“Mir, ko kayane kepenak banget ya uripmu ? Kerja kan ngumah ra usah lunga-lunga duit teka dewek” (Mir, ko kayaknya enak banget ya hidupmu ? Kerja dari rumah tidak usah pergi- pergi tapi duit datang sendiri)

Lalu saya jawab

“Ah ya ora lah, urip kuwe sawang sinawang” (Ya tidak lah, hidup itu sawang sinawang)

Dan jika suatu saat masih ada yang berkata demikian, saya menganggapnya sebuah do’a karena setiap perkataan adalah do’a iya enggak ?

Ya, untuk menjadi fulltimer blogger seperti sekarang ini saya harus melewati masa-masa dramatis yang mengoyak hati. Penyebabnya awalnya adalah mata sepet, mata pegel, dan mata perih yang merupakan gejala dari mata kering.

Namun mata kering yang saya alami sudah memasuki tingkat lanjut karena penglihatan sampai kabur. Jika tidak segera di tangani, entah apa yang akan terjadi.

Jadi, sebelah mata saya tidak bisa melihat warna dengan jelas. Ada bayangan putih seperti cahaya lampu neon. Rasanya seakan tidak percaya jika hal itu terjadi pada saya. Jika di ingat-ingat rasanya sedih sekali. Secara mata adalah jendela dunia. Tanpa mata dunia ini hitam gelap gulita.

Pandangan memutih seperti bayangan neon ini yang dulu pernah saya rasakan. Gambar hanya ilustrasi. Dokpri

Awal mulanya, hal itu terjadi karena saya memiliki hobi membaca tingkat akut. Saking sukanya membaca, cuilan kertas di jalan pun saya ambil untuk dibaca. Jika melihat deretan buku di toko buku, saya bisa kalap mata ingin memborongnya. Bahkan dulu sebagian besar upah kerja habis untuk membeli buku. Saya memiliki banyak koleksi buku, mulai dari majalah remaja, buku umum, buku komputer, ebook, dan banyak lagi yang lainnya.

Cuilan kertas di jalanpun saya ambil untuk dibaca. Dokpri

Seringkali saya membaca buku sambil tiduran disaat istirahat. Bukan hanya itu, hampir setiap sore setelah kerja, saya selalu menatap layar komputer di warnet untuk belajar ngeblog. Jadi saya ini memang bener-bener gila baca. Bukan hanya buku cetak saja, tapi membaca di layar komputer pun juga. Dan hal itu seringkali membuat mata lelah dan terasa perih. Di tambah lagi karena jenis pekerjaan saya yang harus berkutat dengan debu, gejala mata kering pun semakin menjadi jadi.

Di tempat kerja saya dulu memang selalu di penuhi dengan debu dari pagi sampai malam. Bahkan saat terlelap tidur ditengah malam pun masih terpapar debu karena teman-teman selalu lembur. Di tambah lagi ruang kerja yang tertutup dan pengap, membuat debu tidak bisa keluar. Dan gejala mata kering semakin sering saya alami. Jangankan mata, wajah pun kotor karena intensitas debu ditempat kerja sangat pekat. 

Gejala mata kering juga semakin menjadi-jadi karena sering kurang tidur. Saya rela harus tidur malam demi bisa belajar walaupun nantinya mata seperti mata panda. Karena saya yakin jika cita-cita saya akan tercapai dengan semangat belajar. 

Gejala mata kering juga masih terus saya alami karena saya sering lembur hingga dini hari. Terlebih karena jenis pekerjaan saya ekstra berat. Bahkan seringkali saya lembur sambil hujan-hujanan sampai pagi. Dan paginya lagi saya harus menatap layar komputer karena ada jadwal belajar ngeblog di warnet. Karena hal tersebut, keesokan paginya mata jadi terasa sangat panas.

Menatap layar komputer dalam waktu lama dapat membuat mata perih dan kering. Dokpri

Berlanjut setelahnya, kemudian saya membeli sebuah laptop kecil untuk belajar ngeblog. Dan warnet pun mulai saya tinggalkan. Dengan laptop tersebut, jadwal belajar saya pun semakin padat. Saya jadi semakin sering menatap layar laptop. Setiap pagi sebelum mulai kerja, saya selalu membuka laptop untuk belajar. Saat yang lain sedang asik-asik bersantai, saya memilih belajar. Belajar demi perubahan untuk masa depan yang lebih baik.

Semangat belajar untuk masa depan yang lebih baik. Gambar ilustrasi oleh Amir Mahmud

Kemudian saat jam istirahat makan siang, saya juga membuka laptop walaupun hanya tersisa waktu sedikit. Sore setelah mandi sampai malam pun masih lanjut buka laptop. Dan itu berlangsung selama 2 tahun. Biarpun lingkungan kerja bising, berisik, dan penuh debu, saya tak mempedulikannya asalkan bisa tetap belajar. Karena terlalu semangat belajar dan bekerja, membuat saya jadi sering sakit mata.

Saat itu belum ada Insto untuk mata kering. Yang ada hanya insto regular dengan harga yang kalau tidak salah 9 ribuan. Dan disaat mata kering, saya pun menggunakan tetes mata tersebut. Teman-teman pun juga. Karena insto memang sudah terkenal sejak dulu sebagai tetes mata terbaik nomor 1 di Indonesia. Dan setelah saya obati, mata kering pun berangsur angsur membaik.

Namun karena terus terpapar dengan area kerja yang tidak ramah mata, hingga akhirnya dampak akhir dari mata kering yang teramat sangat pun terjadi. Yaitu karena penglihatan saya berubah seperti berkabut. Putih seperti neon. Awalnya masih terlihat jelas. Namun hal mengejutkan terjadi saat saya bangun pagi. Pandangan mata saya tiba-tiba blur dan putih seperti cahaya lampu neon.

“Loh ko semuanya jadi putih, ada apa dengan mataku ini. Ya Tuhan kenapa bisa begini hiks hiks hiks ?” batin saya waktu itu. 

Perasaan takut berkecamuk kala itu mengetahui bahwa penglihatan saya terganggu, rasanya ingin menangis saja. Saya masih belum percaya dengan itu semua.

“Kenapa harus mata ini, kenapa tidak yang lain saja. Bagaimana jika “hal itu” terjadi hiks hiks”. Batin saya kala itu yang seakan tak percaya. Sedih sekali pokonya.

Kemudian saya langsung meminta ijin libur ke bos untuk berobat. Teman-teman kerja pun menganjurkanku untuk berobat ke Dokter. Dan sayapun mengiyakannya. Sesampainya disana, dokter memeriksa kemudian mengambil cotton bud untuk mengutik-utik mata saya.

Kemudian dokter pun memberikan saya obat dan juga resep yang harus di tebus di apotik.

“Ini saya kasih resep dan harus di tebus di apotik. Harus di tebus ya kalau kamu mau sembuh. Kalau tidak di tebus kamu tidak akan sembuh” imbuh sang dokter.

Dokter juga menutup mata saya dengan penutup mata berbentuk seperti mangkuk kecil kemudian di plester dengan kapas agar tak kena debu yang dapat membuatnya lebih beresiko.

“Di tutup pake plester ya biar gak kena debu, biar cepet sembuh” imbuh dokternya lagi.

Sepulangnya dari dokter, berbagai pertanyaan pun di lontarkan

“Kamu kenapa, kamu kenapa, kamu kenapa?” dan lain sebagainya.

Saat di jalan orang pun melihat dengan tatapan penuh tanya. Bahkan ada yang mengira saya habis operasi mata.

“Kamu habis operasi, Mir ?” tanya orang pemilik rumah tempat saya tinggal. Dan saya pun bercerita kepada teman-teman bahwa mata saya sedang tidak sehat. Penglihatan blur karena terdapat benda asing di bola mata saya. 

Setelah itu, resep dari dokter yang ternyata berupa obat tetes pun saya tebus. Setelah di obati, berangsur angsur pandangan memutih yang mengkhawatirkan itu hilang. Dan hati pun lega kembali karena sembuh dari sakit.

“Gimana Mir udah ada perubahan belum ?” tanya seorang teman

“Sudah mulai ada perubahan nih” jawab saya

Setelah sembuh, Kakak saya menelpon dan mengabarkan bahwa dirinya juga mengalami hal yang sama. Namun saya tidak tahu persis seperti apa kondisinya karena tak sempat bertemu. Mungkin saja sih karena pekerjaan yang menuntutnya untuk selalu terpapar debu dan polusi di jalanan.  

Nah, itulah pengalaman saya terkena mata kering tingkat lanjut dan cara mengatasinya hingga sembuh.

Jadi jika ada yang mengira hidup saya enak ? Ah, hidup enak dan bahagia itu kalau kita pandai bersyukur. Iya enggak ? 

Seperti pepatah jawa diatas, hidup itu sawang sinawang. Kita menganggap hidup orang lain mulus-mulus saja seperti gak ada masalah. Bisa dapet ini itu tanpa terlalu bekerja keras. Tapi pada kenyataanya tidak selalu demikian.

Kita gak tau jika ternyata dia baru saja berhasil menjualkan sebuah unit apartemen yang komisinya bisa 10 kali gaji UMR kota.

Kita juga juga tidak tau kalau ternyata dia seorang senior trader saham dengan penghasilan puluhan juta perbulan. Dimana semua itu bisa di lakukan sambil ngumpet di kamar.

Dan tentunya itu semua tidak mudah. Bahkan harus bertaruh mental yang belum tentu setiap orang bisa kuat. Aliasnya butuh skill dan pengorbanan luar biasa untuk bisa melakukan hal tersebut.

Kembali ke topik

Berbicara soal keluhan mata, konsumen harus sadar keluhan seperti mata sepet, mata pegel, dan mata perih, merupakan gejala mata kering dan seringkali di anggap sepele. Padahal jika jika dibiarkan berlarut larut hal-hal yang tidak di inginkan bisa saja terjadi. Seperti yang pernah saya alami.

Memangnya, seperti apa sih gejala mata kering itu ? Oke berikut penjelasannya.

1. Mata sepet

Mata sepet adalah kondisi dimana kelopak mata terasa kraket atau lengket. Rasanya seperti ada ada sesuatu yang ngganjel dimata. Atau seperti ada benda asing didalamnya. Kalau sudah begini mata jadi terasa panas bahkan sampai memerah. Biasanya sebab yang di timbulkan yaitu karena terlalu lama menatap layar smartphone. Fokus pada objek dan tulisan di smartphone yang terlalu lama dapat membuat mata terasa sepet.

2. Mata pegel

Penderita mata pegal akan merasakan tekanan pada bola matanya. Mata pegel bisa di akibatkan karena terlalu lama menatap layar gadget seperti laptop, smartpone, ataupun televisi. Mata pegel yang teramat sangat dapat membuat kepala terasa pusing. Ketajaman penglihatan antara mata satu dengan yang lainya juga berbeda. Selain itu mata lelah juga menjadi pemicu dari mata pegel. Pemakaian lensa kontak juga dapat menyebabkan mata pegel.

3. Mata Perih

Kondisi mata perih bisa terjadi karena terlalu lama menatap layar komputer. Menatap layar komputer dengan kontras tinggi atau pada ruangan gelap juga dapat mengakibatkan mata perih. Mata perih juga juga bisa terjadi saat mengendarai sepeda motor tanpa menutup kaca helm. Angin dan debu jalanan masuk ke mata dan membuat mata terasa perih.

Penyebab lain dari mata perih yaitu karena asap. Baik asap rokok ataupun asap pembakaran. Kemudian berada di ruangan AC terlalu lama juga dapat mengakibatkan mata perih.

Nah, itulah 3 gejala mata kering. Saya sendiri pun seringkali merasakan gimana rasanya mata kering. Berdasarkan pengalaman pribadi, berikut adalah penyebab mata kering yang seringkali saya alami.

Terlalu lama bermain smartphone bikin mata cepet sepet. Dokpri

1. Terlalu lama bermain handphone

Bukan hanya badan saja yang bisa pegel, tapi mata juga. Saya pernah merasakan kondisi mata pegel. Rasanya emang pegel dan kayak ditekan gitu pakai tangan. Gara-garanya karena terlalu lama menatap layar komputer dan handphone berjam-jam. Akibatnya mata jadi pegel. Rasanya tidak nyaman sekali. Biasanya mata pegel yang saya alami cuma di sebelah mata, tidak keduanya.

Bepergian tanpa helm atau kaca helm terbuka bikin mata perih. Dokpri

2. Tidak memakai helm saat bepergian

Saat ini jika ingin bepergian mengendarai sepeda motor, saya selalu mengenakan helm. Jika tidak maka mata akan terasa perih kemudian timbulah migraine. Hal ini seringkali saya alami jika kelupaan mengenakan helm atau sengaja tidak memakainya. Jika mata sudah perih dan sakit kepala timbul, maka saya harus mengistirahatkannya dengan cara tidur sampai sakitnya hilang.

Angin dan debu yang masuk ke mata selalu selalu membuat mata jadi perih. Kemasukan serangga kecil saat berkendara di petang hari juga sering kali saya alami dan membuat mata perih. 

Menatap layar komputer terlalu lama bikin mata kering. Dokpri

3. Menatap layar komputer terlalu lama

Oiya, beberapa bulan yang lalu saya pernah lembur sampai jam 3 pagi. Dari pagi sampai pagi lagi masih mainin laptop. Akibatnya mata menjadi sangat perih dan panas sekali. Kelopak mata terlihat hitam dan sayup karena kurang tidur. Pernah juga waktu itu mata sampai perih sekali karena belum tahu bagaimana mengecilkan kontras layar laptop yang tinggi. Akibatnya mata menjadi sangat perih dan berair.

Asap rokok dan pembakaran bikin mata kering. Dokpri

4. Asap rokok dan pembakaran

Saya ini tidak merokok. Namun justru banyak orang-orang di sekililing saya hampir semua merokok. Terutama saat kendurian atau kenduren. Saya yang tidak merokok seringkali menjadi korban mata perih terkena asap rokok. Selain itu asap pembakaran seperti dari pembakaran sampah juga seringkali membuat mata jadi perih.

Nah, sekarang kita sudah tau seperti apa kondisi mata kering dari penjelasan diatas. Oiya, selain penyebab diatas, ternyata ada beberapa penyabab lain dari mata kering yang dilansir dari situs kesehatan  hellosehat.com.

1. Perubahan hormon

Hormon dapat merangsang produksi air mata. Perubahan hormon yang seringkali di alami oleh kaum wanita dapat mengakibatkan mata kering. Misalnya saat hamil, menopause, atau penggunaan pil KB.

2. Proses penuaan

Proses penuaan juga beresiko terhadap mata kering. Hal itu di karenakan jumlah produksi air mata yang semakin berkurang seiring bertambahanya usia. Fungsi kelopak mata menjadi kurang sensitif untuk pemerataan air mata ke seluruh permukaan mata.

3. Suatu penyakit

Beberapa penyakit seperti diabetes, lupus, gangguan tiroid, arthritis rematoid, scleroderma, syndrom sjorgen, defisiensi vitamin A, Bell’s Palsy, alergi, dermatitis kontak dan HIV juga beresiko terhadap mata kering. Karena penyakit tersebut dapat berpengaruh pada kemampuan kelenjar mata untuk memproduksi air mata.

4. Konsumsi obat-obatan

Penggunaan obat-obatan tertentu juga berpengaruh terhadap mata kering. Misalnya seperti obat-obatan untuk darah tinggi atau hipertensi, antihistamin, dekongestan, antidepresan, terapi pengganti hormon, obat jerawat yang diminum, kontrasepsi oral, obat-obatan parkinson, beta blocker, dan diuretik.

5. Lingkungan dan aktivitas

Seperti diatas saya tuliskan, mata kering dapat terjadi karena lingkungan dan aktivitas sehari hari. Misalnya karena paparan debu, asap rokok atau asap pembakaran, angin, sinar matahari, cuaca kering, dan angin panas.

Aktivitas visual yang membutuhkan konsentrasi tinggi pada mata seperti menatap layar komputer terlalu lama, menulis, membaca, juga merupakan faktor terjadinya mata kering. Aktivitas ini akan membuat mata jarang berkedip karena fokus pada satu titik. Sehingga lapisan air mata akan cepat menguap dibandingkan proses isi ulangnya.

6. Lasik mata

Mata kering juga dapat terjadi pada mereka yang melakukan operasi lasik mata beberapa minggu setelahnya. Namun gejala akan hilang dalam beberapa bulan. Tapi dalam beberapa kasus gejala masih saja berlanjut. Oiya, penggunaan lensa kontak juga dapat beresiko mata kering.

7. Kelainan pada struktur kelopak mata

Mata kering juga dapat terjadi pada mereka yang memiliki kelainan pada kelopak mata. Seperti Ektropi dan Entropi.

Ektropi adalah kelainan berupa pembalikan kelopak mata bagian dalam yang keluar. Sedangkan Entropi adalah kelainan berupa kelopak mata bagian luar yang masuk ke dalam.

Kelainan tersebut dapat mengakibatkan mata kering dan iritasi karena lapisan air mata menguap dengan cepat setelah terkena udara luar secara terus menerus.

Insto Dry Eyes untuk solusi mata kering. Dokpri

Mengatasi mata kering kini sangat mudah. Kita tidak perlu khawatir karena sekarang ada Insto Dry Eyes yang memang di khususkan untuk mata kering. Dari namanya saja kita sudah tahu bahwa Insto Dry Eyes untuk mengatasi mata kering akibat kekurangan produksi air mata. 

Insto Dry Eyes juga dapat digunakan sebagai pelumas untuk mata palsu.  Cara penggunaannya juga mudah. Yaitu hanya dengan meneteskan 1-2 tetes disetiap mata pada mata kering.

Sebelum digunakan, ada beberapa hal penting yang wajib di catat. Simak baik-baik.

  1. Lihat tanggal kadaluarsa pada kemasan sebelum di gunakan.
  2. Jika gejala sudah hilang baiknya hentikan penggunaan.
  3. Jangan gunakan obat ini setelah 1 bulan dibuka atau larutan berubah warna.
  4. Jangan digunakan dalam jangka panjang.
  5. Lepas lensa kontak saat menggunakan tetes mata ini. Bisa digunakan kembali setelah 10-15 menit obat di teteskan.
  6. Bila terjadi iritasi segera hentikan pemakaian dan segera hubungi dokter.
  7. Agar tetap steril, baiknya ujung tetes jangan sampai menyentuh mata atau permukaan lain. Tutup rapat dan hindarkan dari jangkauan anak-anak. Simpan pada suhu kamar.

Oiya, ada 3 kelebih dari Insto Dry Eyes ini, yaitu

1. Praktis

Insto Dry Eyes memiliki kemasan mungil dengan berat 7.5 mL dan bisa di taruh dimana saja. Baik di saku baju, celana, ataupun di taruh dalam tas. Sangat cocok untuk di bawa bepergian atau bekerja untuk berjaga-jaga saat mata kering.

2. Mudah didapatkan dimana-mana

Insto Dry Eyes a mudah didapatkan dimana saja. Baik di toko obat, minimarket ataupun apotik terdekat. Harganya pun cukup terjangkau. Di tempat saya pas kemarin beli harganya cuma Rp. 15.200. Namun mungkin berbeda ditempat lain.

3. Aman karena sudah terdaftar di BPOM

Insto Dry Eyes ini merupakan tetes mata yang aman dalam penggunaannya karena sudah terdaftar di Balai Pengobatan Obat dan Makanan (BPOM). Bisa Anda cek sendiri nomor registrasinya di kemasannya.

Kesimpulan 

Hidup itu emang kudu sawang sinawang. Jika kita menganggap hidup orang lain ko kayaknya mulus-mulus saja, padahal belum tentu benar. Bisa jadi banyak kejadian dramatis hingga membuatnya demikian. Begitu juga dengan diri kita sendiri yang mungkin pernah beranggapan orang lain lebih beruntung dari kita. Intinya hidup itu harus selalu di syukuri. Jangan suka “ndongak” keatas nanti “tersandung” jatuh deh. 

Untuk menjadi fulltimer blogger seperti sekarang ini, saya sampai sakit mata hingga pandangan kabur memutih seperti neon. Dan itu bikin shock berat. Aliasnya apa yang di pikiran orang lain tentang saya tidak selalu benar dengan ekspektasinya. Karena ternyata ada hal dramatis yang telah dilaluinya hingga membuatnya demikian.

Dan terkait solusi mata kering, saya pilih Insto Dry Eyes. Dengan Insto Dry Eyes, gejala mata kering seperti mata pegel, mata sepet, mata perih, dapat dengan mudah diatasi. Dengan Insto Dry Eyes, bye mata kering.  

Sumber referensi artikel :

https://www.alodokter.com/mata-kering
https://www.alodokter.com/komunitas/topic/mata-terasa-pegal-2
https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/gangguan-mata-dan penglihatan/penyebab-mata-kering-dan-cara-mengatasi/
https://health.detik.com/berita-detikhealth/d-4601945/sering-merasakan-mata-pegal-hati-hati-glaukoma
https://hellosehat.com/pusat-kesehatan/gangguan-mata-dan-penglihatan/penyebab-mata-kering-dan-cara-mengatasi/ 

Share This