Daging Kambing merupakan salah satu penyebab stroke. Dok. halodoc.com

Saya : “Yung, Ibu Sri katanya kena stroke ya, padahal kemarin masih sehat?”

Biyung : “Iya, gara-gara makan daging kambing”

Saya : “Eh daging kambing bisa tajem gitu ya, baru aja makan bisa langsung kena stroke”

Biyung : “Iya, kalau punya tensi darah tinggi jangan sekali-kali makan daging kambing, karena bisa kena stroke”

Ya, mungkin dari kita sudah banyak yang tahu bahwasanya penyebab stroke paling kentara dalam kehidupan sehari-hari adalah tekanan darah tinggi. Tensi darah akan semakin memuncak setelah penderita memakan salah satu makanan pantangan, contohnya daging kambing.

Ibu Sri (nama samaran) adalah seorang kerabat dekat saya yang menderita stroke setelah mengkonsumsi daging kambing. Beliau adaalah orang baik dan rajin bekerja. Namun sangat di sayangkan karena nasib kurang beruntung menimpa dirinya.

Entah karena khilaf atau sekedar kepingin, ia mencicip daging kambing dalam sebuah acara, yang membuatnya jatuh sakit, dan hingga sekarang belum juga sembuh. Bahkan malah bertambah parah.

Memakan daging kambing sangat tidak di anjurkan bagi penderita tensi darah tinggi. Karena bikin tubuh jadi panas. Dulu saya pernah makan sate kambing beberapa tusuk, dan tubuh saya jadi panas sekali beberapa jam setelahnya. Padahal saya tidak memiliki riwayat tensi darah tinggi.

Mungkin hampir semua orang sudah tahu bahwa daging kambing merupakan penyebab stroke. Namun mungkin karena banyak yang mengabaikannya, mereka tidak memikirkan bahwa resiko besar ada didepan mata.

Jarang jarang sekali ada penderita stroke bisa sembuh seperti sedia kala. Ada sih tapi jumlahnya sangat sedikit. Kebanyakan penderita stroke, hidupnya hanya bisa duduk di kursi roda dan bergantung dengan orang lain karena tubuhnya sulit di gerakan. Sering juga saya jumpai, wajah penderita stroke juga turun sebelah dan sulit berbicara, yang lama kelamaan tak kuat menahat sakitnya hingga akhirnya meniggal dunia.

Daging kambing menjadi penyebab terjadinya stroke juga dibenarkan oleh Dokter Spesialis Saraf yang memiliki fokus pada kasus penyakit stroke di RSCM Jakarta, Dokter Amanda Tiksnadi, Sp.S(K).

Ia menuturkan bahwa daging kambing lebih berpotensi meningkatkan tekanan darah tinggi secara tiba-tiba dibanding jenis daging lainya. Jadi tidak heran jika pada kasus Ibu Sri tadi, daging kambing membuatnya terkena sakit stroke. Padahal beberapa jam sebelumnya masih sehat. Tapi begitu makan daging kambing langsung drop seketika. Ini menjadi pelajaran kita semua bahwa menjaga kesehatan itu penting. Jangan hanya gara-gara kepengin, akhirnya bikin kita rugi sendiri.

Mengapa daging kambing bisa menjadi penyebab stroke?

Itu karena daging kambing mengandung banyak lemak yang dapat memicu kolesterol. Kolesterol yang tinggi merupakan penyebab terjadinya stroke. Saat moment idul adha, daging kambing melimpah ruah yang di masak dalam berbagai olahan, misalnya sate dan gulai.

Gulai di buat menggunakan santan yang banyak mengandung garam. Untuk di ketahui, bahwa garam juga dapat memicu tekanan darah tinggi penyebab stroke. Di tambah bumbu bumbu lainya seperti kecap dan minyak, jumlah lemak akan semakin bertambah. Jika di konsumsi terus menerus, resiko stroke pun semakin naik. Oiya, jeroan daging kambing juga memiliki kadar kolesterol lebih tinggi di banding daging yang bukan jeroan.

Menurut penuturan Ketua Pergizi Pangan Prof Dr Hardinsyah, mengatakan, baiknya daging yang akan di olah adalah bagian paha karena bebas lemak. Ia juga menambahkan, jika sehabis makan daging kambing, baiknya perbanyak minum air putih yang tentunya sebagai penetralisir agar peredaran darah tetap lancar.
Namun biarpun makan daging kambing dapat beresiko terkena penyakit stroke, pengolahan yang baik juga dapat meminimalisir penyebab tersebut, berikut tipsnya

  1. Seperti saya ringgung diatas, buanglah lemak daging yang menempel pada daging sebelum di olah karena lebih banyak mengandung lemak. Jika terasa sulit, bisa di masukan ke lemari es dulu agar lebih mudah di potong.
  2. Gunakan minyak zaitun atau minyak kanola karena kadar lemak dalam minyak tersebut lebih rendah dibanding jenis minyak lainya, sehingga lebih sehat.
  3. Daripada di goreng, di panggang, atau di bakar, memasak daging kambing dengan cara di bikin sup atau di tumis lebih di anjurkan. Karena ketiga cara tersebut dapat meningkatkan kalori dan lemak jenuh dalam daging.

Nah, itulah sedikit pembahasan tentang penyebab stroke yang saya ketahui. Makan daging berlemak boleh-boleh saja, namun sesuatu yang berlebihan juga tidak baik. Dan secara tidak langsung kita juga dituntut cerdas dalam mengkonsumsi makanan agar tetap sehat. Sekali lagi, buat kalian yang memiliki riwayat tensi darah tinggi, jangan sekali-kali mencicipi daging kambing ya ? atau Anda akan menyesal kemudian.

Sumber referensi artikel : \
https://indopos.co.id/read/2018/08/27/148312/kebanyakan-makan-daging-kambing-picu-kolesterol-ujung-ujungnya-stroke
https://www.halodoc.com/daging-kambing-bukan-penyebab-darah-tinggi-ini-alasannya