Dua piala yang saya dapat dari lomba blog yang saya dapat pada 2016 dan 2019. 

Hai kawan, mau tanya nih, hingga sekarang, sudah berapa kali kalian ikut lomba blog ? 1, 2, 3, 4, 5, 10, 20, atau bahkan 100 kali ? Wah sip deh berarti udah banyak pengalaman. Kalau saya sendiri, kebetulan sudah lebih 200 kali ikut lomba karena saya ikutan terus tiap bulannya. Namun lebih banyak kalahnya ketimbang menangnya.

Ya, dari awal mulai menulis lomba, saya emang mencatat lomba apa saja yang sudah saya ikuti. Kemudian menang kalah beserta level prestasi beserta awardnya, juga saya catat sebagai evaluasi kedepannya. Dengan begitu saya bisa tahu perkembangannya dari tahun ke tahun.

Daftar lomba blog yang saya ikuti, ada 200 lomba lebih. Saya bikin daftarnya di Excel secara lengkap

. Di tahun 2016, saya memang semangat sekali ikutan lomba dan progress di tahun tersebut naik. Kemudian tahun 2017, Alhamdulillah progress saya juga terus naik karena terus belajar. Cek award saya di sini.

Dan di tahun 2018, progress saya juga terus naik karena saya masih terus belajar. Namun di tahun 2019 ini, progress saya turun karena roda hidup terus berputar. Kadang diatas kadang dibawah dikarenakan berbagai macam faktor.

Namun saya tetap suka lomba. Ada rasa yang tidak bisa di ungkapkan dengan kata-kata saat tulisan kita di apresiasi penyelenggara.

Nah, bersama ini saya ingin berbagi 22 tips menang lomba blog setelah 200 lebih kali ikutan selama 4 tahun. Pasti kalian penasaran kan ya hehehe. Baca terus sampai selesai. 

Oiya, selain tips ini, ada juga tips menang 30 Blogger Terbaik Berbagi Tips Menang Lomba Blog. Dan buat yang lagi cari info lomba blog bulan ini, saya juga update info lomba blog tiap bulannya.

Ok, lanjut….

Persiapan

Sebelum memulainya, persiapan itu penting dilakukan agar proses menulis berjalan maksimal. Tanpa persiapan yang matang, hasilnya jadi kurang memuaskan.

Dok. pribadi

1] Niat dan serius mengerjakannya. Jangan setengah-setengah 

Mungkin kaliah pernah mendengar curhatan blogger seperti ini “Ikut lomba blog ah buat ngeramein”

Ya, emang terserah masing-masing sih. Namun tentu saja hasil itu tak menghianati usaha. Pastinya mereka yang 1x berusaha keras, hasilnya belum akan lebih baik dari mereka yang 10 x berusaha lebih keras.

Maksudnya jika kamu ikut lomba hanya untuk ikut-ikutan dan sekedar niat, peserta yang lain ada yang lebih niat dan lebih serius. Kalau kayak gini berarti jangan terlalu berharap menang, kecuali kalau tulisanmu emang meyakinkan karena kamu seorang yang expert dan super spesialis dalam suatu bidang.

Dalam lomba blog pilihannya ada dua, menang atau kalah sama sekali. Kalau saya menganggapnya “capeknya sama” jadi harus full effort dan maksimal.

Saat ngedit, bahkan saya melakukannya sampai 80 kali. Intinya harus bener-bener maksimal. Untuk grafis sebagai pelengkap pun sama. Kudu maksimal. Full perjuangan layaknya Indonesia melawan penjajah dulu.

Kalau kamu merasa udah maksimal ngerjainnya, rasa yakin untuk menang pun lebih besar. Tapi kalau ngerjainnya setengah-setengah, harapan menang pun juga setengah-setengah.

Untuk artikel lomba blog yang traveloka kemarin, bahkan saya sampai menulis dua kali karena yang pertama salah konsep. Dan karena saya sangat niat, maka sayapun mengubahnya. Bahkan banyak konten grafis yang gak kepakai karena ubah konsep, tapi tetap saya kerjakan.

Dok. https://www.ilmu-ekonomi-id.com

2] Effort lebih, misal dedikasi pergi kesuatu tempat atau berani gak wawancara orang? 

Dalam sebuah lomba, seringkali secara tidak langsung, kita dituntut untuk menghasilkan tulisan yang asli dan original alias tulisan feature. Misalnya lomba dari Astra yang hingga saat ini masih menganjurkan pesertanya untuk terjun langsung ke lokasi untuk meliput.

Nah, buat sebagian orang, hal ini sulit dilakukan. Alasanya pun bermacam-macam. Misal karena kurangnya keberanian dalam wawancara, gak ada ongkos jalan, malas bepergian, dan lain sebagainya.

Atau semisal ada lomba bertemakan sebuah jasa layanan, misal hotel atau tempat pariwisata. Peserta lomba yang mencoba layanannya, tentu akan mendapatkan keaslian tulisan lebih baik karena merasakan pengalamannya.

Permasalahannya, biasanya blogger lebih suka menulis berdasarkan opini dibanding terjun langsung ke lapangan. Tapi kalau kamu mau berjuang lebih keras untuk mendapatkan keaslian tulisan yang lebih, kesempatan menang pun lebih besar.

Salah satu contoh SK pada loomba blog indozone.id. Dok. pri

3] Taati semua syarat dan ketentuannya

Yang tidak boleh terlewatkan dari setiap lomba yaitu mentaati semua syarat dan ketentuannya. Seperti peletakan link, pasang banner, follow dan subscribe sosial media, share artikel dan men-tag akun penyelenggara, dan lain sebagainya. Dan yang tak kalah penting adalah akun sosial media kita jangan di privat. Saya pernah mendapatkan pengalaman pahit terkait hal ini.

Jadi saya sempat merasa ada yang aneh pas lomba di tahun 2017 kemarin. Kalah emang wajar ya, namun jika kalah terus, dan saya merasa tulisan saya juga cukup baik, tentu bikin tanda tanya. Padahal sebelumnya gak gini.

Dan ternyata setelah saya mat-matin, ternyata akun facebook saya di privat. Oh ya Tuhan. Karena di private, mengakibatkan publish artikel saya di sosial media tidak terlihat oleh penyelenggara. Padahal itu syarat wajib.

Karena hal tersebut, tidak aneh jika saya menangnya hanya di lomba yang tidak mempersyaratkan untuk share sosial media.

Namun ada juga penyelenggara yang berbaik hati karena mau mengkonfirmasi peserta yang belum memenuhi SK ini. Dan setelah sosial media saya ter-setting publik, unggahan saya di sosmed terlihat oleh penyelenggara. Kemudian setelahnya nama saya bisa masuk dalam daftar pemenang. Dari situ saya merasa bertambah pengalaman. Setelahnya saya jadi lebih berhati-hati kalau-kalau sosial media saya terprivat secara tak sengaja.

Dok. Blog Bukalapak

4] Lihat profil juri

Sebelum mengikuti lomba blog, ada baiknya kamu lihat-lihat dulu profil jurinya. Misal sang juri punya blog, kamu bisa baca-baca sedikit seperti apa tulisannya. Atau semisal ia punya buku, kamu bisa baca buku-bukunya untuk mengetahui seperti apa karakter tulisannya. Kemudian kamu bisa beradaptasi agar tulisanmu disukai juri.

Pada gambar disamping adalah juri lomba blog Bukalapak 2018 lalu. Nah, salah satu juri yaitu Mbak Stephany Josephine, merupakan seorang blogger dan novelis. Dari karyanya, seorang blogger bisa mempejari karakter tulisannya untuk diterapkan ke artikel yang di lombakan. 

Untuk pemenang pertama lomba ini yaitu Mbak Rizka Edmanda. Dan ternyata Mbak Rizka ini juga suka baca novel milik Mbak Stephany, yang sepertinya mengadaptasi tulisannya hingga akhirnya masuk juara. 

Contoh artikel listicle di IDNTimes.com. Dok. scressnshoot pribadi

5] Bikin konsep artikel listicel yang bergaya millenial ala IDN Times

Milllenial adalah generasi yang suka dengan sesuatu yang praktis dan cepat. Sebagai genarasi millenial, saya sendiri suka dengan artikel seperti ini. Karena setiap listiclenya membuat kita penasaran. Apa sih isinya ?

Walaupun panjang, artikel ini tetap menarik untuk dibaca. Terlebih jika judul, paragraf awal dan listicle nomor pertama sudah menarik. Maka selanjutnya pun membuatnya lebih penasaran.

Kemudian setiap listicle-nya kita sematkan gambar agar terlihat lebih lengkap dan hidup. Kalau kamu pernah baca artikel format listicle di IDNTimes, seperti itulah formatnya. Lihat gambar di samping. 

Ilustrasi sudut pandang penulisan. Dok. popsugar.com

6] Gunakan sudut pandang agar unik

Sudut pandang atau angel sebuah tulisan memang menarik. Cerita yang dilengkapi sudut pandang akan terlihat beda karena dilihat dari cara pandang yang berbeda.

Misalnya ada sebuah lomba dengan tema jam tangan. Nah, akan menjadi beda rasanya saat sebuah jam tangan di ulas dari kacamata seorang dengan spesialis tertentu, misal travel blogger. Sehingga rasa tulisan pun tidak datar-datar saja.

Atau bagaimana pembahasan sebuah merk laptop dari kacamata seorang koki ? Tentunya akan beda. Karena menulis dengan tangan kanan itu biasa, coba pakai tangan kiri.

Langsung nulis ketika ide sudah terkunci. Dok. https://marketingland.com

7] Buru-buru nulis saat ide sudah terkunci

Misalkan kamu nemu sebuah lomba, namun lomba tersebut pernah di adakan di waktu sebelumnya dengan tema yang sama, dan kamu mengetahui jelas seperti apa pemenangnya. Maka, bergegaslah untuk mengerjakan secepat mungkin agar ide kamu tidak buru-buru dituliskan orang lain ? Buat secepat mungkin dan langsung submit.

Jangan khawatir dicontek. Karena paling tidak kamu sudah memenuhi standar pemenang di waktu sebelumnya. Dan ini merupakan strategi memenangkan lomba blog.

Kerjakan dari yang mudah dulu. Dok. pribadi

8] Kerjakan yang mudah dulu, misal foto atau story tellingnya

Saat menulis, biasanya kita kesulitan akan memulai yang mana dulu. Nah, kalau sudah begini, coba kerjakan dari yang mudah dulu. Misal dari story tellingnya, fotonya, pemenuhan SK-nya, dsb. Kerjakan dari yang termudah sampai yang paling akhir yang tersulit. Jadi gak buang-buang waktu karena ngerjainnya berurutan.

Saya pun begitu. Saat beberapa bagian terasa sulit, saya mengerjakan yang termudah dulu. Misal foto yang sudah ada di sematkan dulu, kemudian berlanjut ke bagian lainnya. Dan cara ini terbukti lebih cepat menyelesaikan tulisan.

Kerjakan jika yakin bisa. Karena yang sulit akan menjadi mudah jika sudah terbiasa. Dok. https://andiefians.com

9] Jangan gak yakin dulu dengan tema lomba yang kamu anggap sulit. Coba dulu sebelum nyerah.

Seringkali saya merasa hopeless dan nyerah duluan saat menjumpai sebuah lomba blog yang saya anggap sulit. Namun setelah saya coba, malah saya masuk daftar pemenang wkwkkw.

Segala sesuatu emang kudu dicoba dulu. Jangan nyerah sebelum berperang. Terkait hal ini, kemampuan orang memang beda-beda. Jika kita merasa sebuah tema lomba dianggap sulit, mungkin dengan mempelajari materinya perlahan-lahan, kita akan mulai paham. Seperti yang pernah saya lakukan dulu.

Dulu saya pernah mengikuti lomba blog dari sebuah apartemen yang saya anggap sulit. Artikelnya bisa dibaca disini.

Awalnya saya kurang pede karena sepertinya ko’ berat banget. Tapi setelah dicoba, ternyata saya masuk daftar pemenang. Kemudian saya juga pernah ikut lomba blog dari sebuah institusi pendidikan yang juga saya anggap berat. Dan ternyata setelah dicoba, saya masuk daftar pemenang juga hihi. 

Namun jika saya merasa sebuah tema lomba terasa emang benar-benar sulit dan diluar kapasitas, maka saya pun tak ikut. Berat Men. Kerja semampunya saja sesuai kemampuan.

10] Tidak menjamin template keren bisa menang, karena kualitas tulisan yang diutamakan. Gak menjamin pula tulisan panjang bisa menang, karena yang di inginkan juri adalah artikel yang sesuai dengan visi misinya, gak harus panjang banget.

Saat ini semakin bermunculan blogger dengan template yang menarik. Namun menurut sepengamatan saya, saat blogger tersebut menang, setelah saya cek, tulisannya emang mewakili segalanya karena kualitasnya emang lebih bagus.

Blogger dengan template tersebut biasanya emang effornya lebih (menurut sepengamatan saya). Jadi gak bisa dibilang “ah dia menang, desain blognya aja keren gitu”

ENGGAK…

Dan saya juga sering menjumpai blogger dimana juara satunya hanya menggunakan platform gratisan. Sementara juara di bawahnya yang menggunakan landing page, kualitas artikelnya tidak lebih bagus darinya.

Jadi, kualitas tulisan itu nomor satu. Biarpun kamu pakai .blogspot. atau .wordpress pun kalau tulisanmu bagus, tentu kamu bisa menang.

Untuk tulisan yang panjang, belum tentu juga bisa menang. Karena yang di inginkan adalah tulisan yang sesuai dengan visi dan misi penyelenggara. Panjang kalau bagus juba akan lebih baik.

Dok. https://www.radarsultra.co.id

11] Jaga nama baik Anda sebagai blogger dan influencer

Sebagai blogger dan influencer, terutama yang sudah memiliki jaringan pertemanan luas dan sering dapat job, ada baiknya untuk menjaga nama baik kita. Jangan terpancing emosi semisal ada drama dalam lomba. Biarkan saja. Kalaupun kamu ikut berpartisipasi dan kamu merasa diperlakukan tidak adil, ikhlaskan saja dan jangan baper. Lagian tentu lebih banyak lomba yang fair daripada yang enggak. Jadikan sebagai pelajaran karena di dunia ini ada sifat, baik dan buruk

 

Mulai menulis

Setelah persiapan selesai, saatnya kita menulis

12] Buat judul yang menarik dan memikat

Banyak orang yang menilai buku dari sampulnya walaupun mungkin beda dengan isinya. Ya memang begitu. Tidak heran jika nama desainer layout cover seringkali ditulis di halaman depan sebuah buku. Buku dengan cover yang menarik, tentu akan lebih memikat orang untuk membeli. Begitu juga dengan judul artikel.

Judul artikel yang menarik, terlebih karena ini dalam sebuah lomba, tentu akan memikat pembaca dan juri untuk membacanya. Kalau judulnya saja sudah bagus, tentu orang akan penasaran untuk membaca isinya. Bandingkan dengan judul yang biasa-biasa saja. Akan terasa hambar.

Untuk membuat judul yang bagus, penyematan elemen angka bisa menjadi pilihan. Misal “10 Cara Cepat Membasmi Virus dalam 30 Menit”. Nah, terkait judul ini bisa kamu baca artikel panduan membuat judul memikat ala Mas Darmawan pemilik blog panduanIM. Di situ terdapat artikel menarik tentang bagaimana membuat judul yang memikat.

Dok. pri

13] Tiga paragraf pertama harus nendang

Dulu saya pernah ngobrol-ngobrol dengan seorang juri lomba blog dalam sebuah pertemuan. Menurut penuturanya, juri suka dengan tulisan yang paragraf utamanya memikat, minimal di tiga paragraf pertama. Kalau awalnya udah bagus dan penuh dengan konflik, juri dan pembaca jadi penasaran untuk terus membaca kelanjutannya.

Untuk membuat paragraf seperti ini memang gampang-gampang susah. Namun jika kita bisa melakukannya, tulisan kita jadi lebih menarik dan berbobot. Untuk saya sendiri pun selalu berusaha menerapkan cara ini. Emang sulit sih awalnya. Tapi kalau udah ketemu ya enak aja. Dan tantangan untuk melakukan ini adalah malas mikir. Jadi harus bisa melawannya.

Dok. pri

14] Kesesuaian tema, judul, dan isi

Dalam setiap lomba blog, kita itu harus memahami tema yang diberikan oleh penyelenggara. Baca baik baik SK-nya sampai benar benar mengerti. Biasanya saya membaca sampai 10 kali atau bahkan lebih. Karena jika hanya membaca sekali dua kali, maka pesan yang ingin disampaikan dalam sebuah tema kurang bisa dipahami secara mendalam. 

“Menulis lomba itu harus tersurat, bukan tersirat”.

Tersurat itu maksudnya harus sesuai dengan tema, sedangkan tersirat itu hanya menyerambang atau hanya menyinggung tema.

Jadi temanya harus dapat dan ketara, gak boleh menyerambang atau hanya menyinggung saja. Mengapa ? Karena bisa saja terjadi, karena keasikan nulis, tanpa sadar ternyata tulisan kita keluar dari tema, itu yang sering saya lakukan.

Padahal di peraturanya sudah jelas tertulis bahwa artikel harus sesuai dengan tema. Tulisan sebagus apapun jika sudah keluar dari tema, tentu akan sulit menang.

Cara yang saya lakukan agar tema bisa dapet adalah dengan riset mendalam. Semisal dengan mempelajari website penyelenggara, timeline media sosial penyelenggara, campaign apa yang sedang dilakukan, dsb.

Untuk saya sendiri sebelum membuat artikel, biasanya saya membaca beberapa artikel peserta lainnya sampai mendapatkan benang merahnya. “Oh begini ternyata”. Tapi jangan mencontek. Kudu sportif dan harus cari angel lain.

Kemudian yang dimaksud kesesuaian tema adalah keterkaitan antara judul dan isinya. Dalam sebuah lomba juga seringkali di tuliskan bahwa keterkaitan judul, isi, dengan tema, menjadi poin penilaian utama. Jadi, antara judul dan isi harus nyambung, sehingga point kesesuaian temanya lebih dapat.

Dok.pri

15. Menghindari kalimat negatif atau yang merujuk ke SARA karena story telling atau terbawa hawa nafsu

Terkadang karena terbawa emosi atas kejadian yang pernah menimpa kita, membuat kita tak sengaja menyinggung atau menuliskan hal bernada negatif. Padahal dalam setiap lomba, hal tersebut sangat dilarang.

Hal ini pun seringkali saya lakukan saat keasikan menulis. Namun karena selalu saya edit ulang, pada akhirnya kalimat tersebut saya hilangkan. Sebisa mungkin jangan pernah menyinggung sara atau sentimen negatif biarpun hanya sedikit sekali.

Gunakan kalimat yang sopan dan positif. Jangan ngomongin orang atau menyebut brand pesaing. Karena ini lomba, agar kesempatan kita untuk menang lebih besar.

16. Gunakan foto dan infografis berkualitas

Saya pernah membaca sebuah artikel yang menjadi juara 2 dalam lomba bertema pariwisata, yang ternyata memiliki nilai lebih karena adanya foto foto air terjun yang sangat menarik dan hidup.

Mungkin jika saya menebak karena ini lomba bertema pariwisata, foto indah yang ditampilkan begitu memikat pembaca untuk datang ke tempat tersebut, sehingga juri memberikan predikat juara pada blog tersebut. Dan menurut saya hal itu masuk akal juga. Secara, pariwisata juga bisa viral karena sebuah foto yang menarik. 

Sedangkan untuk infografis. Jika bisa, buatlah infografis sebagai konten tambahan dari artikel. Bukan artikel yang sudah dibahas kemudian dibuat infografisnya. Maksud gak ?

Misal gini, dalam sebuah artikel telah dibahas 7 tips menjaga kesehatan. Nah, untuk infografisnya, baiknya jangan gunakan pembahasan dari tips-tips tersebut biar gak sama. Karena sama saja dengan mengulang.

Buatlah infografis namun informasinya beda isi artikel agar lebih berbobot. Dan ingat, jangan gunakan infografis dengan tujuan hiasan. Tapi lebih ke manfaat dan edukasinya.

Salah satu contoh infografis yang menambah kaya konten dan tidak mengulang milik Abdur Rahman pada websitenya di Mamanggraphic.com. Dan artikel tersebut menjadi salah satu pemenang lomba blog yang di ikutinya. Dok. pri

Kombinasi warna juga penting diperhatikan. Jika belum terbiasa, bisa gunakan dua warna saja. Misal putih sebagai background dan warna lain semisal merah, kuning, hitam, biru, atau hijau sebagai warna paduannya.

Atau kalau bingung, bisa pakai model doodle hitam putih juga bisa. Asal pesannya tersampaikan maka sudah cukup dianggap kreatif dan dapat menambah bobot penilaian.

Dok.pri

17] Perhatikan deadlinenya

Soal deadline ini penting diperhatikan. Bagi kebanyakan blogger yang sudah sering ikut lomba, mereka seringkali beranggapan bahwa deadline itu selalu berakhir pukul 23.59 pada suatu tanggal deadline. Padahal berbeda-beda. 

Pernah suatu kali saya ikut lomba, namun karena saya kira deadlinenya di waktu tersebut, ternyata pendaftaran ditutup pukul 03.30 sore. Padahal saya sampai bikin fotocopi gambar segala untuk melengkapi artikel. Akhirnya perjuangan saya sia-sia karena kurang cermat membaca SK.

Oiya, kalau bisa jangan submit artikel menjelang deadline. Karena dikhawatirkan terjadi kendala di menit-menit form tutup. Misal mati lampu, kuota habis, anak rewel, tiba-tiba harus pergi, dsb. Paling tidak agar agar artikelmu tidak dibaca banyak pesaing, submit sehari sebelum deadline adalah cara terbaik agar kerja kerasmu bisa masuk ke meja penjurian.

Saat sharing sosial media

Setelah artikel selesai dibuat dan sudah disubmit, jangan lupa untuk dibagikan ke media sosial. Eits, jangan diprivate ya. Baik itu facebook, instagram, ataupun twitter.

Contoh share sosmed dengan kualitas konten yang baik karena konten terlihat jelas dan tidak ada bagian yang tertutup. Dok. IG @adhinugroho

18] Share sosmed berkualitas di instagram

Kalian pasti tahu bahwa instagram adalah sosial media favorit di banding lainya. Kalian pasti akan eman-eman (menyayangkan) kalau instagram kalian hanya berisi foto/gambar yang tidak menarik.

Ya ! karena instagram adalah sosial media yang cukup berpengaruh. Tak heran jika nama sosmed instagram juga menjadi bagian nama profesi, yaitu selebgram. Dan influencer lebih identik dengan instagram. 

Kalau kalian lihat feed instagram milik para blogger senior, ia selalu mengupload gambar atau foto-foto yang cukup menarik. Konten atau caption dalam gambar atau fotonya pun cukup berbobot dan hanya yang penting-penting saja. Jumlah gambarnya pun semaksimal mungkin, bahkan hingga 10 gambar sesuai aturan yang berlaku di media sosial tersebut. Selain itu gambar-gambarnya juga utuh dan tidak ada konten yang tertutup.

Foto atau gambar berkualitas tentu sangat berpengaruh dalam sebuah bisnis. Dan tentunya penyelenggara mana yang tidak tersanjung saat produk atau jasanya di promosikan dengan cara yang menarik dan berkualitas.

Sebelum post instagram, ada baiknya atur dulu size gambar dalam bentuk persegi, sesuai bingkai persegi di instagram. Karena jika tidak, maka gambar bisa terptong. Kalau sudah begitu, konten atau caption penting dalam gambar bisa tertutup dan tidak terbaca.

Untuk ukuran kanvas instagram yaitu 640x640 piksel. Namun asal sudah persegi juga tidak apa. Asal jangan kekecilan kegedean, nanti malah gak proporsional.

19] Engagement artikel di media sosial atau komentar itu penting

Dalam sebuah lomba, jumlah komentar di sosial media semisal like dan komentar, share, retweet, kemudian jumlah view artikel blog, jumlah komentar blog, berpengaruh dalam penilaian. Entah itu dibuat-buat atau tidak, namun menunjukan kalau ada usaha lebih untuk itu.

Kalau saya amati, posisi pemenang favorit ada pada blogger yang memenuhi kriteria ini. Lumayan kan ?

 

Contoh artikel dengan komentar banyak. Poin ini dapat menambah penilaian oleh juri. Dok. https://www.haniwidiatmoko.com

Saat kalah

Dalam sebuah perlombaaan ada kalah ada menang. Saat kalah, baiknya jangan langsung down. Coba pelajari mengapa kamu artikelmu tidak dimenangkan.

Membaca artikel sendiri dan artikel pemenang saat kalah untuk mengetahui kualitas artikel. Dokpri

20] Membaca ulang artikel sendiri dan juga pemenang baik saat kalah ataupun menang

Beberapa waktu lalu saya tak sengaja menangkap pesan penting dari seorang jawara lomba karena selalu membaca artikelnya sendiri disaat ia kalah. Dan saya pun seperti mendapat angin segar karena ini termasuk cara cerdas untuk mengetahui kenapa artikel kita kalah ?

Dan setelah beberapa kali saya terapkan, memang benar. Artikel lomba saya yang kalah, ternyata kualitasnya memang tidak lebih baik dari artikel pemenang. Kemudian saya juga membaca artikel pemenang dari urutan terbawah hingga teratas (juara terakhir hingga juara pertama). Dari situ saya belajar untuk membuat artikel yang lebih baik lagi.

Setelah membaca artikel saya yang kalah, saya jadi bisa berkesimpulan “oh pantesan, ternyata punyaku gini, makannya kalah”.

Dok. https://katoliknews.com

21] Jika gak kuat mental baiknya sesuaikan kemampuan

Lomba blog itu beda denga lomba seo. Kalau lomba seo, penilaianya utama adalah hasil tertinggi di mesin pencari. Untuk kualitas biasanya nomor dua. Blog dengan posisi paling tinggi di search engine, dia lah yang menang. Kalau saya menebak, seo itu lebih ke tekhnis (eh bener gak sih?) Mungkin hampir mirip matematika yang 1 + 1 = 2.

Sedangkan lomba blog biasa, lebih ke kualitas. Dan kualitas di sini mencakup berbagai macam aspek. Mulai dari seni menulis, kualitas gambar dan infografis, seberapa tinggi aktivitas di media sosial (engagement), jumlah pembaca, jumlah komentar, yang semuanya akan digabungkan untuk dinilai.

Dan mereka yang unggul dari banyak atau semua hal, merekalah yang lebih berpeluang menang. Aliasnya intelektual di sini diutamakan.

Mereka yang wawasannya tinggi, biasanya tulisannya lebih bagus. Mereka yang desainer, biasanya tulisannya lebih kreatif. Mereka yang jago koding, desain webnya lebih keren. Mereka yang komikus, tulisanya lebih gokil. Mereka yang jago bikin video, akan mendapat poin penilaian lebih, dsb. Aliasnya semua talenta bisa jadi satu dalam lomba blog.

Dan uniknya, saat ini banyak blogger yang bisa melakukan itu semua. Jadi, dalam sebuah lomba, seorang blogger dituntut untuk memiliki kretivitas tanpa batas. Nggilani, kan ?

Tidak heran jika pernah ada blogger yang mengaku menyerah karena lawan terlalu berat. Kalau sudah begini, lebih baik bekerja sesuai kemampuan saja. Karena rejeki itu sudah tertakar. Dan setiap orang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing. Jika belum mampu di satu bidang, bisa jadi, dia adalah spesialis di bidang lainnya.

Dok. http://ddtravel.co.id

22] Serahkan semua pada Tuhan atas kerja keras kita. Karena manusia hanya bisa berencana, Tuhan yang menentukan hasilnya. Kalah bukan berarti kamu benar-benar kalah, tapi kamu sudah menang karena sudah berani mencoba. Aliasnya tidak kalah sebelum berperang.

Ya, setelah semua usaha kamu lakukan, kamu hanya bisa berdoa semoga tulisanmu dapat yang terbaik. Kalau usahamu maksimal abis, harap-harap cemasmu bisa berada di level 80-99%. Tapi kalau usahamu biasa-biasa aja, mungkin hanya 50% sehingga jadi kurang yakin.

Maka dari itu, karena dalam lomba pilihannya ada dua, menang atau kalah. Buatlah artikel sebaik mungkin agar nungguin hasilnya pun lebih yakin.

Nah, sekiranya hanya itulah yang saya bagikan. Silahkan tambahkan jika ada tips lain dari kalian pada kolom komentar. Dan tentu saja saya terbuka dengan masukan dari kalian. Barangkali apa yang saya sampaikan kurang cocok atau kurang sreg di hati, mohon maaf yang sebesar-besarnya. Terima kasih dan mari kita sama-sama belajar.

Share This