Sensasi serunya terombang-ambing saat rafting di Kali Serayu Banjarnegara membuatku ingin kembali lagi kesini. 

“Aduh gimana yah, masa harus nyemplung ke air sih, badan lagi gak fit banget juga, takut sakit. Tapi masa iya sih harus nolak ikutan rafting ini. Gak enak dong karena penyelenggara udah bayar mahal” batin saya kala itu.

Dan setelah panduan keselamatan diperagakan oleh guide raftingnya selesai, akhirnya dengan perasaan kahawatir, saya pun nyemplung ke air dengan tubuh menggigil dan sesekali mual “Nyesss….duh dingin banget…..semoga saya kuat sampai acara selesai”

Kemudian setelah perahu melewati alunan ombak diantara bebatuan besar, kami malah teriak kegirangan. “Waow…hahahahahaha….. ternyata seru banget. Kalo kayak gini gak jadi adem deh, malah ketagihan” ucap saya ke teman-teman sambil tertawa keasikan. 

Ya ! Saat itu saya sedang mengikuti rafting di Kali Serayu, Banjarnegara, Jawa Tengah, dengan beberapa teman yang baru saya kenal. Dimana saat itu badan saya lagi capek-capeknya. Lelah, letih, lesu, bahkan sampai mual-mual karena sering lembur dan kurang tidur. Mata pun terlihat sayup seperti mata Panda.

Namun semua berubah saat perahu karet kami melewati deburan ombak diantara bebatuan besar di sekelilingnya. Karena ternyata rafting itu seru dan menyenangkan bangeeetss hihihi. Terlebih bagi saya yang baru pertama kali mencobanya.

Lalu, gimana ceritanya nih kok kamu bisa sampai kesitu ?

Jadi nih ya, waktu itu saya dapet undangan famtrip dari Dinbudpar Kabupaten Banjarnegara pada 2016 lalu karena kami merupakan 6 pemenang lomba nulis yang diselenggarakan olehnya. Selain uang tunai untuk 3 besar juara, kami juga mendapatkan paket wisata Dieng.

Baca juga : 

  1. Pengalaman Berkunjung ke 8 Tempat Wisata di Kebumen – Panduan Akurat untuk Anda yang akan Berwisata ke Kebumen 
  2. Rencana Berlibur ke Waduk Jembangan Kebumen. Wisata Alam dengan Restoran Terapung Terhits di 2019
  3. Wisata Sungai di Ciamis dan Pangandaran yang Paling Ngetrend dan Lagi Hits
  4. Kupas Tuntas Wisata Air Terjun Coban Rondo Malang. Lebih dari Sekedar Air Terjun 

Liburanku saat itu adalah liburan pertama dari hasil ngeblog. Dan rasanya surprise banget karena bisa jalan-jalan gratis full akomodasi, dapet uang saku, dan dapet temen-temen baru juga, ah menyenangkan sekali pokonya. Kalau di ingat-ingat, rasanya ingin kembali lagi ke moment tersebut.

Dan walaupun sudah pernah berkunjung kesana, tentu saja saya masih ingin kembali lagi karena saat itu durasi berkunjungnya cukup singkat, jadinya belum puas mengeksplor semuanya.

Lalu seperti apa sih cerita keseruan pengalaman tak terlupakan saat berkunjung Banjarnegara ? Yuk kita baca sama-sama.

Pengalaman tak terlupakan saat menikmati terjangan ombak saat rafting di Kali Serayu Banjarnegara.

Buat yang belum pernah mencoba rafting ini mungkin agak sedikit khawatir karena kita akan terombang-ambing diantara deburan ombak dan batu-batu besar. Dan saya pun demikian. Tapi setelah mencobanya ternyata tidak karena justru malah ketagihan.

Gak usah khawatir karena kita udah dibekali pengamanan berupa jaket pelampung, helm pengaman, dan juga pemandunya disetiap perahu, beserta satu orang boy river yang selalu mengikuti kita untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan.

Guide rafting sedang memperagakan tekhnik keselamatan saat berada diatas perahu. Dan kami pun sudah dibekali pengamanan berupa jaket pelampun dan helm.

Untuk pengalaman raftingku waktu itu, kami menempuh jarak 14 km dengan durasi perjalanan sekitar 3 jam. Sepanjang perjalanan kami banyak menghadapi rintangan berupa deburan ombak besar dan batu-batu besar.

Hal paling mengasikan yaitu saat kita akan melewati alunan ombak terbesar, karena itu berarti kita akan sangat antusias menghadapinya kemudian tertawa lepas saat perahu kita akan terombang-ambing mirip kapal titanic hahaha.

Dan rasanya durasi tersebut kayak sebentar banget. Baru aja nyemplung eh ko udah selesai aja karena keasikan diatas perahu.

“Loh ko udah selesai?” celetuk saya

“Ya emang, ini udah di garis finish, udah 3 jam dan 14 kilometer perjalanan” jawab seorang teman

“Wah gak kerasa ya karena saking asiknya” celetuk saya lagi.

Oiya, Kali Serayu yang saya maksud bukan Kali Serayu yang gede banget itu yah. Bukan Kali Serayu yang kita lewatin pas mau ke Purwokerto (kalau dari Kebumen), bukaaaaan…. !

Tapi Kali Serayu ujung yang lokasinya di Banjarnegara dimana debit airnya masih aman buat rafting.

Oiya, selama perjalanan, fotografer pun selalu mengikuti kami untuk mengabadikan moment. Dan hasil fotonya keren-keren banget euy. Dan setelah sampai garis finish, kami disuguhi kuliner khas berupa tempe mendoan panas lengkap dengan cigitan lomboknya (cabe pedas) beserta es degan. Ah makin kemepyar deh rasanya hihihi.

Paket rafting ini bermacam-macam. Untuk paket yang saya ambil yaitu paket BW-SR3 dengan durasi 3 jam dan 14 km perjalanan. Setiap perahu berisi 4 orang dan 1 orang pemandu, jadi ada 5 orang.

Tarifnya yaitu Rp 250.000 (mungkin sekarang sudah berubah) dengan start di Bojanegara dan finish di Penginapan The Pikas yang mana lokasinya berada di pinggir Kali Serayu sekaligus menjadi tempat menginap kami.

Bangunan penginapannya sangat unik karena berupa rumah panggung yang terbuat dari kayu seluruhnya dan sangat klasik. Sehingga suasana dan sensasinya pun beda saat berada didalamnya.

The Pikas dengan bangunan klasik berupa rumah panggung terbuat dari kayu sebagai tempat menginap kami. 

Ukuran bangunannya berbeda-beda, ada yang besar ada juga yang kecil dengan tarif berbeda-beda pula. Untuk yang saya tinggali yaitu yang besar dengan kapasitas 6 orang dan 2 kamar mandi dengan tarif Rp 500.000 permalam.

Oiya, The Pikas ini singkatan dari Pinggir Kali Serayu yang merupakan sebuah tempat penginapan sekaligus meeting point dari rafting atau arung jeram ini. Lokasinya berada di Desa Singamerta, Kec Sigaluh, Kab. Banjarnegara, Jawa Tengah. HP : 085247097777 dan email di info@arungjeramserayu.com

Selfie bak orang kaya di pemandian air panas D’Qiano dengan view pegunungan dan bukit yang menakjubkan. Mau coba ? Dijamin bakal ketagihan 

Kalau kalian berkunjung ke Dieng jangan lupa berkunjung ke kolam pemandian air panas di D’Qiano. Jaraknya hanya sekitar 3 km dari pusat Kota Dieng dan dapat ditempuh dalam waktu 15 menitan. Kolam ini letaknya berada di pegunungan dengan view pemandangan yang emejing banget pokonya.

Kalau kalian noleh ke bawah akan terlihat deretan perkebunan palawija seperti kentang, kol, wortel, dan sebagainya, berjajar rapi menghiasi bukit-bukit. Jadi buat para pecinta foto, pemandian air panas ini cocok banget untuk dikunjungi.

Jalur untuk menuju kesini cukup ekstrem karena naik turun. Jadi persiapkan kendaraan dengan baik agar perjalanan tetap lancar tanpa hambatan.

Disini hawanya dingin banget ya ? Tapi akan berubah drastis saat kalian nyemplung ke kolam air panasnya. Oiya, di tepian kolam banyak terdapat lubang yang menyemburkan air yang super panas. Jadi kudu hati-hati ya karena panasnya sangat menyengat di kulit.

Nah, ada juga kolam lainnya yang ukurannya lebih kecil dan lebih panas lagi. Dan kayaknya nih ya, kalo kita berendem disini dan punya keluhan gatel di kulit, bisa ilang tuh.

Yang menarik dari D’Qiano ini yaitu karena ada wahana air kayak di waterboom gitu. Ada ember tumpah dan juga perosotannya. Karena penasaran saya pun mencoba berseluncur dari ketinggian. Ah seru banget pokonya.Untuk anak-anak pun ada wahana dan kolamnya tersendiri. Jadi emang cocok untuk wisata keluarga.

Wahana permainan air berupa lorong seluncur dan ember tumpah baik untuk dewasa dan anak-anak juga ada ada disini. 

Air panas ini berasal dari kawah Sileri yang tidak jauh lokasinya dari pemandian air panas tersebut. Dan kalau malem-malem suka ada yang berendem buat ngilangin hawa dingin.

Disini saya bareng temen-temen nginep disebuah villa bertingkat dengan sewanya yaitu 800 ribu per malam. Eh tapi gak bayar sih karena gratis hehehe.

Warung makan disini juga banyak. Tapi pas saya waktu itu cuma tinggal satu warung yang buka, padahal baru jam 9-an tapi udah pada tutup. 

Lokasi D’Qiano berada di Desa Kepakisan, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah. Harga tiket masuknya sebesar 25 ribu rupiah dan buka setiap hari dari jam 08.000 – 17.00 HP: 085227622767

Fasilitas lainya yang bisa digunakan disini yaitu gazebo, tempat ibadah, kamar ganti, ban pelampung, toilet, parkir luas, dan kamar bilas.

Sejuknya dan alaminya Padang Savana membuat siapa saja betah lama-lama disini.

Padang Savana adalah sebuah bukit yang letaknya di dataran tinggi dan hawanya sangat sejuk. Disini cuma kedenger suara burung cuit cuit cuit. Sama sekali gak kedenger suara bising motor atau efek modernisasi kota. Alami dan aseli banget sejuknya. Pokonya kalian dijamin betah deh lama-lama disini.

Padang Savana ini memiliki kontur tanah yang berundak-undak kayak di film telletubies gitu. Tidak heran jika orang-orang nyebutnya bukit telletubies. Rumputnya empuk dan tebel banget, jadi asik banget buat guling-guling kesana kemari dan gak takur kotor karena bersih dan gak terlihat sampah.

Sekelilingnya banyak ditumbuhi pohon pinus dan juga bambu-bambu kecil. Awan-awan terlihat menyelimuti pohon pinus. Hawanya lumayan dingin tapi gak dingin banget kayak di Dieng.

Untuk kesini naiknya cukup tinggi dengan undak-undakan atau tangga yang masih berupa tanah. Sepanjang jalan banyak ditemui bunga-bunga khas gunung dan ada peringatan keras gak boleh dipetik.

Dan dari mulai naik tangga sampai lokasi tujuan itu bersih dan terawat banget dan juga gak terlihat ada sampah. Lama pendakian hanya sekitar 30 menit.

Tempat ini cocok banget buat kamu yang ingin rehat dan menenangkan diri setelah sepekan bekerja.

Padang Savana ini berada di Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Banjarnegara, Jawa Tengah. Buka setiap hari dengan tarif masuk hanya 10 ribu rupiah.

Oiya, sebelum naik ke bukit, ada banyak warung yang menjual manisan khas Dieng yaitu carica. 1 cupnya cuma 2000 rupiah dan rasanya manis dan seger. Carica adalah buah yang cuma tumuh di dataran tinggi berhawa dingin kayak di kawasan Dieng ini. Buahnya mirip pepaya tapi kecil. Kalau mateng warnanya kuning dan harus di masak, karena kalau dimakan mentah gak enak. 

Selain itu ada juga terong belanda. Bentuknya lonjong dan kalau sudah mateng bisa langsung dimakan. Tapi awas nanti bibir jadi merah dikira habis makan ayam mentah hahaha. Karena saya pun di tertawain teman-teman karena bibir jadi merah setelah memakannya. 

Buah carica yang dibuat manisan carica beserta terong belanda, merupakan buah khas dataran tinggi Dieng.

Kompleks Candi Arjuna Dieng dengan luas sekitar satu hektar yang amat terawat dan bersih.

Waktu di Kompleks Candi Arjuna ini, hawanya dingin banget euy karena kabut sedang turun. Untung saja saya pake jaket dan bawa sarung, jadi gak dingin-dingin amat. Dan rasanya jadi kebelet pipis mulu. Tapi karena baru pertama kali tentu saja sensasinya beda.

Nah di bulan Agustus kemaren hawa di Dieng sangat dingin sampai -9 derajat celcius. Dedaunan banyak yang membeku karena saking dinginnya. Buat kalian yang mau kesini jangan lupa untuk berpakaian rapat karena Dieng itu selalu dingin. 

Disini banyak peninggalan-peninggalan bersejarah berupa Candi dan bebatuan kuno yang tertata rapi dan terawat. Salah satu Candi juga sedang dibongkar untuk kemudian ditata ulang.

Ada 5 candi di kompleks Candi Arjuna ini, yaitu Candi Arjuna itu sendiri, Candi Semar, Candi Srikandi, Candi Puntadewa, dan Candi Sembadra. Namun dari kelima Candi tersebut, kompleks Candi Arjuna merupakan kompleks Candi terbesar yang paling banyak dikunjungi wisatawan.

Menurut sejarah, Candi Arjuna ini ditemukan pada abad 18 oleh tentara Belanda bernama Theodore Van Elf. Saat pertama kali ditemukan, Candi ini masih tergenang air.

Kemudian upaya penyelematan dilakukan oleh orang berkebangsaan Inggris  bernama HC Corneulius sekitar 40 tahun setelah Candi ditemukan. Setelahnya, perawatan dilanjutkan oleh orang berkebangsaan Belanda bernama J Van Kirnbergens. Dulunya fungsi Candi ini digunakan sebagai tempat sembahyang. 

Area sekitar Candi juga sangat bersih dan terawat karena petugas kebersihan selalu siaga. Dan selain warga lokal, ternyata banyak bule juga yang datang kesini.

Nah, kalo kalian naik ketasnya lagi, ada Museum Kailasa yang menyimpan benda-benda seperti arca dari kompleks Candi ini. Lalu jika kalian naik keatasnya lagi, kalian juga bisa melihat Indahnya taman yang bersih dan dipenuhi bunga-bunga.

Pemandangan dari atas Museum Kailasa

Lokasi Candi Dieng ini berada di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah. Jalan untuk kesini sangat menanjak dan dingin, namun sudah halus dan bisa dilalui kendaran roda empat. Jadi pastikan siapkan kendaraan sebaik mungkin. Isi bensin full karena jarang ditemui penjual bensin sepanjang perjalanan. Tiket masuknya pun terjangkau yaitu Rp 7.500 untuk warga lokal dan Rp 15.000,- untuk turis asing. Namun bisa berubah sewaktu-waktu

Nah, itulah keempat hal menarik di Banjarnegara yang membuat saya ingin kembali mengunjunginya. Seru sekali pokonya. Pengalaman yang sangat seru dan takkan terlupakan. 

Share This