Pilih Laman

Mencoba #BukaInspirasi Melalui Karya Alat Pembuat Layangan dari Besi Bekas Bersama Bukalapak

Belajar berkarya dari hal yang paling mudah dan ringan. Karena untuk menjadi proffesional itu harus dimulai dari yang amatiran dulu hehehe 😀

Berawal dari sebuah hobi bermain layangan, saya berhasil membuat sebuah alat sederhana yang membantu para pehobi layangan di luar sana untuk membuat layangan dengan lebih mudah. Alat ini saya namai alat serut layangan atau alat pembuat layangan.

Alat ini terbuat dari besi bekas.  Alat ini saya jual di bukalapak dan hasilnya lumayan. Kedengaranya sih agak lebay dan kuno ya, layangan gitu, tapi biarpun begitu, saya bisa membuat inovasi baru seputar mainan ini.

Alat ini terwujud setelah angan angan, ide, pemikiran, dan tentunya uji coba yang lumayan ruwet, hingga akhirnya jadi. Seperti apa alat ini ? yuk baca sampai tuntas yang semoga bisa dijadikan ajang #BukaInspirasi kita semua untuk terus berkarya.

Jadi ceritanya nih ya, saya ini dulu pernah berjualan layang layang atau layangan, dan saya punya kendala soal waktu karena untuk membuatnya dilakukan secara manual dengan pisau. Untuk membuat 1 buah layangan ukuran 1 meter saja, butuh waktu lumayan lama, yaitu sekitar 1 jam lebih. Mulai dari memilih bambu, menyerut, merangkai, sampai menyamak. 

Proses paling sulit yaitu menyerut. Karena menyerut itu butuh ketelitian dan kehati hatian. Pisau juga tidak boleh terlalu tajam, soalnya kalau terlalu tajam, menyerutnya jadi tidak stabil, sehingga hasilnya pun jadi kurang rata. Jika kurang rata, layangan pun nantinya kurang bagus terbangnya. Lihat foto di samping kanan bawah.

Dalam sehari, saya paling banter  bisa membuat sekitar 10 kerangka yang masih berupa lanjaran (belum di ikat). Itu pun kalo mood lagi lancar. Karena jika kondisi hati sedang galau atau lagi bad mood, membuat layangan jadi terganggu, dan itu sangat mempengaruhi.

Proses membuat layangan dengan alat pembuat layangan

Tapi dengan alat ini, saya bisa membuat kerangka lebih banyak dengan waktu yang lebih cepat, bahkan pernah sehari dapet 20 buah dan hasilnya cukup bagus. Cara pakainya yaitu tinggal masukan bambu yang sudah di lancipin ujungnya ke lubang lalu tarik, dan, jadi deh. Sebenarnya ada bagian bagian tertentu yang harus menggunakan pisau, tapi alat ini memiliki andil lebih besar sekitar 90% nya. Saya pun takjub setelah alat ini di buat, karena bisa dapet lebih banyak dari biasanya.

Saat masih menggunakan pisau, di benak saya selalu terpikirkan dengan alat tersebut “bagaimana ya bikin alat itu ?”. Saat sedang di jalan saya terpikir, saat sedang makan terpikir, saat sedang kerja pun terpikir, dan setiap saat saya selalu terpikir bagaiamana caranya membuat alat serut tersebut. Namun belum juga saya realisasikan karena sering mentok dengan bayangan “coba atau tidak ya?”.

Membuat layangan dengan pisau butuh waktu yang lebih lama ketimbang dengan alat pembuat layangan

Namun pada akhirnya, saya mencoba membuatnya. Pada percobaan pertama, saya menggunakan sebuah besi panjang sebesar ibu jari yang dilancipi ujungnya menyerupai pensil, kemudian besi tersebut saya bor menggunakan mata bor kecil sebesar lidi. Namun ternyata percobaan saya gagal karena ternyata mata bor mudah sekali patah, sementara besi juga tidak awet karena terlalu lunak jika di pakai untuk menyerut bambu.

Angan angan saya, nantinya cara kerja besi tersebut yaitu dengan memasukan bambu ke lubangnya, kemudian tarik dengan tang, dan begitu keluar, bambu sudah terserut. Namun ternyata percobaan saya yang pertama ini gagal. Tapi saya tidak berhenti sampai disitu lalu menyerah, karena saya masih terus berusaha sambil terus mencoba bagaimana membuat alat ini sampai berhasil.

Karena percobaan pertama gagal, saya pun menjajal percobaan yang kedua, dan pergilah saya ke tukang besi bekas dekat saya tinggal. Di sana saya membeli plat besi dan baja dengan harga 10 ribu per kg. Baja dan besi tersebut saya potongkan di tukang potong besi dengan ukuran panjang x lebar yaitu 7 x 4 cm atau kadang beda ukuranya. 1 kg plat besi dan 1 kg plat baja bisa jadi sekitar 5-7 alat. Dan berikut adalah proses membuatnya.

#1 Plat baja dan besi yang saya beli dengan harga 10 ribu/kg di tukang jual besi bekas

#2 Memotongkan plat di bengkel karena saya tidak bisa motong sendiri

3# Hasil potongan baja dan besi. Baja (atas, yang berdiri ) sebagai tempat menyerutnya, dan besi (bawah, yang tiduran) sebagai tempat dudukan mur bautnya

#4 Proses membubut untuk membuat lubang

#5 Proses pengelasan untuk menyambung plat

#6 Alat pembuat layangan sudah jadi, ini dia

Amir Mahmud

presents

Kenapa tidak di potong sendiri, kan gampang ? karena saya gak bisa pegang mesin gerinda walaupun dirumah punya, takut circle atau mata bornya lari trus nancep ke kaki dah kayak temen saya.

Kemudian potongan potongan tersebut saya bawa ke tukang bubut untuk di buat menjadi sebuah alat. Untuk 1 buah alat dengan 6 lubang dan sudah termasuk ngelas, saya membayar 35 ribu. Sementara biaya motong per buahnya 3 ribu. Sedangkan harga jualnya 150 ribu.

Kok mahal ?

Enggak ko, karena saya rasa, kreatifitas itu harus ada harga yang setimpal. Mikirnya itu lho, berat. Idenya juga pasti mahal. Apalagi saya tidak motong sendiri karena saya tidak bisa melakukanya, sehingga harus bayar tukang potong dan keluar biaya lebih.

Bentuk alat yang kedua ini modelnya yaitu seperti engsel pintu yang membentuk siku dan terdapat 3 ukuran lubang yang masing masing ukuran ada 2 buah, jadi totalnya ada 6.

Lubang paling kecil berukuran 3 mm. Ukuran ini dipakai untuk menyerut sayap layangan bagian pinggirnya. Kemudian ada lubang 4 mm yang dipakai untuk membuat sayap bagian tengahnya. Dan lubang ukuran 5 mm yang di pakai untuk menyerut sayap bagian paling tengah (ruas) dan juga tiang atau adeg adegnya.

Bagi orang awam yang belum bisa membuat layangan, alat ini cukup membantu, karena tak perlu terlalu memiliki keahlian meraut layaknya mereka yang sudah terbiasa bikin layangan. Karena yang di lakukan hanyalah memasukan bambu yang sebelumnya sudah dilancipi ujungya, kemudian masukan ke lubang yang di inginkan, lalu tarik dengan tang, jadi deh, mudah banget pokonya. Dan berikut adalah cara kerja alat ini.

Penampakan lubang bagian depan dan bagian belakang. Geser

#1 Masukan bambu yang sudah di lancipi ujungnya ke dalam salah satu lubang

#2 Tarik dengan tang

#3 Hasil serutanya rata. Dan inilah yang di inginkan para pembuat layangan. Kulit juga tidak terkelupas

#4 Pada sayapnya jika  lengkungan membentuk sudut yang sama seperti pada gambar, berarti layangan bisa terbang mulus. Dan inilah fungsi alat ini.

Untuk menyangga agar alat ini tidak goyang goyang saat digunakan, saya lubangi pada bagian plat sambunganya sebagai tempat memasukan mur baut yang berfungsi sebagai dudukan alat ini. Dengan begitu saat sedang proses menyerut, alat tetap tegak dan  tidak goyang goyang. O iya, harga mur bautnya 750 rupiah. Setiap alat ada 2 buah mur baut, jadi total 1500 rupiah.

Lubang tempat memasang mur baut sebagi dudukan. Geser

Nah, itulah karya saya, biarpun kelihatanya sangat sederhana dan tradisional, namun tetaplah sebuah karya kerena perlu pemikiran untuk bisa membuatnya. Dan saya sangat senang apabila karya kecil saya ini bisa di terima masyarakat. Dan karena saya ini juga seorang blogger, saya pun mempromosikan alat ini dengan membuat tutorialnya dalam bentuk artikel dan juga video tentang cara penggunaan alat ini.

Konsep pembuatan tutorialnya (untuk artikel), yaitu saya gabungkan dengan cara bikin layanganya. Jadi, disitu pembaca akan mempelajari bagaimana membuat layangan menggunakan alat ini. Sehingga secara sekaligus, pembaca penasaran bagaimana membuat layangan dengan alat ini dan kemudian diharapkan akan membelinya. Dan tentunya saya sematkan link penjualan di bukalapak

Untuk videonya, saya hanya baru membuat tutorial bagaimana menggunakan alatnya, belum di gabungkan dengan cara membuat layanganya. Namun rencana kedepan saya akan membuat tutorial membuat layangan dengan menggunakan alat ini dan saya publish di youtube. Dan tentunya juga saya sematkan link pembeliannya di bukalapak.

Artikel turotialnya di blog yang juga saya sematkan link penjualan di bukalapak

Video cara pakai alatnya di youtube yang juga saya sematkan link penjualan di bukalapak

Hasilnya bagaimana ?

Hasilnya, hingga saat ini sudah ada 11 pembeli yang membeli produk buatan saya ini yang di beli lewat bukalapak. Dan baru saja, kemaren tangggal 17 September 2018, ada pembeli yang membeli produk ini. Rasanya pasti seneng banget dong. Karena itu pertanda bahwa produk buatan saya ini akan laris.

Kenapa masih sedikit yang beli ?

Itu karena jualan online ini saya jadikan pekerjaan sampingan, karena saya punya pekerjaan utama. Tapi sangat lumayan lah bisa buat beli kuota hehehe. Dan rencananya, saya akan menekuninya setelah saya menikah nanti, semoga saja sukses, karena sebenarnya peminatnya banyak banget. Dan pernah juga saya nolak pesanan sekali karena stock habis hiks hiks. 

Eh tapi sebenarnya alat ini sudah banyak yang beli secara manual lewat transfer ke rekening pribadi saya, sementara yang lewat bukalapak masih 11 orang. Saat saya kasih tau kalau barang ini bisa dibeli lewat bukalapak, mereka belum mau karena belum bisa belanja online. Dan berikut disamping adalah resi pengiriman saya yang kemarin. Dan di bawah adalah penjualan alat ini di bukalapak..

Pengiriman alat pembuat layangan ke Magetan beberapa hari yang lalu. 

Screenshoot penjualan alat pembuat layangan 1

Screenshoot penjualan alat pembuat layangan 2

Screenshoot penjualan alat pembuat layangan 3

Dulu saat pertama kali barang ini terjual lewat bukalapak, saya sangat senang sekali, menjadikan saya semakin semangat berjualan karena ternyata produk saya laku hihihi. Apalagi karena bukalapak selalu berinovasi dengan selalu menambah fitur fitur keren baik di web ataupun aplikasinya. Terimakasih bukalapak, karena dirimu, saya jadi bisa jual produk ini dengan mudah, sehingga saya jadi bisa lebih kreatif dan semangat berkarya. Aliasnya, sangat membantu perekonomianku hehehe.

Untuk mempromosikan lewat akun bukalapak itu sendiri, seringkali saya membeli fitur push yang bisa dipakai untuk mendorong iklan agar bisa berada diatas saat kata kunci di ketikan. Fitur push ini sangat ampuh sekali. Seringkali setelah saya push, pesanan pun datang.

Di hari hari biasa, jam jam menggunakan push ini biasanya saya lakukan saat pagi jam 6 disaat orang masih dirumah sebelum berangkat kerja. Kemudian jam 12 siang saat orang sedang beristirahat, lalu sore mulai jam 5 sampai jam 8 malam saat orang sudah pada dirumah sehabis kerja.

Fitur push akan membuat barang jadi cepat laku

Kalau hari minggu atau hari libur, biasanya saya push seharian penuh, dan lebih sering saat jam 12 siang saat orang sedang beristirahat. Karena menurut artikel di blog bukalapak, jam tersebutlah yang efektif untuk promosi. 

Oiya, saya juga suka dengan fitur premium promoted push, karena dulu pas pakai fitur ini, produk saya selalu paling atas saat kata kunci di ketikan. Dan memang benar, itu karena fitur ini di buat agar produk kita bisa selalu bertahan di urutan pertama. Sehingga potensi terjadinya penjualan sangat besar. 

Karena fitur ini pula, produk saya waktu itu juga banyak banget yang lihat dalam waktu singkat. Rekomended banget pokonya, terutama jika di pakai untuk menjual barang dengan harga yang cukup tinggi. Fitur ini pun ada riwayat kliknya, jadi kita bisa tau berapa jumlah klik terhadap produk kita. Harga perkliknya yaitu di atas 200, kalo dulu saya pakai yang 300, dan itupun sudah booster banget, apalagi jika harga perkliknya lebih tinggi.

Buat kalian yang buru buru ingin produknya terjual tapi belum ada dana, fitur ini pun menyediakan pinjaman saldo lho, ah bukalapak emang mengerti banget yang di butuhkan para sellernya. 

Fitur promoted push untuk bertahan di urutan pertama pencarian

Persediaan alat pembuat layanganku

Fitur pinjam saldo yang sangat membantu

Oiya, selain fitur pinjaman untuk promoted push, saya juga sangat terbantu dengan fitur peminjaman saldo yang bisa saya gunakan untuk membeli push. Seperti kemarin nih saat saya sedang butuh push untuk menjual hp saya, saya mendapat pinjaman saldo untuk membeli push seharga 50 ribu (100 push).

Dan setelah saya push, selang beberapa hari hp saya langsung terjual. Karena hp sudah terjual, maka push saya gunakan untuk mempromote alat serut tadi, dan terjual lagi huhuhuhu. Setelah dana penjualan cair, saya pun membayar pinjaman saldo dari hasil penjualan barang di bukalapak.

Jujur, saya ini suka dengan aplikasi bukalapak karena sangat membantu saya dalam membuka usaha jualan online kecil kecilan ini. Tampilanya yang friendly dan navigasinya yang mudah di gunakan, membuat saya membuat tagline “kalo jualan ya di bukalapak, karena mudah cara pakenya”.

Fitur pinjam saldo yang memotong sisa saldo

Tapiiiiii, ada yang ingin saya keluhkan, yaitu soal pembelian pushnya. Jadi setiap kali saya beli push, keseringan 50 ribu, saya tidak bisa mendapatkan saldo utuh dengan jumlah tersebut, melainkan di potong sisa saldo bukadompet saat sisa saldonya masih ada.

Jadi, saat itu saya lagi butuh saldo dengan jumlah tersebut agar bisa membeli push sesuai harganya (50 ribu untuk 100 push). Tapi karena sisa saldo di bukadompet masih ada, system bukalapak memotongnya yang membuat saya jadi tidak bisa mendapatkan saldo dengan jumlah tersebut. Kecuali jika saldo saat itu nol (0).

Bagi mereka yang tidak jeli dan gugupan seperti saya dulu, mereka akan kaget bahwa jumlah yang di dapatkan ternyata terpotong oleh sisa saldo bukadompet, dan ini seringkali membuat saya agak kecewa karena saya sering pinjam saldo.

Dan mungkin akan lebih kecewa lagi saat saya hanya akan meminjam saldo 25 ribu, namun terpotong oleh sisa saldo bukadompet yang saat itu masih ada. Sementara minimum pembelian push yaitu 25 ribu. Dengan begini, maka mau tak mau harus pinjam lagi agar bisa beli fitur push.

Dan menurut saya, sepertinya bukan hanya saya yang suka menyisakan saldo bukadompet walau beberapa ratus rupiah saja, secara kan penjual di bukalapak banyak banget. Kalo sudah begini, jadi kudu pinjam saldo lagi untuk bisa membeli push sejumlah yang di inginkan. 

Peminjaman yang terpotong oleh sisa saldo yang ada saat itu. Untuk nominal 25 ribu jika terpotong maka belum bisa beli fitur push.

Masukan untuk bukalapak

Masukan dari saya adalah, mungkin ada baiknya jika sytem bukalapak tidak memotong sisa saldo bukadompet yang mungkin saat itu masih tersisa (saat kita pinjam saldo). Karena penjual emang sedang butuh saldo sejumlah yang di inginkan. 

Misal mau pinjam 50 ribu, dikasihnya tetap 50 ribu (tidak di potong sisa saldo), jadi buat beli fitur push bisa cukup. Sementara cara membayar pinjamanya yaitu setelah saldo masuk ke bukadompet dari hasil penjualan dan jumlahnya cukup. Dengan cara ini, pelapak puas, bukalapak pun senang, win win solution pokonya.

Karena bagi yang kurang jeli, mereka jadi agak kecewa karena niatnya mau pinjam segitu malah dikurangin, yang akhirnya gak bisa buat beli push sesuai jumlah yang di inginkan. Dan akhirnya jadi pinjam lagi deh.

Kayak saya ini, niatnya cuma pengen pinjam 50 ribu, tapi karena kepotong sisa saldo, jumlahnya jadi kurang, dan pinjam 100 ribu lagi deh karena kalo pinjam segitu ada bonus pushnya, jadi totalnya 150 ribu.

Bagi saya pribadi, punya pinjaman itu gak enak banget, apalagi bagi mereka yang sangat anti meminjam, kayak saya ini. Kata Bang Haji Rhoma Irama, orang paling kaya adalah orang yang tidak punya pinjaman (hutang), dan menurutku benar juga sih karena jadi beban pikiran. 

Seperti yang saya alami kemaren, pas saldo bukadompet masuk 150 ribu, dan kebetulan harga produk saya juga segitu, sementara pinjaman juga 150 ribu, jadi begitu saldo masuk, langsung abis deh buat bayar pinjaman huhuhu 🙁

Karena kejadian tersebut, saya sampai berpikir “apa saya pindah toko online saja apa yah…. saya kok agak kecewa”. 

———————————————————————————————

Sekiranya itu saja masukan dari saya, dan semoga bisa dipertimbangkan oleh tim bukalapak agar kedepanya semakin banyak melakukan inovasi baru yang win win solution. 

Akhir kata, itulah cerita tentang produk handicraft hasil pemikiran saya yang berawal dari sebuah hobi, yang semoga bisa menginspirasi kita semua untuk terus berkarya. Alat ini memang sederhana, namun cukup bermanfaat bagi para pehobi layangan yang masih awam soal layangan. Walaupun sederhana, namun perlu pemikiran yang lumayan memeras otak untuk bisa membuatnya.

Walaupun banyak mengalami kesulitan, tapi karena saya terus berusaha, akhirnya jadi juga. Dan itulah karya saya, jangan di bully ya, karena baru segitu kemampuan saya hehehe. 

Dan karena bukalapak, saya pun jadi termudahkan dalam memasarkan produk kreatif ini dengan mudah. Apalagi karena fitur pinjam saldonya yang memudahkan saya untuk berpromosi. 

Untuk kalian, kalian juga bisa berkarya menciptakan sesuatu sesuai passion atau hobi kalian. Jika saya bisa, kalian pasti bisa. Salam dari saya, ayo berkarya dan ayo #BukaInspirasi bersama bukalapak agar perekonomian Indonesia terus maju.

[ Amir Mahmud ]