Tugu lawet, ikon kota kebumen. Foto : Roni Firmansyah

Menjadi warga sekaligus blogger Kebumen Jawa Tengah menjadi kebanggan tersendiri buat saya. Tentunya karena saya bisa menuliskan banyak hal menarik di Kebumen, terutama untuk wisatanya. 

Untuk di ketahui, tempat wisata di Kebumen ternyata lumayan banyak. Baik yang masih tersembunyi ataupun yang sudah dikelola oleh pemerintah. Misalnya saja seperti Curug Silangit yang akan saya ceritakan nanti. Curug ini belum dikelola oleh pemerintah, padahal pengunjungnya lumayan ramai pas musim-musim tertentu.

Oiya, buat yang belum tahu dimana Kebumen berada, Kebumen itu berada di selatan Jawa Tengah. Kalau dari Jogja bisa naik bus ke arah barat sekitar 3 jam. Sebelah barat Purworejo dan sebelah timur Banyumas. Oiya, saat naik bus kudu hati-hati ya agar selamat sampai tujuan. Berkaitan dengan hal tersebut, saya punya 9 tips naik bus agar yang perlu kalian perhatikan agar selamat sampai tujuan di lintas selatan jawa khususnya Purwokerto – Jogjakarta.

Plesiran ke Kabupaten yang terkenal akan industry genteng dan lanting bumbunya ini dijamin tak akan membuatmu kecewa. Karena ada banyak sekali jenis wisata di kota Beriman ini. Baik itu wisata alam, wisata buatan, wisata sejarah, wisata danau, dan banyak lagi yang lainnya.

Dan kebetulan nih karena saya asli warga Kebumen, saya bisa sedikit bercerita seperti apa sih tempat wisata di Kebumen itu secara lebih akurat berdasarkan pengalaman saya sendiri yang tentunya lebih akurat. Dan, yuk, kita bahas sama-sama.

1. Curug Silangit

Curug Silangit saat musim hujan. Foto : Amir Mahmud

Untuk di ketahui, bahwa tempat wisata di Kebumen yang satu ini lokasinya dari rumah saya jalan sekitar 3 km ke arah utara. Jadi, saya tau persis semua tentang seluk beluknya. Curug Silangit ini kalau pas musim hujan debit airnya cukup besar. Namun tentunya inilah yang di cari karena indahnya pemadangan air terjun berasal dari debit airnya. Kalau airnya kecil mah jadi gak menarik ya ?

Nah, buat kalian yang mau kesini, baiknya di musim hujan, namun pas cuaca lagi terang, karena debit airnya lumayan besar. Jangan datang pas hujan atau gerimis, karena khawatirnya ada banjir lor (banjir dadakan tanpa sepengetahuan dan ini sering terjadi), khawatirnya ntar kalian mandi trus tiba tiba ada banjir datang deh.

Oiya, di anjurkan untuk tidak mandi buat yang tidak bisa berenang, terutama pas air sedang besar-besarnya, soalnya sudah ada 2 orang korban tenggelem disini.

Jadi, korban pertama berasal dari Desa tetangga. Dia datang pagi-pagi sekali dan saat itu pas musim hujan, dan air di sungai sedang gede-gedenya. Bahkan sempet bertemu dengan emak saya saat akan pergi ke pasar.

Setelah sampai sana, mereka pun mandi, namun seorang temannya tenggelam. Teman yang lain berjumlah 3 orang di tambah bantuan warga yang kebetulan datang pun ikut membantunya. Namun karena di tarik oleh bangsa ghaib, akhirnya mereka yang menolong pun tak kuat dan korban pun tenggelam. 1 lawan 4. Seketika kampung saya pun heboh dengan kejadian tersebut.

Para warga pun berbondong-bondong datang untuk melihat. Kemudian Pak Kyai dari tempat kami datang untuk menolongnya. Dan setelah di bacakan do’a dan ritual khusus, korban pun di silemi (di selami) oleh para pemuda dan berhasil di angkat.

Dan pada malam harinya, di Curug Silangit dan sungai-sungai berbentuk kolam (istilahnya kedung) di bawahnya, banyak terdengar api terbang sedang bermain tabuhan, istilahnya kunclungan, yang mungkin sebagai bentuk perayaan karena berhasil mengambil korban. Ada seorang desa warga atas yang kebetulan lewat dan melihatnya, ngeri.

Untuk korban kedua yaitu pas gerimis dan terjadi banjir lor (banjir dadakan) dari arah utara yang tiba tiba membuat debit air menjadi besar. Jadi, si korban mandi dan merambat ke bawah air terjun kemudian terpeleset dan jatuh karena licin. Dan masuklah ia ke pusaran air dan tenggelam. Dan sekarang katanya sedang meminta korban perempuan karena sebelumnya sudah laki-laki sebanyak dua orang.

Curug Silangit memang indah. Kalian boleh saja datang, tapi hati-hati dan jangan lupa berdoa agar selamat. Dan ingat, jangan berbuat tak terpuji apalagi maksiat.

Kalau hujan jalannya agak licin. Buat yang cewek-cewek jangan mengenakan pakaian yang gobroh-gobroh ya, mending pake celana trening atau celana kaos biar gak susah jalannya. Rasa lelah akan terbayar lunas saat sampai di lokasi. Jangan lupa bawa kamera buat selfie-selfie.

Yang kadang bikin ngeri itu pas ada cewek berpakaian hijab yang dipakai buat jalan aja susah, tapi sangat berani memanjat untuk bisa berselfie di bawah air terjun. Padahal sangat licin dan belum tentu ia bisa berenang. Benar-benar keberanian yang luar biasa namun tak memedulikan resiko. Yang seperti ini jangan di tiru karena berbahaya.

Untuk sampai kesini, hanya perlu membayar tiket masuknya saja sebesar 3000 rupiah, itu pun hanya untuk parkir, tidak ada biaya lainya. Periksalah kendaraan sebelum berangkat karena disini jauh dari bengkel. Karena beberapa kali ada motor rusak dan harus di dorong lumayan jauh sampai ketemu bengkel.

Untuk penjual makanan, di lokasi juga ada warung dadakan, namun keseringan saat ramai saja. Kalau sepi pengunjung biasanya gak ada. Makanan yang dijual yaitu kopi sama gorengan. Jadi baiknya bawa makanan dari rumah. Dan ingat, jangan buang sampah sembarangan ya agar kebersihan selalu terjaga.

Lokasi Curug Silangit

Dusun Pacalbalung, Desa Sidoagung, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen. Jarak dari Pusat kota menuju Curug Silangit sekitar 12,4 km dan bisa di tempuh dengan kendaraan roda 2 dan 4 melewati kecamatan Pejagoan dan Sruweng. Tiket hanya Rp 3.000 hanya untuk parkir motor dan Rp 10.000 untuk mobil.

2. Waduk Sempor

 

Waduk Sempor saat musim kemarau dan air surut. Pengunjung bisa turun ke bawah membawa motornya. Foto : https://www.instagram.com/rizkiblackcoffee/

Salah satu tempat wisata di Kebumen yang cukup popular yaitu waduk sempor. Saat sore hari, wisata alam kebumen ini banyak dipadati muda mudi nongkrong di pinggir danau untuk jalan-jalan ataupun ngabuburit saat puasa.

Sekarang Waduk Sempor sudah di pugar dengan di bangunnya tugu atau pendopo sebagai ciri khas waduk sempor. Tugu ini juga sebagai bukti bahwa pengelolaanya semakin di seriuskan. Bahkan jika dulu belum ada wahana permainan, sekarang sudah ada perahu kelothok, bebek dayung, sampan dayung, yang bisa kalian sewa untuk wisata air.

Oiya, disini banyak sekali pemancing. Saat kalian naik perahu kelotohok dengan sewa 10 ribu saja, kalian bisa melihat para pemancing berjejer di sepanjang danau. Kalau beruntung, kalian bisa melihat banyak bangau putih berterbangan sehabis mencari ikan.

Ikan yang di dapat kebanyakan mujair. Waktu yang pas untuk memancing yaitu saat musim penghujan karena debit air cukup banyak. Disini ada juga keramba ikan bagi yang barangkali pingin beli ikan. 

Selain industry genteng di Desa Sokka Kecamatan Sruweng dan Lanting bumbu di Desa Lemahduwur Kecamatan Kuwarasan, Kebumen juga sangat terkenal dengan mendoannya. Bahkan Gombong juga di sebut-sebut sebagai tempat asal kuliner mendoan ini.

Puas berjalan-jalan keliling danau, saatnya istirahat dengan mencoba kuliner sekitar danau. Biasanya saya mencoba tempe mendoan plus nasi kupat dan sambel yang rasanya maknyus tenan.

Satu buah tempe mendoan cuma 2000 an saja. Pernah saya beli yang 4000 1 buah, ukurannya guede banget. Beli dua buah sampai kekenyangan. Di tambah segelas teh manis anget seharga 2000 saja, warege (kenyangnya) pool hihihi. 10 ribu wis wareg mas/mbak, aliasnya murah meriah.

Tempe mendoan kuliner khas Kebumen yang banyak di jual di sekitaran waduk sempor. Foto : Amir Mahmud

Untuk masuk kesini di hari-hari biasa tak dikenakan tariff, bahkan parkir pun kadang gak bayar. Namun jika mau berbaik hati untuk perkembangan wisata sempor, bolehlah parkir, cuma bayar 2000 ko.

Nah, kalau mau bersantai dari ketinggian, bisa juga sewa saung, cuma 10 ribu sepuasnya. Dan lebih asik lagi, kalian bisa menikmati makanan di saung sambil menikmati pemandangan danau, pasti lebih menyenangkan. Oiya, disini ada hotel juga lho. Lokasinya di barat Danau. Namanya Happy Valley Resort. Lokasinya sangat menarik karena di ketinggian di sebelah barat danau. Jadi penghuni bisa melihat indahnya danau dari ketinggian dan bisa melihat indahnya matahari terbit.

Lokasi Waduk Sempor

Kecamatan Sempor, Gombong, Kabupaten Kebumen. Jarak dari pusat kota Kebumen ke Waduk Sempor sekitar 26,8 km melewati jalan raya utama jalur selatan ke arah barat dengan kendaraan roda 2 atau 4 sekitar 44 menit. Tiket masuk di hari-hari biasa gratis, saat hari raya atau hari libur biasanya di kenakan.

3. Pantai Watubale

Menara Eiffle sebagai replika yang merupakan spot favorit untuk pecinta foto. Foto : Amir Mahmud

Selain Pantai Menganti yang akan saya ulas nanti, tempat wisata di Kebumen yang tak kalah menarik adalah Pantai Watubale. Ikon pantai berupa menara eifflel yang berada di lereng laut dan menghadap pantai menjadi daya tarik tersendiri buat para wisatawan.

Replika Menara Eiffel yang bisa di panjat ini menjadi tempat favorit para pengunjung untuk berswafoto ataupun berselfie. Pengunjung bisa berselfie di menara eiffle dengan background lautan lepas, menarik sekali, bukan ?

Selain Menara Eiffel juga ada gardu pandang, kapal titanic, outbound dari karang ke karang, dan tempat foto lainnya yang menjorok ke laut. Namun harus hati-hati ya, karena letak gardu pandang ini kebanyakan menjorok ke laut. Jangan gegabah dan gugup saat akan berpose. Hati hati juga pas ada angin kencang, jangan lupa berdoa.

Oiya, disini juga terdapat banyak saung kecil yang muat 2-3 orang yang bisa kalian manfaatkan untuk nongkrong-nongkrong bercanda ria.

Pantai watu bale ini memiliki konsep yang cukup unik karena berupa taman yang letaknya di lereng bukit. Banyak terdapat warung dan tempat duduk yang terbuat dari kayu, yang bisa digunakan untuk bersantai.

Terdapat tangga di lereng bukti Pantai Watubale, sangat cocok untuk berselfie. Foto : Amir Mahmud

Fasilitas ayunan di Pantai Watubale untuk memanjakan pengunjung. Foto : https://www.instagram.com/dwicandraan

Waktu saya kesana, tempatnya cukup bersih sehingga pengunjung pun terasa nyaman. Menikmati semangkuk bakso, mendoan panas, atau pecel sambil menikmati indahnya laut, pasti lebih menyenangkan.

Karena konsepnya yang unik, saya menganggap kalau tempat wisata di kebumen yang satu ini sebagai wisata favorit kedua setelah Pantai Menganti yang lebih dulu populer. Dan tentu saja disini ada mushola buat kalian yang mau sholat.

Tiket masuk yang di kenakan pas saya kesana dulu, tahun 2017, sebesar 10 ribu, rupiah sudah termasuk parkir. Dan di moment lebaran 2019 besok bisa naik, dan tentunya akan sangat ramai di kunjungi para wisatawan.

Lokasi Pantai Watubale

Desa Pasir, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Berjarak sekitar 36,2 km dari pusat kota Kebumen dan dapat di tempuh sekitar 56 menit ke arah barat menggunakan kendaraan roda 2 atau 4. Bisa lewat Gombong atau Pantai Suwuk karena masih satu jalur. Tiket masuk Rp. 10.000,- sudah termasuk parkir. Namun dapat berubah sewaktu-waktu.

Baca juga : 13 Tempat Wisata di Padang dan Sekitarnya yang Akan Membuat Liburanmu Semakin Berkesan

4. Pantai Menganti

 Landscape Pantai Menganti yang bisa di lihat dari ketinggian. Foto : https://www.instagram.com/satinosetiawan/

Tempat wisata di Kebumen yang sangat popular sepanjang jaman yaitu Pantai Menganti. Terakhir saya ke Pantai Menganti pas lebaran 2017 lalu dan ramai sekali. Untuk antre tiket saja ngantri banget.

Harga tiketnya 12 ribu rupiah per orang. Tapi kayaknya sekarang sudah naik. Jalan untuk ke sini sangat naik turun dengan kemiringan sampai 30 derajat. Harus persiapkan motor kalian agar tak mogok di jalan. Soalnya dulu banyak motor mogok karena tak kuat di tanjakan. Kebanyakan motor yang kena yaitu matic. Malahan motor saya yang supra jadoel justru kuat di tanjakan wkwkwk.

Tapi justru karena trackingnya yang naik turun, kita bisa menikmati pemandangan laut dan bukit di setiap titiknya. Namun sangat di sayangkan karena banyak sampah bertebaran dimana mana. Jangan di tiru kalau yang seperti itu. Buanglah mantan sampah pada tempatnya.

Nah, sesampainya disana kita bisa menikmati hamparan pemandangan pantai yang sangt indah. Di area sebelah timur, kita bisa menikmati tepi pantai berupa pasir. Sedangkan di sebelah barat kita bisa bermain di tepi pantai yang berupa batu-batu karang.

O iya, airnya bening dan banyak ikan-ikan bewarna warni bermain-main di daratan. Banyak gurita disini. Banyak bulu babi juga, dan kalian harus hati-hati karena jika tersengat bisa panas dingin kemudian sakit. Bulu babi banyak bersembunyi di lobang batu, berwarna hitam dan samar-samar. Pakai alas kaki biar tak terinjak.

Sekarang Pantai Menganti sudah banyak di pugar. Di lereng pantai banyak terdapat saung untuk beristirahat. Bahkan ada penginapannya juga. Saat hari-hari tertentu, misal malam tahun baru, sering juga di adakan perayaan disini.

Oiya, spot baru untuk berfoto yaitu jembatan merah yang menghubungkan antara karang dan karang. Spot ini sangat menarik untuk berfoto. Dulu pas saya kesini belum ada.

Nah, di bagian utaranya, terdapat air terjun yang kalau pas musim hujan airnya turun. Dulu pas saya kesini karena musim kemarau, airnya gak turun. Ada 2 air terjun pula disini. Jadinya akan lebih menarik yang semakin menambah indah suasana pantai.

Jembatan Merah Pantai Menganti. Foto : kebumeneksplor

Jembatan Merah Pantai Menganti. Foto : twitter @LintasKebumen

Capek bermain di pantai, kalian bisa menikmati berbagai macam kuliner di pinggiran pantai. Ada bakso, mie ayam, pecel, sate, sefood seperti cumi, udang, kepiting, dan banyak lagi yang lainya. Dulu saya pernah makan cumi disini, satu porsinya 20 ribu kalo gak salah.

Lokasi Pantai Menganti

Desa Karangduwur, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Berjarak sekitar 42,4 km dari pusat kota Kebumen dengan waktu tempuh sekitar 1 jam 11 menit. Jalurnya melewati Pantai Watubale. Tiket masuk Rp 12.000 belum termasuk parkir, namun dapat berubah sewaktu-waktu.

Baca juga : 5 Tempat Wisata Unik dan Tidak Biasa di JogJakarta

5. Waduk Wadaslintang

Pesona keindahan waduk wadaslintang. Dok : ALVAN Photohraph

Selain Waduk Sempor, tempat wisata di Kebumen yang berupa waduk lainya yaitu waduk wadaslintang. Waduk ini berada di sebelah utara Kebumen berbatasan dengan kabupaten Wonosobo. Jadi waduk ini sebagian masuk area Kebumen dan sebagian di Wonosobo.

Wisata alam kebumen yang satu ini sangat luas dan berfungsi sebagai pengairan sawah-sawah di desa bawahnya. Ikan di waduk juga amatlah banyak sekali. Tak heran jika pemancing pun sangat banyak.

Cerita sedikit tentang memancing

Untuk bisa mendapatkan ikan ada trik khususnya. Yaitu dengan memancing secara bergerombol karena sifat ikan mujair berenang bergerombol. Dulu saya pernah beberapa kali memancing, namun tak dapat apa-apa karena belum tahu tekhniknya. Sedangkan mereka yang sudah jago, sehari bisa dapat banyak. Biasanya ikan hasil pancingan, mereka jual sebagai penghasilan. Seorang teman pernah mendapat sampai 10 kilo lebih dari hasil memancing.

Oiya, kalian juga bisa membeli ikannya karena disini banyak yang jual. Ikanya pun masih segar karena baru di tangkap. Kalo pas beli, sebaiknya pas jam 12 an siang karena ikan baru di angkat dari keramba.

——–

Waduk Wadaslintang menawarkan wisata landscape waduk yang sangat luas. Berbeda dengan waduk sempor yang sudah banyak menawarkan wahana permainan selain indahnya pemandangan waduk. Di Waduk Wadaslintang belum ada.

Untuk masuk kesini dikenakan tarif 5000 rupiah saja (itu dulu) dan itu pun pas hari-hari liburan kayak lebaran. Tapi kalau hari-hari biasa gak ada petugas karcisnya, jadi gak bayar deh. Sekarang kayaknya udah naik. Tapi kalau kalian bawa pancingan jadi gak bayar.

Lelah berkeliling, kalian bisa menikmati indahnya waduk sambil makan-makan di warung warung yang berdiri di pinggiran waduk. Ada berbagai macam makanan yang di tawarkan, seperti tempe mendoan, bakso, mie ayam, pecel, dan banyak lagi yang lainya.

Lokasi Waduk Wadaslintang

Lokasi Waduk Wadaslintang ada di Kecamatan Wadaslintang, masuk Kabupaten Wonosobo perbatasan Kebumen. Berjarak sekitar 25,6 km dari pusat kota Kebumen, jalan ke arah timur melewati kecamatan Alian dengan waktu tempuh sekitar 49 menit. Tiket masuk hari-hari biasa gratis, namun pada hari-hari tertentu di kenakan. Berapa tarifnya kurang paham karena selama kesini saya gak pernah bayar.

Baca juga : Tempat Wisata di Magelang Versi Lengkap 

6. Pantai Suwuk

Pantai Suwuk, Kebumen, Jawa Tengah. Foto : TAUFIK. A.R

Tempat wisata di Kebumen berikutnya yaitu pantai suwuk. Pantai Suwuk merupakan tempat wisata paling favorit karena lokasinya mudah di jangkau dengan lokasi yang masih di lempahan atau dataran. Tidak seperti Pantai Karangbolong atau Pantai Menganti dan Pantai Watubale yang trackingnya terjal dan naik turun.

Pantai Suwuk sangat ramai di kunjungi saat musim liburan, semisal pas lebaran. Saya sudah sering banget kesini, karena memang tempat favorit buat piknik. Jaraknya juga tak terlalu jauh dari rumah saya. Hanya sekitar 31,2 km an saja. Kalau dari pusat kota Kebumen bisa jalan ke arah barat sekitar 1 jam-an.

Pantai Suwuk semakin kesini semakin di pugar, dengan dibuatnya gapura sebagai gerbang masuknya. Tempatnya juga semakin di benahi, biarpun sampah masih berserakan di sana-sini.

Daya tarik dari pantai ini tentu saja pemandangan pantai selatan yang indah. Menoleh ke arah baratnya, kita bisa melihat Pantai Karangbolong dengan perbukitannya. Oiya, himbauan dari saya adalah jangan terlalu berani untuk mandi. Karena sudah banyak korban hanyut terbawa ombak di pantai ini.

Nah, buat kalian yang hobi memancing, di sisi barat pantai ini banyak terdapat batu besar sebagai penahan air laut agar daratan tidak terkikis. Sekaligus sebagai tempat favorit para pemancing. Dulu saya seringkali memancing disini. Ikan yang di dapat yaitu ikan karang. Jangan lupa bawa topi karena kalau siang sangat panas dan bikin kulit jadi terbakar.

Memancing di Pantai Suwuk. Foto : www.instagram.com/komikendy 

Dan yang terpenting, disini banyak sekali penjual makanan. Kuliner khas pantai yang paling ikonik disini yaitu yutuk. Hewan ini mirip udang dan hidup di pasir. Kalau pas ombak sedang mundur ke laut, hewan ini dengan cepat menyusup ke dalam pasir untuk menghindari manusia.

Yutuk. Hewan laut sejenis udang yang bisa dimakan dan banyak dijual di Pantai Suwuk Kebumen. Ada juga udang dan kepiting. Foto : http://picdeer.com/isyewibisana

Hewan ini dimasak dengan cara di goreng. Rasanya seperti udang, kriyuk-kriyuk, tapi kalau kebanyakan bikin pusing. 1 tusuk harganya 3 ribu. Tapi di tawar saja biar lebih murah.

Oiya, perhatikan juga apakah makanan-makanan yang dijual di sini masih baru atau sudah lama. Soalnya pas dulu saya beli, saya makan, eh begitu habis beberapa, kok kayak ada putih putihnya gitu, kayak jamur, langsung tak buang deh. Selain yutuk ada juga yuyu atau kepiting goreng. Dan makanan ini paling enak di makan pake sambel kecap.

Lokasi Pantai Suwuk

Desa Tambakmulyo, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen. Tiket masuk Rp 5.000,- belum termasuk parkir, namun harga bisa berubah sewaktu waktu. Jarak dari pusat kota Kebumen ke lokasi sekitar 29,3 km dan dapat ditempuh dalam waktu sekitar 1 jam ke arah barat melewati kecamatan Pejagoan – Sruweng – Petanahan – Puring. Bisa menggunakan kendaraan roda 2 atau 4 karena jalan sudah beraspal.

Baca juga Trip Jogja: Cek Daftar Tempat Wisata Seru dan Anti-Mainstream Ini

7. Wisata Alam Prabu

Permadani terbang, salah satu spot favorit untuk berfoto di wisata alam prabu. Foto : https://www.instagram.com/dsy_reborn/

Tempat wisata di Kebumen yang terakhir yaitu Wisata Alam Prabu. Wisata Alam Prabu berada di Desa Tirtomoyo, Poncowarno, Kebumen Timur. Wisata alam Prabu menawarkan landscape pemandangan dari ketinggian alam kota Kebumen dan Kutowinangun di bawahnya.

Wisata Alam Prabu adalah wisata buatan yang saat ini pengelolaanya baru berjalan sekitar 1 tahun. Karena ini wisata buatan, maka banyak dibuat spot-spot foto yang bisa di gunakan untuk berselfie. Seperti spot motor, kupu-kupu, bunga matahari, perahu, dan beberapa yang lainnya.

Daya tarik unik dari wisata ini yaitu karena terdapat karpet permadani terbang yang diangkat menggunakan tower crane yang bisa diputar putar. Moment terbaik naik karpet ini yaitu pas pagi hari agar bisa ngepasin posisi sunrisenya, ataupun saat sore untuk sunsetnya.

Spot permadani terbang ini berada di paling atas, berdekatan dengan spot perahu. Kemaren pas kesini tempatnya cukup bersih. Ada tempat duduk-duduknya yang berada di bawah pohon. Suasananya sangat sejuk.

Dan terakhir saya lihat disini ada kursi dan meja juga untuk berfoto. Nah, kalau kalau haus atau lapar, di sini banyak warung makan. Bahkan di atas juga ada. Tiket masuk kesini yaitu 7000 rupiah sudah termasuk parkir.

Walaupun masih belum terkenal, namun animo masyarakat yang berkunjung cukup banyak. Wisata Alam Prabu atau di singkat WAP ini kalau saya liat selalu melakukan pembenahan agar semakin banyak pengunjung yang datang.

Jika sebelumnya spot paling terkenal yaitu karpet permadani terbang, sekarang sudah di tambah fasilitas foto lainya berupa bangku santai dalam sebuah ambal ambalan yang di taruh di ketinggian. Kemudian ada juga spot selfie berupa balon udara seperti di Turki.

Untuk mencapai puncak, kita haru banyak menaiki anak tangga yang dulu pas saya kesana, masih dalam bentuk undak-undakan tanah, entah kalau sekarang. Naiknya lumayan curam dan harus berhati-hati. Tapi tenang karena ada tali tambang untuk pegangan.

Saat musim kemarau, jalan malah agak licin karena permukaan tanah mengeras. Angin juga kencang, jadi harus berhati-hati sekali, jangan sampai terpeleset.

Spot yang tak kalah menarik selain karpet terbang yaitu karena kita bisa berselfie di replika perahu besar. Kemudian ada juga replikas bunga matahari yang saat itu masih kurang terjaga perawatanyan. Tapi entah kondisi sekarang.

Spot foto replika perahu di wisata alam prabu. Foto : https://www.instagram.com/gunawan_onthell/ 

Di area paling atas, kita bisa bersantai karena terdapat bangku-bangku di bawah pohon yang cocok sekali untuk bersantai. Sebenernya sih ada warungnya, tapi saat itu saya liat lagi gak buka. Dan ternyata motor juga bisa sampai sini lho.

Wisata alam prabu dulunya adalah tempat petilasan karena terdapat makam disini. Dari keseringanya para peziarah berkunjung kesini, hingga kemudian tercetus ide dan di bangunlah wisata ini. Dan pengunjung dilarang melakukan hal tidak terpuji. Tetaplah sopan agar semua baik-baik saja. (((paham kan?)))

Oiya, disini masih banyak kera, harap berhati-hati ya. Pas saya kesana dulu, saya menemui beberapa kera, namun takut pas saya mendekat. Namun mungkin beda lagi saat kawanannya berjumlah ratusan karena di sini memang banyak, mungkin mereka lebih berani.

Lokasi Wisata Alam Prabu

Desa Tirtomoyo, Kecamatan Poncowarno, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Tiket masuk Rp 7.000,- sudah termasuk parkir. Buka setiap hari dari pagi sampai sore. Jarak sekitar 13,4 km dari pusat kota melewati kecamatan Alian, dan bisa di tempuh dengan kendaraan roda 2 ataupun roda 4 sekitar 29 menit dengan rute menanjak dan berbelok-belok, namun jalan sudah halus beraspal.

8. Waduk Jembangan

Sepeda air dalam berbagai bentuk merupakan wahan wisata favorit di Waduk Jembangan . Foto Amir Mahmud

Tempat Wisata di Kebumen yang ke 8 yaitu Waduk Jembangan. Waduk Jembangan merupakan tempat wisata favorit keluarga karena memiliki pemandangan yang sangat menarik. Itu di karenakan pengelolaan waduk ini yang sangat serius.

Hal itu terlihat dari fasilitas pendukung yang di buatnya. Seperti jalan untuk menuju lokasinya saja yang sudah teraspal halus. Dan juga berbagai macam wahana wisata didalamnya. Seperti sepeda air, perahu naga, kebun binatang, pendopo, gazebo, warung-warung, dan yang paling menarik adalah restorannya.

Restoran ini memiliki penataan yang cukup menarik. Area duduk restoran ini ada dua tempat, yaitu di darat dan juga terapung di atas air. Untuk yang di darat, kita bisa menikmati makanan dari view ketinggian melihat danau. Untuk yang terapung di atas air, sensasinya tentu akan lebih terasa. Dan yang tak kalah menarik adalah karena terdapat spot selfie berbentuk love di restoran ini. Letaknya untuk area duduk terapungnya. 

Untuk menu makanannya sih pastinya beragam sih ya ? setahu saya sih ada olahan ikan, daging ayam, dan banyak lagi yang lainya. Nanti akan saya update jika sudah ada user experience. 

Nah, untuk wahana wisata air diatas, kita bisa menyewa sepeda air dengan tarif 15 ribu rupiah untuk jumlah waktu tertentu. Kalau tidak salah sih 30 menit. Bentuknya yang menarik, menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, khususnya anak-anak. Untuk perahu naga, tarif per orang yaitu 20 ribu rupiah per sekali jalan. Perahu baru akan berangkat setelah kuota penumpang terpenuhi.

Wahana wisata lain yaitu kebun binatang mini. Disini pengunjung dapat melihat koleksi binatang-binatang di dalamnya.

Lelah bekeliling, pengunjung bisa bersantai-santai di kursi berjejer yang di sediakan sambil menikmati makanan yang banyak di jual disini. Adanya pohon-pohon yang rindang juga membuatnya teduh dan sejuk. Mushola dan toilet tentu pasti ada disini. Saat musim liburan seperti libur lebaran 2019 kemarin, pengunjung disini sangat ramai.

Lokasi Waduk Jembangan

Waduk Jembangan berjarak kurang lebih 15 km dari pusat kota Kebumen dan dapat di tempuh menggunakan motor atau mobil karena jalan cukup lebar dengan waktu tempuh sekitar 45 menit melewati sawah-sawah nan hijau. Berada di Desa Jembangan, Kecamatan Poncowarno Kabupaten Kebumen. Tariff masuknya hanya 4000 per orang dan parkir 2000 rupiah. Murah tapi sangat menarik. 

Poncowarno ? berarti dekat Wisata Alam Prabu dong ? betul sekali

——————-

Nah, itulah 8 tempat wisata di Kebumen yang pernah saya kunjungi. Semua saya tulis berdasarkan pengalaman pribadi saat berkunjung kesana. Sebenernya masih ada banyak tempat keren lainya di Kebumen yang ingin saya kunjungi di Kebumen, namun karena faktor x x sehingga hanya itu bisa saya tuliskan. Oke, sekian dari saya, terimakasih sudah membaca dan selamat berwisata.

Note : jarak waktu tempuh di ukur menggunakan google maps yang mungkin bisa berbeda dengan waktu sebenarnya.

 

Share This