Curug Silangit Kebumen. Foto : Ali

Beberapa waktu lalu, beberapa orang tersesat di depan rumah saya. Kemudian saya tanya “mau kemana Mas Mas ini ?” “Mau ke Curug Silangit Mas” Jawab mereka. Mereka kebingungan saat akan menuju ke Curug Silangit. Karena bingung, maka saya pun menunjukan jalanya. Bukan hanya mereka, tapi banyak pengunjung lain yang seringkali salah jalan dan tiba di rumah saya.

Yang paling bikin saya kasihan adalah saat mereka tersesat sampai ke desa tetangga. Ada juga yang sampai kemalaman karena tersesatnya begitu jauh sampai ke hutan. Itu karena Curug Silangit letaknya begitu tersembunyi dan jauh dari perkampungan.

Di katakan tersembunyi karena memang benar benar tersembunyi dan keberadaanya jarang terdengar masyarakat. Hanya sampai desa desa tetangga saja. Tak heran, hingga saat ini pemerintah pun belum mengelolanya. Saat ramai, Curug Silangit ini mungki sama dengan Curug Coba Rondo di Batu Malang Jawa Timur

Beberapa bulan ini tempat wisata ini jarang di kunjungi karena debit airnya yang kecil. Maklum karena sekarang (September 2017) musim kemarau. Karena keeksotisan sebuah air terjun adalah saat debit airnya besar seperti di musim hujan. Dan begitu musim hujan tiba, pengunjung ramai berdatangan.

Bukan hanya pada spot Curug Silangitnya saja yang menarik, tapi kita juga akan di hadapkan dengan pemandangan menarik di sepanjang jalan menuju lokasi tersebut. Bongkahan batu batu besar dengan keindahan air terjunnya mini-nya, membuat siapa saja tak sabar ingin segera menceburkan diri. Apalagi dengan lubang lubang alami berbentuk sumur sumuran yang banyak di temui di sepanjang sungai, semakin menambah keindahan  ciptaan Tuhan yang satu ini.Dulu, sepanjang sungai ini adalah spot bolang saya bersama teman-teman lainnya

Baca juga : Pantai Menganti Kebumen

Untuk mencapai ke Curug Silangit ini, kita harus berjalan kaki sekitar 3 km dari tempat saya. Motor boleh ko di titipkan di halaman rumah saya. Persiapan yang harus dilakukan adalah tenaga yang fit. Jangan kesana sendirian. Bawalah teman biar seru.

Dan yang tak boleh ketinggalan yaitu kamera, baik itu smartphone atau kamera digital. Karena seperti yang tadi saya tuliskan, di sepanjang perjalanan ada banyak sekali spot menarik yang instagramable. Bawa makanan juga ya karena disana tidak ada warung.

Di spot pertama, Anda akan menjumpai kali yang bernama Latihan. Di tempat ini, kalian bisa mandi dan bermain prosotan karena terdapat batu yang membentuk seluncuran menuju ke kolamnya, wah mengasikan sekali pokonya. Apalagi karena kedalamannya hanya semeteran saja. Jadi aman buat siapa saja yang akan mandi. Tapi tetap hati hati dan dan harus ada yang mengawasi, terutama bagi yang tidak bisa berenang.

Saat musim hujan tiba, debit air di Kali Latihan ini cukup deras. Jadi harus hati hati saat akan menyebrang menuju Curug Silangitnya. Dasar dari kali Latihan ini bukanlah pasir, melainkan batu. Jadi tidak terlalu keruh walupun dipakai mandi oleh banyak orang.

Oiya, kalau kalian punya ban mobil, bawa juga gak apa apa, kayak foto di bawah. Nanti kalian bisa meluncur dari atas kebawah lalu nyebur, mirip waterboom pokonya. Bawa kamera anti air juga juga buat video selfie.

Dulu saya seringkali melakukan hal ini bersama teman teman. Ban pelampung pun saya bawa buat perosotan layaknya di waterboom. Saking asiknya, kadang berenangnya lamaaaa sekali, sampai berjam jam, sampai bibir biru. Masih belum puas berenang, saya dan teman teman datang sampai 2 kali sehari, maklum, dulu kan masih anak anak, dan hobi favorit anak anak desa saat musim hujan yaitu mandi di kali.

Baca juga : Rencana Berlibur ke Waduk Jembangan Kebumen. Wisata Alam dengan Restoran Terapung Terhits di 2019

Berjalan beberapa meter ke atasnya kita akan menjumpai Kali Silumpang. Di namakan Silumpang karena bentuknya seperti Lumpang (sejenis alat untuk menumbuk).

Kali Silumpang ini merupakan spot favorit pengunjung untuk mandi karena bentuknya yang seperti kolam renang. Luasnya sekitar 10 x 10 m. Namun begitu sangat tidak di sarankan untuk berenang bagi yang tidak bisa berenang. Itu karena kedalamannya mencapai 3 meter. Dulu setiap kali hari minggu, saya bersama teman teman seringkali berkunjung ke sini untuk mandi. Satu hal paling asik di lakukan adalah saat anjlog dari ketinggian, byurrr….ah asik sekali pokonya.

Di Kali Silumpang ini, ada 3 sumur sumuran yang terletak di 3 titik, yaitu pas di bawah air terjunya seperti yang terlihat pada gambar dibawah, lalu yang lainya berada di bagian bawah sebelah kanan dan kiri. Tidak semuanya dalam, hanya di bagian bagian tertentu saja. Bagian terdalam ada di paling atas, yaitu pas di jatuhnya air terjun.

Kalau saya paling suka dengan sumuran bagian bawah karena dekat dengan daratan dan kedalamanya tidak terlalu tinggi. Dulu pas masih sering main kesini, kita sering membawa singkong dari rumah untuk di bakar dan dimakan bersama sama. Jika sedang musim jambu monyet, kita juga sering membawanya. Di makanya pas mandi, ah senang sekali pokonya.

Baca juga : 3 Tempat Keren yang Ingin Saya Kunjungi di Kebumen

Bagi yang tidak bisa berenang, kalian juga bisa bermain main di sumur sumuran yang letaknya di ujung Kali Silumpang ini. Dalamnya hanya sekitar 120 cm saja. Saat musim kemarau, biasanya warga dusun atas memanfaatkannya untuk mencuci atau memasak. Beberapa hari yang lalu saya berkunjung ketempat ini, airnya cukup jernih, namun banyak di tumbuhi lumut. Ada banyak ikan ikanya juga yang besarnya selebar telapak tangan anak kecil.

Kedung Silumpang. Foto : Oji

Setelah dari Silumpang, naik ke atasnya lagi kita akan menjumpai Dubang. Kata Dubang itu berasal dari watu abang (batu merah), agar mudah menyebutnya, maka di sebut Dubang. Batu merah itu sendiri terletak di lereng sebelah barat. Saat dimusim kemarau seperti ini, terkadang ada kera yang turun ke Kali untuk mencari sumber air. Disini juga merupakan spot yang sangat menarik untuk berfoto foto. Terutama saat musim hujan karena kontur aliran airnya yang berundak undak seperti air terjun.

Hal favorit yang paling disukai para pengunjung adalah bermain main air. Selain karena banyak terdapat air terjun mini, disini juga terdapat daratan dari batu yang di lewati air. Saat musim hujan, aliran air yang besar menjadikanya semakin asik untuk basah basahan. Yang tak kalah menarik lagi adalah karena di bagian timur Dubang ini juga terdapat air terjun mini dan berundak undak dari sebuah kalen (kali kecil). Di Dubang ini juga terdapat kedung (sejenis kolam) yang dalamnya hanya 1 meteran saja. Namun biasanya para pengunjung lebih memilih untuk bermain main air saja karena dasar Kali nya yang lapang.

Foto dibawah adalah foto teman saya bernama Ade, saat sedang ramai ramainya pengunjung datang. Disinilah biasanya saya dan banyak teman teman lainya mengisi hari libur, agar pikiran tidak penat.

Curug Dubang

Setelah dari Dubang, naik lagi sekitar 100 meter ke atasnya kita akan sampai di Curug Silangit. Ketinggian Curug ini mencapai 12 meter dengan aliran air yang cukup deras. Saya sangat menyarankan untuk tidak mandi karena ombaknya besar, terutama saat musim hujan. Kedalamanya pun sampai 3 meteran lebih. Bagi yang tidak bisa berenang, baiknya juga tidak boleh penasaran untuk nyebur.

Curug Silangit ini akan semakin indah jika kita melihatnya dari ketinggian melalui sebuah batu tinggi yang ada di sebelah selatanya. Bagi Anda pecinta drone atau fotografer, tempat ini juga cocok sekali untuk melampiaskan hobi Anda tersebut. Dan yang terpenting adalah karena air di sepanjang Curug Silangit itu bersih. Secara kan desa yang ada di atas Curug Silangit ini rata rata peduli kebersihan dengan memiliki fasilitas MCK di setiap rumah.

Curug Silangit ini adalah Curug yang letaknya di tengah hutan dan masih tersembunyi keberadaanya. Makanya banyak orang yang kesasar saat akan berkunjung ke tempat ini. Letaknya yang begitu jauh dari perkampungan, membuat orang kadang butuh tour guide untuk menuju lokasi tersebut. Bahkan beberapa kali Keponakan saya menjadi pemandu wisata orang orang yang datang berkunjung.

Biasanya disaat musim hujan, teman teman saya sering berkunjung kesini saat hari libur. Liburan akan semakin seru karena banyak pengunjung yang datang. Anda bisa lihat sendiri debit air terjun yang deras seperti foto diatas. Dulu saya sering sekali mandi disini, anjlog dari ketinggian merupakan hal biasa bagi saya dan teman teman lainya. Itu karena kami yang orang desa, hampir semua bisa berenang. Bahkan teman teman yang bertubuh gendut pun bisa berenang. Walaupun cukup dalam, tapi kami tidak takut karena sudah terbiasa. 

Oiya, kami juga punya permainan unik lho saat mandi di kali, namanya kunclungan. Kunclungan itu sejenis tabuhan menggunakan tangan dan akan mengeluarkan suara unik. Kalian sudah pernah melihatnya belum seperti apa itu kunclungan ? hehehe

Saat musim hujan, jatuhnya air terjun akan menimbulkan hembusan angin yang besar sampai radius 200 meter, sehingga udara menjadi sangat dingin. Jadi jika Anda kesini, usahakan bawa jaket agar tak kedinginan.  

Di salah satu pojokan Curug Silangit ini, juga di manfaatkan warga dusun atas sebagai sumber air yang di salur melalui pipa paralon. Walaupun musim kemarau panjang, sumber air yang biasa orang sebut dengan “tuk tukan” atau mata air ini tidak pernah habis. 

Ada satu hal unik disini, karena di Curug Silangit ini, terdapat sebuah lubang yang letaknya di dasar sungai, yang tembus sampai desa tetangga melewati sebuah lorong. Dulu pernah ada orang sakti yang melewatinya, makanya saya bisa cerita. 

Baca juga : Serunya PesonaRamadan2018 dalam Semarak Pasar Malam di Alun Alun Karanganyar Kebumen

Bagi Anda yang berniat berkunjung, saya sangat tidak menyarankan untuk datang saat gerimis apalagi hujan deras, karena seringkali ada pengunjung yang terjebak dan tidak bisa pulang. Pernah waktu itu teman saya menjenguk pengunjung yang terjebak dan tidak tahu jalan pulang karena terhalang banjir besar. Kemudian oleh teman saya di pandu untuk melewati desa tetangga hingga akhirnya bisa pulang. 

Kejadian yang paling menyedihkan yaitu saat seorang pengunjung tenggelam dan meninggal. Awalnya pengunjung tersebut akan berselfie di bawah air terjun, namun terpeleset kemudian jatuh. Dan karena tidak bisa berenang, akhirnya tenggelam dan nyawanya tidak bisa di selamatkan. Bukan hanya 1 orang, tapi sudah 2 orang. Jadi selain persiapan matang, yang sangat wajib Anda lakukan jika akan datang kesini yaitu Do’a kepada Yang Maha Kuasa agar kita senantiasa di beri keselamatan kapanpun dimanapun kita berada, amin. 

Saya tidak tahu persis kejadian tersebut, karena saat kejadian, saya sedang tidak ada di lokasi. Ada yang bilang kejadian tersebut ada campur tangan bangsa gaib. Namun ada yang bilang hal seperti itu wajar di sebuah tempat wisata. Makanya kita sebagai manusia, harus selalu berdo’a agar selalu di beri keselamatan dunia akhirat. 

Dari tadi bicara soal Curug Silangit, btw saya belum kasih tau nih lokasi tepatnya berada dimana. Curug Silangit ini berada di Dusun Pacalbalung Desa Sidoagung, Kecamatan Sruweng, Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah. Aliasnya kalau dari rumah saya, tinggal turun ke bawah lalu jalan ke belakang atau ke arah utara.

Jika Anda datang dari Jakarta, bisa menggunakan pesawat dan turun di Bandara Adi Sucipto Jogjakarta atau Ahmad Yani Semarang. Atau jika menggunakan kereta api, Anda bisa turun di Stasiun Karanganyar lalu naik ojek dengan membayar sekitar 25 ribu rupiah saja.

Untuk sampai ke tempat ini jika Anda datang dari Surabaya, Anda juga bisa turun di Bandara kedua diatas atau turun di Stasiun Karanganyar juga bisa. Jika menggunakan Bus, bisa turun di Pasar Karanganyar atau pertigaan Sruweng kemudian naik ojek. Untuk soal penginapan, disini ada banyak hotel ternama. Untuk yang paling dekat yaitu hotel Candi Sari Karanganyar. Dan berikut adalah beberapa hotel ternama di Kebumen. Untuk penginapan dekat area wisata belum ada, secara kan ini wisata tersembunyi dan belum tersentuh oleh pemerintah.

Hotel Candisari Karanganyar, merupakan hotel terkenal sejak lama di wilayah Kebumen. Tarif sekitar 300 ribu per malam. Tempatnya nyaman dan strategis karena berada di jalur utama Jakarta – Surabaya. Dari sini ke tempatnya wisata jaraknya sekitar 9 km.

Hotel Grafika Gombong, berada di Kebumen sebelah barat. Hotelnya cukup nyaman, tarif permalam sekitar 300 ribuan. Dari sini ke tempat wisata jaraknya sekitar 15 km

Hotel Nilo. lokasinya di tengah kota. Memiliki fasilitas yang cukup lengkap dan dengan kamar yang nyaman, Rate permalam sekitar 300 ribuan. Dari sini ke tempat wisata jaraknya sekitar 15 km.

Meotel Dafam, hotel yang baru di bangun sekitar 2 tahun lalu. Lokasinya ada di tengah Kota Kebumen. Hotel yang cukup nyaman dengan fasilitas terjamin. Harga sewa per kamar sekitar 450 ribuan per malam. Dari sini ke tempat wisata jaraknya sekitar 15 km.

Nah, itulah keindahan surga tersembunyi bernama Curug Silangit yang ada di daerahku. Keindahanya bukan hanya di spot Curug Silangitnya saja, tapi di sepanjang perjalanan menuju lokasinya juga. Dan ini benar benar wisata tersembunyi karena masih banyak orang yang belum tahu tentang keberadaanya. Sebenarnya wisata ini sudah ada lebih dari 20 tahun yang lalu, namun masih tersembunyi dan belum di kelola pemerintah. Promosi yang di lakukan juga masih dari mulut ke mulut.

Dan seperti yang saya katakan berulang ulang, jangan sekali kali mandi jika Anda tidak bisa berenang, karena ombaknya besar dan menggulung. Bagi Anda yang akan datang kesini menggunakan sepeda motor atau mobil, baiknya di service terlebih dahulu untuk memastikan kondisi kendaraan aman. Karena di daerah saya jauh dari bengkel motor, apalagi mobil. Dan tak perlu khawatir soal tracking, karena jalan sudah bisa di lalu kendaraan besar seperti mobil dan truk. Dan yang pasti, jangan pernah melakukan perbuatan tidak terpuji. Selamat berwisata.

Share This