

Bukan hanya itu saja, disepanjang perjalanan saya juga banyak menemui curug curug kecil hingga sedang yang tak kalah menarik untuk dinikmati keindahanya. Namun karena sekarang musim kemarau, debit airnya kecil dan ada yang kering pula. Dan pastinya akan lebih indah lagi saat dimusim hujan.

D : Damai
Saya tahu bagaimana mengatasi masalah dalam hidup yang seringkali menimpa diri kita. Caranya ? datang saja ke curug bajing lalu berselfie ria. Kenapa saya bilang begitu ? karena disitu ada plang bertuliskan papan anti galau, wkwkwkwk…bener lho. Kalau kalian kesana, dijamin galau kalian akan hilang, minimal 1 % lah hihihihi…

E : Ekowisata pilihan
Dari sekian banyak Ekowisata yang ada di Pulau Jawa, saya merekomendasikan Taman Nasional Petungkriyono karena menyajikan pemandangan yang menyejukan mata. Tidak heran jika turis mancangera seperti pada point F di bawah pun datang ke Ecowisata ini untuk berlibur.

F : Favorit sampai orang bule
Bukan hanya turis lokal saja yang datang ke Petungkriyono untuk berwisata, orang bule pun suka datang kesini. Awal Januari 2016 lalu ada beberapa turis dari USA berlibur dan bermain tube rafting di sungai welo. Itu membuktikan bahwa keberadaan Ecowisata Petungkriyono sudah tersebar sampai Amerika sana. Kalau orang bule saja sudah mencobanya, masa kita yang turis local belum ?

G : Gak nyesel datang ke Petungkriyono
Ah pokonya gak nyesel deh datang ke Petungkriyono. Tempat wisatanya banyak, biayanya juga murah. Untuk masuk ke curug bajing saja kita hanya dikenakan Rp 7.000,- sudah termasuk biaya parkir motor. Selain itu juga pemandanganya indah dan udaranya sangat sejuk. Dan yang penting yaitu karena lingkunganya yang bersih.

H : Habitatnya satwa langka
Dari sekian banyak tempat wisata yang pernah saya kunjungi, hanya di Wisata Alam Taman Nasional Petungkriyono lah saya dapat menemukan binatang liar yang masih terjaga keberadaanya. Seperti saat di Sungai Welo, saya menjumpai ada empat monyet ekor panjang yang sedang mencari makanan di pepohonan. Dan juga elang saat ada di tugu gapura taman nasional petungkriyono.

Teman saya yang fotografer juga pernah menjumpai macam kumbang di jalan. Ih ngeri. Katanya kalau berpapasan dengan hewan ini, kita harus diam saja membiarkan sang macan lewat, baru kita pergi. Karena jika kita langsung pergi, maka sang macan bisa marah dan bisa terjadi hal hal yang tidak di inginkan, wak waoww…hiiii serem. Temen saya yang cewe pun pernah menjumpai ular besar dijalan. Ah bener bener habitatnya satwa langka disini.

Selain itu, disini juga hidup owa jawa yang punya kehidupan yang sangat unik karena memiliki sifat yang sangat setia kepada pasanganya. Menurut seorang teman yang orang pekalongan, owa ini hidup berkeluarga, ada ayah, ibu dan anak. Jika sang ibu meninggal, maka ia akan hidup sendiri selamanya karena konsisten dengan pendirianya, waowww kerennnnnn ^_^

I : Inspiratif
Bukan hanya tempat wisatanya yang keren, tapi disini ada tokoh masayarakat yang begitu menginspirasi karena kepedulianya terhadap keselamatan hutan Petungkriyono yang sekaligus CEO kopi Owa Jawa. Beliau adalah Bapak Tasuri.

Karena jasanya lah, kini hutan petungkriyono terjaga keasrianya sekaligus sebagai penyelamat habitat Owa Jawa beserta flora dan faunanya. Bukan hanya itu, beliau juga sukses menggandeng 40 keluarga untuk menjadi petani kopi hutan, sehingga ekonominya pun terangkat.

Waow Ini sangat kerennnnnnn…^_^

Untuk di ketahui, petani kopi hutan itu mengambil buah kopinya dari pohon kopi liar yang ada di hutan, bukan kopi yang di tanam sengaja dalam sebuah lahan sehingga harus ada pembukaan lahan.

Untuk Anda pecinta kopi, disini Anda bisa menikmati kopi owa jawa karya Bapak Tasuri yang pastinya memiliki citarasa khas karena terbuat dari kopi yang tumbuh liar di hutan. Sayapun sudah mencobanya dan rasanya khas sekali.

Selain itu Bapak Tasuri juga menciptakan kopi luwak dari binatang luwak yang hidup liar di hutan ? Dan pastinya rasanya beda dengan kopi luwak hasil tangkaran. Harga kopi bubuknya 2.5 juta /kg. Inspiratif sekali bukan ? Jika Anda kira Bapak Tasuri adalah orang berpendidikan tinggi, maka Anda salah. Beliau hanya tamat kelas 4 SD saja ko..

Dan yang paling keren lagi adalah karena karya milik Beliau sudah mendunia sampai ke Singapura, India, dan beberapa Negara lainya. Begitulah tutur Beliau saat bercerita kepada kami kemarin.

J : Jembatan sipingit juga keren
Di jembatan spingit ini ternyata juga ada curugnya namun kecil. Mungkin jika musim rendeng (penghujan) debit airnya akan bertambah. Jembatan sipingit ini juga merupakan spot yang menarik untuk leha leha (santai). Itu karena pemandangan batu batu besar. Sayapun tak sabar ingin segera mancrub (memasukan tangan ke air) dan ternyata airnya jernih, bersih dan dingin banget.

Menoleh ke arah bawah sungai, ternyata pemandanganya tak kalah keren juga. Buat kalian yang pengin istirahat atau berfoto foto, tempat ini cocok sekali. Apalagi karena ada warung kopi berdiri di dekatnya, maknyus tenan pokonya. Ikan ikan pun masih banyak. Menurut seorang teman yang orang pekalongan, warga disini tidak mau memburu ikan dengan cara illegal seperti protas atau racun. Karena mereka sadar bahwa kelestarian alam adalah asset untuk perkembangan wisata kedepanya.

K : Konservatif
Seperti yang sudah saya singgung diatas,dari sekian banyak wisata alam yang ada di Pulau Jawa, saya merekomendasikan Taman Nasional Petungkriyono karena menyajikan konsep konservasi. Di sini kita bukan hanya bisa menikmati wisatanya, tapi mengajarkan kita untuk menjaga dan mencintai alam agar tetap lestari. Secara kan hutan wisata ini merupakan hutan lindung satu satunya yang tersisa di Jawa Tengah.

L : Lokasinya mudah di jangkau
Buat Anda yang ingin ke pekalongan, dari arah Jakarta bisa menggunakan kereta api dan turun di stasiun pekalongan. Untuk Anda yang dari Surabaya pun sama. Kemudian bisa naik taksi atau angkot ke terminal Doro lalu naik angkutan umum bernama anggun paris ( angkutan gunung pariwisata ) sampai ke tujuan. Tarifnya cukup murah ko, kata tour guidenya kemaren, 1 mobil bayarnya 500 ribu berisi 12 orang. Menurut saya pas mengingat jarak yang ditempuh lumayan jauh dan berkelok kelok.

Kalau saya yang dari kebumen, saya bisa lewat Banjarnegara via Karangkobar lalu ke pekalongan. Tapi kudu siap siaga karena lewat tengah hutan dan jalanya naik turun. Udah gitu dingin banget sampai menggigil, jadi harus pake jaket tebal.

Dan kendaraan harus sudah oke serta bensinnya penuh karena di tengah jalan jarang banget yang jual bensin. Dan gak boleh lewat tengah malam ya, menakutkan soalnya. Kalau siang sih gak apa apa karena banyak orang lewat.

M : Memesona
Untuk saya sendiri paling suka suka dengan pemandangan dari curug bajing yang memesona. Ketinggian yang mencapai 50 meter seperti diatas saya terangkan memberikan sensasi yang berbeda bagi siapapun yang melihatnya. Airnya pun sangat jernih dan bersih. Selain itu saya juga suka dengan view dari rumah pohon di hutan yang ada di curug bajing. Mengapa saya katakan memesona ? karena tingginya itu bener bener tinggi banget. Jadi saya hampir berada di puncaknya, ngeliat ke sekitar itu berasa tinggi banget. Bener !

O : Oh My God indahnya Taman Wisata Alam Petungkriyono. Perjalanan jauh dari rumah saya di Kebumen ke Pekalongan terbayar sudah dengan indahnya Ecowisata Petungkriyono. Rasa lelah terbayar sudah setelah berbagai macam tempat wisata yang ada taman nasional ini.

P : Penginapan tersedia. Untuk Anda yang ingin menginap, di Kecamatan Petungkriyono tersedia penginapan. Harganya pas kemaren saya tanya ke seorang warga per malamnya 180 ribu. Dan untuk soal listrik tak usah khawatir, karena pas di curug bajing, saya tanya ke seorang ibu warung , listriknya berasal dari tenaga kincir air, jadi tak kuatir soal pemadaman. Dan kemaren waktu saya ngecarger hape, boleh banget sama ibunya dan gratis tis. Jadi tak perlu kuatir kehabisan daya.

Q : Queen of tempat wisata dan Rajanya tempat wisata di Pekalongan

S : Selfieable
Dari sekian banyak gaya selfie yang kalian punya, apa gaya yang paling kalian suka ? terutama buat para cewek cewek atau emak emak nih yang hobi selfie. Apa gaya selfie kalian ? bibir di ciutin, sambil ketawa, atau sambil melirik lirik ? Dan pastinya dengan background kece di belakangnya yah, terutama di curug bajingnya ^_^. Sedikit masukan dari saya : baiknya pohon selfienya di kasih pagar biar aman, terutama untuk yang welo asri. Saya kemaren gemeter sekali karena gak ada pagarnya.

T : Terawat
Untuk di ketahui, bahwa masyarakat sekitar tempat wisata begitu sadar akan keberadaan kawasan Petungkriyono, terutama untuk area wisatanya. Mereka paham bahwa kelestarian hutan juga akan memberikan dampa positif dan memberikan penghidupan bagi warganya. Hal ini sejalan dengan program pemerintah setempat baru baru ini dalam sector pariwisata dengan menggelontorkan dana 41 milyar rupiah untuk pengembangan kawasan wisata Petungkriyono. Jadi untuk kedepanya, fasilitas dan infrastruktur di kawasan wisata ini akan semakin lengkap. Terutama untuk akses jalan menuju lokasi.

U : Unik
Nah, ini nih yang paling di tunggu tunggu, karena ternyata ada cerita unik di salah satu spot wisata petungkriyono, yaitu di curug bajing. Jadi pas kemaren saya makan di warung yang lokasinya pas di bawah curug bajing tersebut, saya sempat berincang bincang dengan ibu warung yang saya lupa tanya namanya siapa. Dan sepertinya ibu tersebut tau dan dekat dengan juru kuncinya.

Menurut penuturan ibu tersebut, jadi curug bajing ini nama sebenernya bukan curug bajing. Beliau sudah mengatakan ke saya nama curugnya apa, tapi saya lupa namanya.

Jadi curug bajing ini dulunya adalah petilasan. Ibut itu bilang kalau disini tidak boleh berkata kasar, buang hajat, dan melakukan hal hal yang tidak terpuji. Karena jika sampai melanggar, bisa terjadi hal hal yang tidak di inginkan. Tidak mau kan ? makanya harus selalu bertindak sopan kapan saja dimana saja, ya ?

Di situ kalian bisa melihat kolam teratai. Itulah letak utama petilasanya. Jadi air kolam tersebut itu ada tembusanya di ujung gunung. Dan airnya mengalir ke kolam teratai tersebut.

Kata ibu tersebut, dulu sering ada orang sakit dan datang kesini dengan sebelumnya meminta bantuan sang juru kunci, dan kebanyakan sih cocok.

Tapi ibu itu juga bilang kalau juru kunci hanya sebagai perantara, dan Tuhan Yang Maha kuasa adalah segala galanya, agar kita tidak musyrik. Saat waktu kunjungan selesai sekitar jam 5 sore, sang Ibu menutup pintu pagar curug yang terbuat dari kayu, dan ibu pun pulang kerumahnya di perkampungan yang ada di bawahnya. Karena ini petilasan, ibu tersebut pun tidak berani menjual makanan mahal mahal. Karena katanya, hidup itu hanya sementara, dan kita sebagai manusia harus bisa saling memudahkan antar satu dengan yang lainya.

V : Variatif
Seperti diatas saya tuliskan, di Petungkriyono banyak wisata menariknya. Seperti curug bajing yang super tinggi, curug sibedug yang letaknya deket dari jalan, curug welo, curug lawe, hutan sokokembang, jembatan sipingit, yang kesemuanya menawarkan keindahannya masing masing.

W : Welo rivernya bikin nggak tahan pengin nyebur
Di Taman Nasional Petungkriyono, kita bisa mendapatkan banyak pengalaman menyenangkan. Seperti bermain river tubing di sungai welo contohnya. Di welo river ini kita bisa bermain river tubing atau berhanyut di atas ban mobil yang sudah dikasih alat sedemikian rupa agar aman. Namun kita di anjurkan untuk menyewa paket river tubing dengan harga 75 ribu per orang dan minimal 5 orang agar bermain main di air ada yang mengawasi.

Di welo river ini juga ada spot rumah pohonya. Jadi rumah pohon ini berupa pohon yang besar dan banyak akarnya dan di kasih tangga. Di bagian atasnya dikasih amben atau gardu pandang buat berfoto foto, wah keren banget pokonya. Disini juga ada rumah pohon bentuk love dan bentuk sandal jepit, unik ya ?

X : exotis. Mmmm eksotis atau exotis ya ? sepertinya hampir sama dan itu hanya versiku saja sebagai blogger dengan gaya kepenulisan popular. Dan hubunganya dengan Ecowisata petungkriyono yaitu karena ragam wisatanya memberikan panorama yang eksotis, exotic, terlihat biasa namun memiliki daya tarik untuk melihatnya. Contohnya curug bajing dengan sejarahnya dan kisah inspiratif dari Pak Tasuri yang memberikan kita pelajaran.

Y : Yakin gak mau ke Petungkriyono, tar nyesel loh ? secara kan Ecowisata Petungkriyono itu Zamrudnya hutan di Jawa Tengah. Nah, itulah berbagai macam keindahan di Wisata Alam Taman Nasional Petungkriyono Pekalongan Jawa Tengah dari A – Z versi saya. Dan kita sebagai manusia wajib menjaganya agar tetap lestari, agar bumi kita tetap adem, dan agar ekonomi masyarakat Petungkriyono meningkat, sampai jumpah yah….dadah….