Pilih Laman

Inilah Bukti Jika Perpustakaan Unsyiah Begitu Memotivasi dan Mengispirasi

Hai kawan, sudah tahu belum, jika di Unsyiah atau Universitas Syah Kuala Banda Aceh sana, ada sebuah perpustakaan yang sangat inovatif, kreatif, dan keren abis. Kenapa ? karena perpustakaan ini mampu menghadirkan cara bagaimana agar para civitas akademika ataupun masyarakat umum, tertarik untuk membaca buku di perpustakaan Unsyiah dengan cara yang tidak biasa namun mengasikan, unik, dan tidak membosankan.

Bayangkan saja, untuk meminjam dan mengembalikan bukunya, para pengunjung bisa melakukanya dengan mudah tanpa harus bertatap muka dengan petugasnya. Ini karena di Perpustakaan Unsyiah sudah di lengkapi tekhnologi canggih bernama self loan station untuk peminjaman dan self return station untuk pengembalian buku. 

Gedung Perpustakaan Unsyiah. Foto :  Chairuna Auliani 

Suasana dalam ruangan perpustakaan Unsyiah. Foto :  http://library.unsyiah.ac.id

Oiya, Selain itu, fasilitas fasilitas lain yang bisa di temukan disini yaitu dengan adanya pojok Relax and Easy, yaitu tempat dimana para pengunjung bisa menyalurkan hobi atau bakatnya. Misal pengunjung hobi menyanyi atau bermain music, maka bisa menyalurkan hobinya disini. Atau pengunjung yang suka dengan stand up comedy pun bisa meng-ekspresikanya disini.

Dan karena kekreativitasan dan ke inovativan UPT. Perpustakaan Unsyiah, banyak orang yang termotivasi terutama dari kalangan pustakawan (orang yang bergelut di bidang perpustakaan) untuk menerapkannya di perpustakaan mereka. Siapa saja mereka, ini dia.

1] UPT. Perpustakaan Unsyiah menjadi tempat pelatihan staff perpustakaan dari Unlam (Universitas Lambung Mangkurat) Banjarmasin.

Karena ke kreativitasan dan ke inovativan yang di lakukannya, UPT. Perpustakaan Unsyiah dipilih menjadi tempat pelatihan oleh para staff perpustakaan Unlam selama seminggu, mulai dari tanggal 23 hingga 28 Mei 2016 lalu.

Kepala Perpustakaan Unlam Banjarmasin yaitu Bpk. Deden Koswara yang juga menjadi peserta NDT, mengatakan, bahwa materi yang di berikan oleh Perpustakaan Unsyiah itu banyak sekali yang mereka dapatkan. Dan hal tersebut merupakan ide dan inspirasi bagi mereka untuk perkembangan perpustakaanya.

Staff staff Unlam saat belajar di UPT. Perpustakaan Unsyiah. Foto : http://library.unsyiah.ac.id

“Sehubungan dengan informasi yang kami dapatkan dari unsyiah, insyaAllah kami akan terus menyempurnakan kekurangan yang kami miliki,”ujar Bapak Deden Koswara. Beliau, juga sangat terkesan setelah seminggu keliling keliling disini. Kebebasan yang diberikan pustaka Unsyiah kepada para mahasiswanya seperti di bolehkan membawa tas masuk ke dalam perpustakaan, tersedianya system pendeteksi, begitu menginspirasi pihak Unlam untuk di terapkan di Perpustakaan Unlam. Karena di kampusnya, konsep seperti ini belum di terapkan.

2] Kekaguman Profesor Surin Maisrikrod dari Walailak University Thailand terhadap UPT. Perpstakaan Unsyiah.

Seorang Profesor dari Thailand bernama Bpk. Surin Maisrikrod dari Walailak University, Thailand, menyatakan kekagumanya atas segala ke kreativitasan dan ke inovativan yang ada di perputakaan Unsyiah ini, terutama untuk tekhnologi peminjaman dan pengembalian buku secara mandiri yaitu self loan station dan self return station, serta UILIS mobilenya.

Beliau sangat kagum dengan itu semua, karena di Universitasnya, hal seperti ini belum ada. Beliau pun akan segera mendiskusikanya dengan para staff perpustakaan di kampusnya terkait hal ini untuk perkembangan perpustakaan di kampusnya.

Kedatangan beliau pada 24 Mei 2017 ke sini, yaitu dalam rangka menghadiri pertemuan IMT – GMT UNINET 2017 di AAC Dayan Dawood Unsyiah. Dan di sela sela Acara, Beliau berkunjung ke Perpustakaan Unsyiah.

Kunjunga Profesor Surin  Maisrikrod ke UPT. Perpuustakaan Unsyiah. Foto : http://library.unsyiah.ac.id

3] Mahasiswa Malaysia kagum dengan perpustakaan Unsyiah.

Sejumlah 67 Mahasiswa asal Pahang Malaysia mengadakan librabry tour ke UPT. Perpustakaan Unsyiah. Salah seorang mahasiswa mengatakan, bahwa mereka menyatakan kekagumanya terhadap Library Unsyiah yang belum ada di kampus mereka.

Menurut salah satu mahasiswa, semua hal hal baik yang ada di library Unsyiah akan di bawa ke kampusnya, seperti para mahasiswanya yang cukup baik dan disiplin, dan juga dari banyaknya mahasiswa Unsyiah yang beraktivitas di perpustakaan. Beliau juga kagum dengan fasilitas peminjaman mandiri yang ada di Library Unsyiah, dan akan menerapkanya di Kampusnya.

Kedatangan mereka kesini selain wisata perpustakaan, juga dalam rangkan menjalin tali silaturahmi antar Negara serumpun. Sebelum mereka, pustakawan asal Malaysia juga pernah datang ke sini.

Mahasiswa Malaysia saat berkunjung ke UPT. Perpustakaan Unsyiah dan mencoba alat peminjam buku mandiri. Foto : http://library.unsyiah.ac.id

4] Yokta dari Universitas Pendidikan Ganesha, Bali, kagum dengan perpustakaan Unsyiah.

Perpustakaan Unsyiah begitu memberikan angin segar dan wawasan baru kepada Yokta dan teman temanya dari Universitas Pendidikan Ganesha, Bali, saat berkunjung ke sini. Secara, dia dan rekan rekanya merupakan pengemban atau pengelola system informasi di kampusnya.

Menurutnya, dia beserta rombongan sangat kagum dengan segala kemudahan yang di berikan perpustakaan Unsyiah ke pengunjungnya. Seperti coffe shop untuk bersantai, peminjaman buku secara mandiri, koleksi buku, jurnal, buku elektronik, di sediakanya tempat berdiskusi, dan lain sebagainya.

Dan dari library Unsyiah ini, ia banyak mendapat inspirasi dan akan mencoba berusaha untuk menerapkan konsep seperti ini di kampusnya, yaitu Universitas Pendidikan Ganesha, Bali.

Yokta dari UNDIKSHA Bali saat mencoba fitur peminjaman buku mandiri di Perpustakaan Unsyiah Foto : http://library.unsyiah.ac.id

5] Perpustakaan Unnes (Universitas Negeri Semarang) belajar dari perpustakaan Unsyiah.

Dalam rangka kunjungan kerjasama antara Unnes dan Unsyiah, Rektor Unnes, Prof. Fathur Rokhman, M. takjub melihat perkembangan dan inovasi yang ada di perpustakaan Unsyiah. Beliau mengatakan bahwa Perpustakaan Unnes harus belajar dari Perpustakaan Unsyiah.

Beliau kagum dengan segala fasilitas yang di berikanya, seperti program peminjaman mandiri dan program yang memotivasi mahasiswa, yaitu relax and easy.

Rektor Unnes saat berkunjung ke Perpustakaan Unsyiah Foto : http://library.unsyiah.ac.id

Nah, itulah 5 hal yang memotivasi para tamu tamu dari kampus kampus lain, yang akhirnya mereka berusaha menerapkan konsep seperti ini di kampusnya masing masing. Dan selain itu, saya juga akan membahas hal hal inspiratif yang ada di perpustakaan Unsyiah ini :

1.Ada Cafe dan ruang ekpresinya

Perpustakaan Unsyiah memiliki Cafe yang bisa digunakan untuk berasantai para pengunjungnya. Konsep ini di tanamkan dengan maksud agar para mahasiswa tidak bosan berada lama lama di dalam perpustakaan untuk membaca. Sehingga mereka pun jadi lebih banyak membaca. Pada akhirnya, para mahasiswa atau pengunjung akan lebih banyak mendapatkan wawasan yang lebih luas.

Mahasiswa atau pengunjung yang ingin mengekspresikan dirinya seperti bermain musik atau stand up comedy, atau juga pertunjukan lainya, disini juga di sediakan tempatnya. Dengan begitu, mereka bisa menyalurkan bakat mereka masing tanpa harus keluar perpustakaan. Menarik sekali, bukan ?

Ruang ekpresi dan Cafe agar mahasiswa betah berlama lama di perpustakaan. Foto : http://library.unsyiah.ac.id

2.Ada pemilhan Duta Membaca setiap tahunya.

Untuk mendorong minat baca yang lebih tinggi, Unsyiah library mengadakan festival tahunan yaitu ULF atau Unsyiah Library Fiesta. Setelah sukses dengan Unsyiah Library Fiesta 2017 yang bertema More than Just Library, sesuai dengan tahunya, kali ini bernama Unsyiah Library Fiesta 2018, dengan tema To Motivate, To Inspire.

Unsyiah Library Fiesta 2018 adalah acara yang memiliki 4 program, yaitu Sponsorship, Program Event, Competition dan Promotion. Di program ini, nantinya juga akan di pilih duta membaca yang tugasnya nanti mengajak banyak orang terutama civitas akademik untuk gemar membaca. Dengan adanya duta membaca, maka akan semakin banyak orang yang gemar membaca, sehingga wawasan mereka pun jadi lebih luas.

Duta baca Unsyiah. Foto : http://library.unsyiah.ac.id

3. Tempatnya luas dan sangat nyaman.

Library Unsyiah itu luas dan tempatnya sangat nyaman. Kebersihan juga sangat terjaga disini. Terdapat 3 lantai di gedung ini. Ada banyak meja dan kursi yang bisa di gunakan untuk membaca. Dan yang pasti disini juga di sediakan wifi super kencang untuk akses internetnya.

Kalian yang ingin membaca baca sambil lesehan di lantai pun bisa, karena sudah di sediakan tempatnya. Dan di bedakan lho antara tempat membaca lesehan laki laki dan perempuan. Ada kasurnya pula biar bisa duduk leyeh leyeh sambil baca buku, dan ada mushola khusus perempuanya pula. Sementara untuk parkirnya pun luas dan aman, karena ada petugas parkirnya.

Tempat yang luas dan terdapat tempat baca lesehan baik laki laki maupun perempuan, membuat pengunjung betah berlama lama di perpustakaan ini. Foto: http://library.unsyiah.ac.id

4. Boleh bawa tas dan makanan sendiri.

Oiya, disini juga di perbolehkan lho membawa tas. Jadi, nilai nilai keislaman terutama tentang kejujuran begitu terlihat di Aceh sini. Dan antara pihak pengunjung dan pihak perpustakaan sepertinya memang sama sama saling percaya bahwa bertindak tidak terpuji seperti meminjam buku tanpa ijin itu dilarang. Oiya, bawa makanan juga boleh lho, asal yang ringan ringan saja, jangan bawa nasi rantangan atau makanan yang berat berat ya hehehe. 

Pengunjung di perbolehkan membawa tas karena nilai nilai keislaman begitu di terapkan di Aceh. Foto : http://library.unsyiah.ac.id

5. Menginspirasi para kreator karena menjual souvenir

Di perpus Unsyiah ini, menjual berbagai macam kreasi mahasiswa seperti seperti gantungan kunci, boneka, wisuda gift, dan lain sebagainya. Harganya mulai dari 3 ribu sampai 150 ribu. Saat tahun ajaran baru, omset bisa naik sampai 5 juta per bulan. Sedangkan hari hari biasa sekitar 500 ribu per bulan. System bagi hasilnya pun menguntungkan karena 80% untuk mahasiswa dan 20 % untuk kampus. 

Dengan adanya pojok souvenir ini, bisa memotivasi para mahasiswa untuk menyalurkan kreativitasnya dalam bidang wirausaha. Misalkan ada seorang mahasiswa yang pandai membuat gantungan kunci, lalu bisa di titipkan untuk dijual sehingga bisa mendapatkan penghasilan, keren sekali, bukan ?

Berbagai souvenir yang di jual di perpustakaan Unsyiah. Foto : http://library.unsyiah.ac.id

6. Merupakan perpustakaan standar internasional.

Untuk di ketahui, UPT. Perpustakaan Unsyiah sudah mendapatkan sertifikasi Sistem Manajeman Mutu ISO 9001 : 2008 pada tanggal 12 Juli 2015 lalu. Apa artinya ? ISO 9001 : 2008 adalah sertifikat kelas internasional yang merupakan symbol dan melambangkan bahwa di suatu tempat, dalam hal ini Perpustakaan Unsyiah, terdapat system yang bermutu dan berstandar internasional. Atau bisa di bilang jika perpustakaan ini setara dengan perpustakaan perpustakaan kelas dunia. 

Sertifikat ISO sudah di miliki oleh Perpustakaan Unsyiah. Dok. http://library.unsyiah.ac.id

7. Pelayanannya ramah seperti di bank dan pesawat

Wah yang ini keren banget sob, ada perpustakaan tapi layananya seperti di bank atau juga pramugari pesawat yang ramah itu. Jadi, para staffnya di ajari bagaimana cara berjalan, menyapa pengunjung, cara bersalaman, cara senyum, dan lain sebagainya.

Hal ini dijelaskan oleh Agustina, salah seorang staff perpustakaan Unsyiah. “Kami diajari bagaimana cara berjalan, menyapa, cara bersalaman, cara senyum, mengucapkan terima kasih dan masih banyak yang lainnya,” ungkapnya. Dan pastinya konsep ini diterapkan semata mata agar pengunjung betah berlama lama di perpustakaan.

8. Bisa meminjam 7 buku

Kalo di tempat lain mungkin hanya bisa meminjam 3 buku, tapi disini 7 buku. Sehinga bisa lebih banyak belajar. Dan dengan UILIS Mobilenya, bisa di manfaatkan untuk memperpanjang masa peminjaman selama 2 minggu lho.

Aplikasi UILIS mobile perpustakaan Unsyiah. Dok.  http://library.unsyiah.ac.id

9. Ada apresiasi untuk peminjam buku terbanyak.

Yang ini juga tak kalah menarik. Karena ada apresiasi bagi pengunjung yang meminjam buku dalam jumlah banyak. Mungkin bentuk apresiasi atau hadiah yang akan di terima tidak seberapa nilainya. Namun ada kebanggaan tersendiri karena bisa meminjam dan membaca banyak buku. Acara ini disebut Libabry Award.

Untuk tahun 2016 kemaren, Budi Riyandi terpilih sebagai peminjam buku terbanyak karena berhasil meminjam buku sebanyak 114 buah. Sementara di urutan kedua ada Jeriko Riyandi yang berhasil meminjam sebanyak 84 buah buku. Dan di urutan ketiga ada Rifki Khairul Amri yang meminjam sebanyak 82 buah buku. Dan ketiga tiganya mendapat apresiasi dari Ketua Perpustakaan yaitu Bapak Abdul Gani.

Penghargaan Library Award terhadap peminjam buku terbanyak. Foto : klikkabar.com

10. Ada tesimoninya

Jadi, pengunjung yang datang ke Perpustakaan Unsyiah itu senang. Dan mereke memberikan testimoninya seperti di pada gambar di bawah ini.

Testimoni para pengunjung Library Unsyiah. 

Nah, itulah hal hal menarik yang memberikan motivasi dan inspirasi dari UTP. Perpustakaan Unsyiah Banda Aceh. Dan selain itu, UPT. Perpustakaan Unsyiah juga memiliki majalah cetak lho. Keren banget majalahnya. Di majalah ini, kita bisa mendapatkan informasi informasi menarik seputar kampus, perpustakaan, Kota Aceh, Budayanya, dan lain sebagainya. Majalah ini terbit setiap triwulan. 

Kemarin saya juga sudah baca untuk edisi 2017. Di majalah tersebut, saya membaca informasi tentang duta baca, Sejarah Masjid Biturahman Aceh, Kuliner Aceh, dan lain sebagainya. Majalah tersebut juga bisa di unduh di website Perpustakaan Unsyiah Banda Aceh.

Untuk di ketahui pula, koleksi buku yang ada di Perpustakaan Unsyiah ada banyak sekali, yaitu ada 75.114 judul atau 136.925 eksemplar dan pastinya akan terus bertambah. Koleksi tersebut terbagi dalam beberapa jenis, seperti buku cetak, jurnal, laporan akhir, skripsi, tesis, disertasi, majalah, buku referensi, laporan penelitian, CD-ROM, dan dokumentasi. Jadi gak perlu khawatir buku yang di cari gak ada di sini.

Kesimpulanya, dengan segala fasilitas yang dan kemudahan yang di berikanya, semoga bisa menjadi motivasi dan inspirasi untuk para pustakawan kampus atau sekolah, untuk bisa di terapkan di kampus atau sekolahnya.

Untuk para civitas akademika atau masyarakat umum, maka akan menambah semangat membaca sehingga wawasan pun menjadi lebih luas. Dan pada akhirnya, mampu melahirkan sumber daya manusia yang potensif untuk Indonesia yang lebih maju bersama UPT. Perpustakaan Unsyiah. Terakhir, follow juga sosial media perpustakaan Unsyiah untuk info info terbarunya pada tombol di bawah ini. 

Artikel ini di ikut sertakan dalam lomba blog Unsyiah Libary Fiesta 2018

Sumber referensi artikel :

http://library.unsyiah.ac.id/
https://www.bandaacehtourism.com/info/news-update/puluhan-siswa-malaysia-tour-library-ke-aceh/#.Wq8y54lyfIV